Tips tanggal 08 Sep 2011
Oleh admin
Terbebas dari ‘Cobaan’ Bulan Puasa

Bulan puasa mewajibkan setiap umat muslim untuk bisa menahan lapar dan dahaga selama hampir 12 jam. Kondisi ini memicu timbulnya masalah pada tubuh kita, seperti bau mulut.

Larangan untuk minum membuat tubuh dehidrasi dan rongga mulut menjadi kering. Alhasil, produksi saliva atau air liur pun akan menurun. Ketika rongga mulut kering dan produksi saliva menipis, bakteri penyebab bau mulut menjadi leluasa berkembang biak di dalam mulut kita. Ujungnya, masalah bau mulutpun tak terhindarkan lagi. Supaya ibadah kita bisa lancar tanpa gangguan, ikuti tips ini :

1.    Pilih menu sahur yang tepat.
Masukan seledri, keju, jamur shiitake dan biji wijen dalam menu sahur keluarga kita. Mengapa? Sebab bahan-bahan ini mampu membunuh bakteri yang memicu timbulnya plak dan bau mulut. Hindari mengonsumsi makanan berbau tajam, seperti petai, jengkol, bawang dan asparagus.

2.    Pasti kondisi mulut selalu bersih.
Supaya bakteri dan plak tidak menumpuk, pastikan kita selalu menyikat gigi 2 kali sehari, setelah sahur dan sebelum tidur. Bersihkan seluruh bagian permukaan gigi secara menyeluruh dengan sikat gigi yang disesuaikan dengan mulut kita. Gunakan pasta gigi yang bisa membantu menyegarkan nafas, seperti Pepsodent Herbal. Kombinasi bahan alami (daun sirih, jeruk nipis dan garam) dan bahan yang diproses secara ilmiah akan membuat gigi dan gusi kuat, serta bau mulut tetap segar.

3.    Lidah juga harus bersih.
Lidah adalah ‘karpet’ masuknya makanan dan tempat bakteri berkembang biak. Agar bau mulut tetap harus selama 12 jam ke depan, kita harus memastikan lidah juga dalam kondisi bersih. Kita bisa bersihkan menggunakan sikat atau pembersih lidah (tongue scraper) .

4.    Kembalikan cairan tubuh.
Tetap penuhi anjuran minum 8 gelas air/hari. Kita bisa bagi 4 gelas saat sahur, dan 4 gelas lagi ketika berbuka.

5.    Periksa Gigi
Last but not least, bulan puasa bisa dijadikan momentum setahun sekali yang untuk kita memeriksakan kondisi kesehatan gigi, sehingga pada saat memasuki bulan puasa dan menjalankannya tidak akan terganggu hanya karena keluhan-keluhan dari dalam mulut kita. Selamat berpuasa.