kesehatan mulut dari Pepsodent.
Oleh admin
Istilah gigi sensitif hadir untuk menunjukkan adanya dentine hypersensitive akibat menipisnya enamel, penurunan gusi dan terbukanya dentin (sebuah lapisan di bawah enamel). Nyeri yang berkaitan dengan sensitivitas terjadi dalam saraf gigi dan ada yang bersifat tetap, bersifat sementara, dan bersifat sementara namun berkala. Nyeri yang tidak henti-henti mungkin merupakan satu tanda masalah yang lebih serius.
Kebiasaan menggosok gigi dengan tekanan berlebih dapat membuat gusi mengalami iritasi atau gusi menurun dari leher gigi, hingga lama kelamaan membuat akar gigi terbuka, leher gigi berlubang, lapisan email pun akan berkurang ketebalannya sehingga bila minum air dingin, asam/manis atau bahkan bila tersentuh bulu sikat gigi pun akan menyebabkan ngilu.
Oral hygiene atau keadaan rongga mulut yang buruk, penumpukan plak/karang gigi, yang merupakan 'rumah' tinggalnya berjuta-juta kuman dalam rongga mulut, lambat laun pun dapat mengiritasi gusi sehingga gusi akan mudah berdarah, dan timbul bau mulut yang tidak 'segar'. Keadaan ini membuat gigi menjadi sensitif.







