Inilah daftar pertanyaan yang sering ditanyakan dan penah kami jawab. Coba lihat apakah pertanyaan Anda ada dalam daftar di bawah ini.

gigi

mengapa gigi bisa berlubang
Jawab:
Dear Rahman,
Penyebab gigi berlubang memang masalah multifaktor, karena itu rajin gosok gigi belum tentu menjamin gigi takkan berlubang, karena ada beberapa faktor lain.
Supaya mendapat pemahaman yang lebih utuh tt hal ini, pamanAGe sampaikan info berikut.
Secara sederhana proses kerusakan gigi dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Karies gigi atau kerusakan gigi berlubang punya sebab multi faktor, karena gigi mulai dibentuk pada usia kehamilan seorang ibu sekitar minggu ke 12. Jadi bila kesehatan dan gizi si ibu pada saat hamil tidak baik, akan berpengaruh terhadap proses tumbuh-kembang gigi bayi yang dikandungnya.
2. Lalu, sesudah bayinya lahir, ganti kesehatan umum dan gizi si bayi baik atau tidak.
3. Sesudah giginya mulai muncul di permukaan mulut kebersihan dan kesehatan mulut di samping keseheatan umumnya juga ikut berperan. Selain itu, jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi akan mempengaruhi kesehatan giginya.
4. Bila kebersihan giginya tidak dipelihara (antara lain dengan menggosok giginya secara teratur) dengan cara yang baik dan benar, pada permukaan giginya akan terbentuk plak gigi. Nah, plak yang tidak dibersihkan itu dan berkontak dengan gula yang terdapat dalam panganan kita ini berreaksi dan hasilnya adalah asam. Asam inilah yang kemudian menggerogoti permukaan email gigi. Plak itu sendiri merupakan campuran bakteri (Lactobacillus Acidophyllus dan Streptococcus Mutans), protein air liur, perekat glukan dan bakteri, serta air yang terbentuk pada permukaan keras di dalam mulut.
5. Konsumsi makanan dan minuman yang banyak mengandung karbo hidrat (gula) seperti permen,coklat dan es krim adalah contoh makanan dan minuman yang jadi musuh utama gigi serta akan cepat merusak gigi. Lalu, jenis makanan orang kota seperti yang banyak dijumpai sekarang (fast food) yang tidak perlu terlalu banyak proses pengunyahan, lebih mudah merusak gigi dibanding makanan tradisional pada masyarakat pedesaan yang lebih membutuhkan proses pengunyahan lebih lama karena terdiri dari lebih banyak serat.