kawat gigi anak

Apa Saja Tanda Anak Membutuhkan Kawat Gigi?

Mulut merupakan pintu masuk ke sistem pencernaan tubuh, sehingga memiliki banyak bakteri yang tidak berbahaya bagi kesehatan bila bisa dikontrol dengan baik. Namun bila kesehatan mulut dan gigi tidak terjaga, bakteri di mulut menjadi tidak terkontrol dan bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti penyakit jantung, komplikasi kehamilan, pneumonia, dan masalah lainnya.

Karena itulah, menjaga kesehatan mulut dan gigi, termasuk mengatasi masalah susunan gigi dan posisi rahang sejak dini, sangat penting. Langkah seperti kawat gigi untuk anak adalah langkah untuk menjaga kesehatan si kecil secara jangka pendek hingga jangka panjang.

Seperti langkah perawatan kesehatan gigi lainnya, pemasangan kawat gigi disarankan dilakukan sejak kecil, saat anak masih pada masa pertumbuhan agar penyesuaian bentuk rahang dan gigi bisa dilakukan dengan lebih mudah. Bila penggunaan kawat gigi baru dilakukan di usia dewasa, perawatan justru akan memakan waktu lebih lama.

Biasanya pemasangan kawat gigi anak disarankan setelah sebagian besar gigi permanen anak telah tumbuh, tepatnya pada usia di atas 12 tahun. Menurut American Association of Orthodontist, pemeriksaan oleh ortodontis bahkan sudah bisa dilakukan sejak usia 7 tahun, sehingga masalah gigi dan rahang yang mungkin memerlukan pemasangan kawat gigi anak bisa dideteksi sejak dini.

Tentu saja, keputusan untuk menggunakan kawat gigi untuk anak harus diambil setelah pemeriksaan menyeluruh oleh ortodontis. Tapi sebelum anak diperiksa oleh ortodontis, kamu pun sudah bisa mengamati ciri-ciri anak yang membutuhkan kawat gigi anak, di antaranya:

  1. Gigi susu anak sudah mulai tanggal pada usia kurang dari 6 tahun
  2. Anak mengalami kesulitan saat mengunyah atau menggigit.
  3. Anak memiliki kebiasaan mengisap jempol.
  4. Bentuk gigi anak berantakan, bahkan hingga menyebabkan radang gusi.
  5. Rahang anak terlihat miring, bergeser, atau membuat suara saat anak menutup atau membuka mulut.
  6. Anak sering tidak sengaja menggigit lidah atau bagian dalam mulut.
  7. Anak mengalami masalah artikulasi bicara akibat gigi yang tumbuh tidak rata.

Proses pasang kawat gigi anak biasanya dilakukan setelah beberapa tahap pemeriksaan yang dilakukan ortodontis, yaitu:

  1. Pengambilan rontgen gigi untuk mengetahui struktur gigi dan rahang anak.
  2. Pencetakan rahang atas dan bawah untuk membuat model gigi anak.
  3. Bila gigi terlalu bertumpuk atau rahang terlalu sesak, dokter gigi mungkin akan memutuskan untuk mencabut beberapa gigi untuk memberi ruang bagi gigi yang lain.
  4. Dokter gigi akan menentukan jenis kawat gigi yang diperlukan sesuai dengan kondisi gigi dan rahang anak.
kawat gigi anak

Setelah kawat gigi anak dipasang, orang tua harus selalu mengingatkan anak untuk lebih memelihara kebersihan gigi dan kawat giginya. Maklum, setelah menggunakan kawat gigi, makanan menjadi lebih mudah tersangkut di sela gigi dan harus rajin dibersihkan. Selain itu, kontrol gigi rutin ke dokter gigi juga membantu agar penggunaan kawat gigi bisa berjalan lancar dan berlangsung lebih cepat. Makanan manis yang lengket seperti permen, karamel, dan sejenisnya tentu harus dihindari selama menggunakan kawat gigi ya.

Untuk membantu si kecil membersihkan gigi dari sisa makanan yang tersangkut di behel, Pasta Gigi Pepsodent Anak Sweet Strawberry bisa jadi pilihan. Dengan rasa buah yang disukai anak, pasta gigi ini diformulasikan khusus untuk gigi anak dan mengandung fluoride dan kalsium yang penting untuk kesehatan gigi. Menjaga kebersihan gigi anak pun menjadi lebih mudah dan menyenangkan, bahkan bila si kecil menggunakan kawat gigi.

Bagikan ini