Anda baru saja selesai makan siang, kemudian buru-buru kembali bekerja tanpa sempat sikat gigi setelah makan. Sekilas memang tidak ada masalah, toh nanti malam juga akan gosok gigi lagi. Tapi tanpa disadari, sisa makanan yang menempel di sela gigi mulai diubah bakteri menjadi asam yang perlahan merusak enamel dan menimbulkan bau mulut. Inilah akibat kecil dari kebiasaan yang tampak sepele.
Padahal, sikat gigi setelah makan bisa menjadi langkah sederhana untuk mencegah berbagai masalah. Menariknya, ada juga yang bilang menyikat gigi setelah makan justru berisiko merusak lapisan gigi. Tapi, apa benar seperti itu?
Mungkin banyak orang masih bingung. Apakah boleh sikat gigi setelah makan atau justru berbahaya bagi gigi?
Faktanya, menyikat gigi setelah makan memang diperbolehkan. Tapi, waktunya harus diperhatikan. Setelah Anda makan, terutama makanan atau minuman yang asam seperti jeruk, kopi, atau soda, enamel gigi akan melemah sementara. Jika langsung disikat, gesekan dari bulu sikat bisa mengikis lapisan pelindung tersebut dan membuat gigi lebih sensitif.
Jika ditanya berapa menit setelah makan boleh sikat gigi, sebaiknya tunggu sekitar 30–60 dulu. Dalam waktu itu, air liur akan bekerja menetralkan kadar asam dan membantu enamel kembali kuat.
Ada alasan kenapa bahkan dokter gigi menyarankan untuk menyikat gigi setelah makan. Semua itu tidak terlepas dari manfaat yang bisa didapatkan. Berikut beberapa diantaranya:
Sisa makanan yang dibiarkan terlalu lama, terutama yang manis atau lengket bisa membuat bakteri penyebab gigi berlubang berkembang. Dengan menyikat gigi setelah makan, sisa-sisa tersebut dapat segera dibersihkan sehingga risiko kerusakan gigi berkurang.
Setelah makan, terutama makanan yang manis atau asam, bakteri di mulut akan menghasilkan asam yang bisa mengikis enamel. Dengan menyikat gigi setelah beberapa saat, Anda bisa menjaga lapisan enamel tetap utuh sekaligus mencegah gigi berlubang.
Sisa makanan yang tidak dibersihkan bisa berubah menjadi plak dan karang gigi. Jika terus dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi peradangan gusi atau bahkan infeksi. Menyikat gigi setelah makan bisa membantu menjaga kebersihan gusi. Lebih dari itu, Anda juga bisa mencegah pembentukan karang dan menjaga jaringan penyangga gigi tetap sehat.
Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada mulut yang terasa bersih setelah makan. Dengan menyikat gigi, bau mulut akibat sisa makanan bisa berkurang. Noda pada gigi juga bisa dikurangi. Hasilnya, senyum jadi lebih cerah, dan rasa percaya diri pun meningkat, khususnya saat berbicara atau berinteraksi dengan orang lain.
Sebelum terburu-buru mengambil sikat gigi, ada baiknya Anda tahu cara yang lebih aman untuk menjaga kebersihan mulut setelah makan. Alih-alih langsung menyikat, beberapa langkah sederhana ini bisa membantu melindungi enamel dan tetap menjaga gigi tetap sehat.
Perlu diingat, kadar asam di mulut setelah makan biasanya meningkat. Di sinilah pentingnya berkumur. Berkumur membantu mengurangi sisa makanan di sela gigi sekaligus menetralkan asam sebelum mulai menyikat. Ini seperti jeda bagi gigi sebelum dibersihkan.
Jika ingin perlindungan ekstra, gunakan obat kumur yang mengandung fluoride setelah makan. Kandungan fluoride dapat memperkuat enamel yang sempat melunak akibat paparan asam dari makanan atau minuman tertentu. Selain itu, obat kumur juga membantu mengurangi bakteri penyebab bau mulut dan memberikan sensasi segar.
Air liur adalah pelindung alami gigi yang berfungsi menetralkan asam. Mengunyah permen karet tanpa gula bisa merangsang produksi air liur lebih banyak dan membantu mengurangi risiko gigi berlubang. Selain itu, aktivitas mengunyah ini juga dapat membantu mengangkat sisa makanan yang masih menempel di gigi.
Jangan langsung menyikat gigi begitu selesai makan. Idealnya, beri jeda waktu sikat gigi setelah makan sekitar 30–60 menit. Setelah mengonsumsi makanan, terutama yang bersifat asam seperti jeruk, kopi, atau minuman bersoda, enamel gigi akan melunak. Jadi menyikat gigi terlalu cepat justru bisa mengikis lapisan pelindung ini dan menyebabkan gigi lebih sensitif. Dengan menunggu setengah jam atau lebih, enamel punya waktu untuk mengeras kembali sehingga gigi lebih aman disikat.
Setelah jeda yang cukup, barulah Anda bisa menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluoride. Kandungan ini membantu memperkuat enamel, melindungi dari pembentukan plak, sekaligus memberi efek bersih menyeluruh pada gigi dan gusi.
Kadang, hal sederhana yang Anda lakukan setiap hari justru punya pengaruh besar bagi kesehatan jangka panjang, termasuk kebiasaan sikat gigi setelah makan. Dengan langkah kecil ini, Anda bisa melindungi enamel, mencegah plak, hingga menjaga gusi tetap sehat.
Untuk hasil yang lebih optimal, gunakan sikat gigi Pepsodent 4D Expert Clean. Sikat gigi ini dirancang untuk membersihkan gigi 3x lebih bersih dari empat dimensi mulut, mulai dari gigi, gusi, pipi, hingga lidah. Mulailah dari kebiasaan kecil hari ini dan nikmati gigi sehat hingga nanti.