Skip to content
Seorang anak tersenyum dengan gigi depan yang hilang

Cara Mengatasi Gigi Goyang

Gigi goyang biasanya terjadi pada anak kecil yang sedang dalam masa transisi pergantian gigi susu ke gigi tetap. Tapi apa yang harus dilakukan jika gigi Anda sendiri yang terasa goyang? Artikel ini menjelaskan penyebab-penyebab gigi goyah pada orang dewasa, serta apa saja cara mengatasi gigi goyang yang bisa Anda lakukan.

Penyebab gigi goyah 

Jika Anda tiba-tiba merasakan gigi Anda bergerak-gerak atau terasa seperti gigi mau copot, jangan mendiamkannya saja. Bisa jadi hal tersebut adalah pertanda akan adanya masalah gigi dan gusi atau bahkan suatu penyakit yang Anda derita tanpa sadar. Beberapa penyebab gigi goyang adalah:

1. Penyakit gusi periodontitis

Seringnya, penyebab gigi goyah disebabkan oleh infeksi serius pada gusi yang disebut periodontitis. Periodontitis sendiri diakibatkan oleh kurangnya kebersihan gigi dan mulut. Plak yang menumpuk, lama-kelamaan membentuk karang gigi tempat bakteri berkumpul dan berkembang biak. Bakteri ini kemudian dapat menginfeksi gusi, jaringan gigi, bahkan tulang di sekitarnya dan menyebabkan peradangan kronis sehingga tulang mengalami resorpsi dan tidak bisa menopang gigi dengan kokoh.  Adanya penyakit sistemik dan infeksi bakteri spesifik  Actinobacillus actinomycetemcomitans juga bisa memicu timbulnya periodontitis kronis dan periodontitis agresif tanpa adanya penumpukan plak.

2. Cedera

Apabila Anda mengalami benturan keras di bagian wajah, bukan tidak mungkin rahang Anda juga terkena dan terasa seperti gigi mau copot.

3. Kebiasaan menggeretakkan gigi

Beberapa orang memiliki kebiasaan menggeretakkan gigi ketika tidur yang disebut bruxism. Tekanan terhadap gigi yang terus menerus ini juga bisa menyebabkan akar gigi menjadi longgar dari gusi dan jaringan-jaringan pendukungnya.

4. Hormon kehamilan

Meningkatnya hormon progesterone dan estrogen selama kehamilan dapat memengaruhi jaringan ikat tulang di sekitar gigi sehingga gigi menjadi goyang. Tingginya hormon progesterone ini juga memicu pertumbuhan bakteri di dalam mulut sehingga ibu hamil menjadi lebih rentan terhadap gingivitis,  yaitu infeksi bakteri terhadap gusi yang juga menyebabkan gusi bengkak dan berdarah.

5. Osteoporosis atau tulang keropos

Osteoporosis terjadi ketika cadangan kalsium di dalam tulang dan gigi terkuras. Jaringan tulang rahang yang kekurangan kalsium kemudian akan menjadi rapuh dan menyebabkan gigi goyang.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang penyakit-penyakit gigi yang paling umum, cek artikel ini

Cara mengatasi gigi goyang

Cara penanganan gigi goyang berbeda-beda tergantung pada penyebabnya, namun pada kebanyakan kasus, sebaiknya Anda mengunjungi dokter gigi Anda untuk mengatasi masalah gigi goyang Anda, terutama bila Anda mengalami gejala-gejala berikut:

  • Demam tinggi
  • Sakit gigi selama lebih dari 2 hari 
  • Kesulitan makan atau berbicara

Sementara itu untuk mencegah terjadinya gigi goyang, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut:

  • Menyikat gigi dengan benar dan teratur selama dua menit di pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Gunakan benang gigi untuk membersihkan sisa makanan dan plak di sela-sela gigi dan mencegah karang gigi.
  • Mengunjungi dokter gigi minimal enam bulan sekali untuk pemeriksaan rutin dan pembersihan karang gigi.
  • Memastikan konsumsi vitamin D dan kalsium yang cukup, baik dari makanan ataupun suplemen.
  • Menggunakan pelindung gigi yang bisa didapatkan dari hasil periksa ke dokter gigi jika Anda pelaku olahraga ekstrim atau jika Anda memiliki kebiasaan menggeretakkan gigi.

Sekarang Anda sudah tahu penyebab-penyebab gigi goyang sehingga Anda bisa menghindari pemicunya dan bagaimana Anda bisa mencegah dan mengatasi gigi goyang. Jangan biarkan gigi Anda sampai goyang dan menghalangi senyum sehat Anda!