Gigi ngilu setelah ganti karet behel merupakan kondisi umum yang terjadi akibat adanya penyesuaian tekanan pada gigi setelah karet ortodonti diganti. Rasa ngilu biasanya muncul beberapa jam setelah kontrol behel dan dapat berlangsung selama beberapa hari, terutama saat makan atau menyikat gigi.
Setelah proses kontrol atau penggantian karet behel, banyak orang mengeluhkan rasa ngilu dan tidak nyaman pada gigi. Kondisi gigi ngilu setelah ganti karet behel sering membuat aktivitas makan hingga berbicara terasa kurang nyaman, terutama pada beberapa hari pertama setelah penggantian karet. Lantas bagaimana cara mengatasinya supaya tidak mengganggu aktivitas sehari-hari?
Gigi ngilu setelah ganti karet behel terjadi karena adanya tekanan baru pada gigi dan jaringan di sekitarnya. Saat dokter mengganti karet behel, tekanan pada kawat akan disesuaikan kembali untuk membantu menggerakkan posisi gigi secara bertahap.
Perubahan tekanan inilah yang menyebabkan jaringan penyangga gigi mengalami adaptasi sehingga muncul rasa ngilu atau nyeri ringan. Kondisi tersebut merupakan bagian dari proses pergeseran gigi selama perawatan ortodonti. Selain itu, jaringan gusi dan ligamen di sekitar gigi juga menjadi lebih sensitif selama proses penyesuaian berlangsung.
Ya, gigi ngilu setelah ganti karet behel termasuk kondisi yang normal dan cukup umum dialami pengguna behel. Rasa ngilu biasanya mulai muncul beberapa jam setelah kontrol dan dapat berlangsung selama beberapa hari. Keluhan ini akan berkurang secara bertahap seiring gigi mulai beradaptasi dengan tekanan baru.
Namun, Anda tetap perlu waspada jika rasa sakit terasa sangat berat, berlangsung terlalu lama, atau disertai pembengkakan dan luka serius pada gusi. Kondisi tersebut sebaiknya segera diperiksakan ke dokter gigi atau ortodontis.
Meski umum terjadi, rasa ngilu setelah ganti karet behel tetap bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Berikut beberapa cara mengatasi gigi ngilu setelah ganti karet behel:
Setelah mengganti karet behel, sebaiknya hindari makanan yang terlalu keras seperti keripik, kacang, es batu, atau daging yang alot. Makanan keras dapat memberikan tekanan tambahan pada gigi sehingga rasa ngilu menjadi lebih parah.
Sebagai gantinya, pilih makanan dengan tekstur lembut seperti bubur, sup, yogurt, kentang tumbuk, atau nasi lembek selama beberapa hari pertama setelah kontrol behel. Selain membantu mengurangi rasa sakit, makanan lunak juga membuat gigi dan gusi lebih nyaman selama masa adaptasi.
Makanan dan minuman asam dapat meningkatkan sensitivitas gigi, terutama ketika gigi sedang mengalami tekanan akibat penyesuaian behel. Buah dengan tingkat keasaman tinggi, minuman bersoda, atau makanan terlalu pedas sebaiknya dikurangi sementara waktu agar rasa ngilu tidak semakin meningkat.
Ingat, enamel gigi yang terpapar asam berlebihan dapat meningkatkan sensitivitas gigi dan memicu rasa ngilu. Karena itu, menjaga pola makan menjadi salah satu langkah penting selama perawatan behel berlangsung.
Jika rasa ngilu cukup mengganggu, dokter biasanya merekomendasikan obat pereda nyeri untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman. Tetapi, penggunaan obat tetap harus sesuai anjuran agar aman dan tidak menimbulkan efek samping tertentu. Selain obat oral, beberapa pasien juga merasa lebih nyaman dengan penggunaan gel khusus untuk area mulut yang mengalami iritasi akibat kawat behel.
Berkumur menggunakan air garam hangat dapat meredakan iritasi ringan dan menjaga kebersihan rongga mulut selama menggunakan behel. Terlebih air garam memiliki sifat alami yang membantu menenangkan jaringan mulut dan mengurangi ketidaknyamanan pada gusi.
Melansir dari Healthline, berkumur dengan larutan air garam dapat membantu mengurangi peradangan ringan dan menjaga area mulut tetap bersih. Anda dapat berkumur selama sekitar 30 detik beberapa kali sehari untuk membantu mengurangi gigi ngilu setelah ganti karet behel.
Meski gigi terasa ngilu, menjaga kebersihan gigi tetap sangat penting selama menggunakan behel. Sisa makanan yang menempel di sela kawat dan bracket berisiko menyebabkan plak, gigi berlubang, serta peradangan gusi. Tetapi, dengan membersihkan gigi secara rutin minimal dua kali sehari, Anda mampu mencegah penumpukan bakteri yang memperparah rasa tidak nyaman selama penggunaan behel.
Untuk itu, pilih pasta gigi yang dirancang khusus untuk membantu mengurangi sensitivitas gigi sekaligus tetap nyaman digunakan seperti rangkaian Pepsodent Sensitive Expert Toothpaste untuk membantu mengurangi rasa ngilu pada gigi sensitif setelah pemasangan atau penggantian karet behel.
Pepsodent Sensitive Expert merupakan pasta gigi yang mengandung zinc dan fluoride untuk perlindungan sehari-hari terhadap plak yang disebabkan oleh bakteri dan gigi berlubang. Diperkaya dengan mineral HAP, pasta gigi ini mampu menghilangkan rasa ngilu di gigi dalam 30 detik.
Agar proses pembersihan lebih optimal dan tetap lembut pada gusi, gunakan juga Pepsodent Nanosoft Sensitive Toothbrush yang disertai dengan bulu sikat super halus yang aman untuk gigi sensitif, atau Pepsodent Provibe Toothbrush yang memiliki mode sensitive dengan 30.000 getaran/menit untuk memastikan area gigi sensitif dan gusi tetap sehat dan bersih maksimal.
Kedua sikat gigi ini dirancang membantu membersihkan plak dan sela-sela gigi secara efektif dengan bulu sikat yang tetap nyaman untuk area gigi dan gusi sensitif.
Selain itu, jangan lupa rutin kontrol ke dokter gigi sesuai jadwal agar proses perawatan behel berjalan optimal dan kesehatan gigi tetap terjaga setiap hari. Untuk membantu merawat gigi sensitif selama penggunaan behel, pastikan Anda menggunakan rangkaian Pepsodent Sensitive Expert!
Boleh, bahkan menyikat gigi tetap penting untuk menjaga kebersihan mulut selama memakai behel. Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan lakukan secara perlahan agar tidak menambah rasa tidak nyaman.
Rasa ngilu ringan setelah pemasangan atau penyesuaian behel umumnya menandakan gigi sedang bergerak sesuai tekanan dari behel. Namun, jika nyeri terasa sangat hebat atau berkepanjangan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter gigi.