Gigi bungsu tertutup gusi menjadi kondisi yang perlu diatasi. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menimbulkan masalah yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti radang gusi, nyeri, dan bau mulut, hingga berisiko menyebabkan infeksi jika tidak ditangani dengan tepat.
Sesuai dengan namanya, gigi bungsu merupakan geraham yang tumbuh terakhir di bagian paling dalam. Sayangnya, gigi bungsu ini sering mengakibatkan masalah karena sering tidak tumbuh dengan sempurna dan tertutup gusi.
Sebelum gigi tumbuh, biasanya gigi akan tertutup oleh gusi lunak yang dinamakan operkulum. Akan tetapi, gigi bungsu sering kali tumbuh dengan tidak sempurna karena tertutup oleh gusi. Nah, gigi bungsu tertutup gusi ini sering memicu radang gusi, menyebabkan rasa nyeri, sampai dengan bau mulut.
Dalam dunia kedokteran, gigi bungsu tertutup gusi (gigi bungsu yang tidak dapat tumbuh sempurna) disebut dengan impaksi gigi. Sedangkan radang pada gusi yang menutupi gigi disebut perikoronitis. Di Indonesia sendiri kasus ini sudah cukup umum lantaran banyak yang pernah mengalaminya. Lalu, sebenarnya kenapa gigi bungsu bisa tertutup gusi? Apakah berbahaya? Yuk, pahami lebih dalam seputar impaksi gigi!
Impaksi gigi bungsu merupakan sebuah kondisi di mana gigi bungsu tidak bisa tumbuh secara normal lantaran terhalang oleh gusi, gigi lain, atau tulang rahang. Pada umumnya, gigi bungsu ini tumbuh di usia 17-25 tahun. Namun, karena tulang rahang biasanya sudah dipenuhi oleh gigi-gigi lain, maka gigi yang tumbuh paling akhir itu kesulitan untuk keluar dengan sempurna.
Ada beberapa kasus di mana gigi bungsu hanya terlihat sebagian karena banyak bagian yang masih tertutup oleh gusi. Kondisi tersebut dinamakan impaksi parsial. Namun, ada juga gigi bungsu yang sama sekali tidak terlihat karena pertumbuhannya terhalang gusi atau tulang, dan kondisi ini disebut impaksi total. Kedua kondisi ini sama-sama berpotensi menimbulkan masalah.
Gigi bungsu tertutup gusi sangat rentan mengakibatkan perikoronitis, peradangan pada jaringan gusi yang berada di sekitar mahkota gigi yang tidak tumbuh dengan sempurna. Area itu sangat ideal menjadi tempat penumpukan sisa makanan dan bakteri karena sulit dibersihkan. Akibatnya, masalah seperti nyeri, infeksi, dan bengkak bisa muncul di sekitar gusi.
Gigi bungsu yang tumbuh tertutup gusi tidak akan langsung menimbulkan masalah. Namun, ketika mulai terjadi peradangan dan infeksi, Anda akan merasakan beberapa tanda-tanda. Berikut gejala gigi bungsu tertutup gusi yang mulai bermasalah:
Mengingat posisi gigi bungsu berada di bagian paling dalam alias di dekat rahang, maka rasa nyeri akan terasa pada saat mengunyah atau bahkan saat tidak sedang mengunyah sekali pun di bagian belakang rahang. Rasa nyeri tersebut bisa bersifat ringan sampai dengan berdenyut yang cukup mengganggu.
Gejala gigi bungsu yang mulai menyebabkan peradangan juga bisa dilihat dari warna gusi di area gigi bungsu yang menjadi lebih kemerahan. Pada saat disentuh, gusi tersebut terasa bengkak, lebih lunak dan nyeri.
Apabila peradangan gusi jadi semakin lebih parah, lama kelamaan penderitanya bisa mengalami kesulitan membuka mulut (trismus). Rahang terasa kaku dan nyeri saat dipaksa membuka mulut terlalu lebar.
Masalah bau mulut ternyata bisa disebabkan oleh pertumbuhan gigi yang terhalang oleh gusi. Sisa makanan yang menumpuk di bawah lipatan gusi akan memicu pertumbuhan bakteri yang menyebabkan bau mulut. Permasalahan ini biasanya tidak bisa hilang walaupun menyikat gigi secara rutin.
Jika kasus impaksi gigi ini berada di level yang lebih parah, bukan tidak mungkin jika pipi dan leher juga ikut mengalami pembengkakan.
Tidak semua orang mengalami masalah gigi bungsu tertutup gusi. Sebagian orang sangat berpotensi memiliki gigi bungsu yang tumbuh dengan normal. Namun, ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan gigi bungsu tumbuh tertutup oleh gusi:
Gigi bungsu tertutup gusi memang tidak langsung menyebabkan nyeri, melainkan butuh waktu. Namun, jika Anda merasakan nyeri yang tak kunjung membaik selama lebih dari tiga hari, sebaiknya segera periksa ke dokter gigi. Terutama jika nyeri tersebut juga disertai dengan pembengkakan, demam sampai kesulitan membuka mulut.
Tak hanya nyeri di sekitar gigi, impaksi juga bisa menyebabkan sakit kepala yang tak kunjung reda meskipun Anda sudah mengonsumsi paracetamol. Jika gejala-gejala ini terasa semakin mengganggu, jangan tunda lebih lama untuk segera ke dokter gigi.
Dokter gigi biasanya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, seperti foto rontgen gigi, untuk melihat kondisi gigi bungsu secara lebih jelas. Penanganan yang tepat dan cepat bisa mencegah timbulnya komplikasi, seperti abses dan infeksi, yang semakin meluas.
Penanganan gigi bungsu tertutup gusi tergantung pada tingkat keparahan dan kondisi masing-masing pasien. Berikut beberapa opsi yang biasanya direkomendasikan dokter gigi:
Di tahap awal, dokter gigi akan memberikan obat pereda nyeri dan anti-inflamasi untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Apabila terjadi infeksi, dokter mungkin akan turut meresepkan antibiotik. Akan tetapi, cara ini hanya bersifat sementara karena tidak mengatasi akar masalah. Umumnya, pengobatan ini diberikan sembari menunggu jadwal operasi pencabutan gigi.
Operasi operkulum termasuk jenis prosedur kecil untuk mengangkat sebagian jaringan gusi yang menutupi gigi bungsu. Tindakan ini dilakukan agar gigi lebih mudah dibersihkan serta mengurangi risiko pertumbuhan bakteri. Namun perlu diingat bahwa operasi operkulum ini hanya bisa dilakukan pada gigi bungsu yang dideteksi dari pemeriksaan radiografi dapat tumbuh dengan posisi baik dan ruangan yang cukup.
Dari beberapa metode pengobatan untuk kasus gigi bungsu tertutup gusi, pencabutan gigi adalah yang paling efektif dalam mengatasi masalah tersebut. Jika posisi gigi benar-benar tidak memungkinkan untuk tumbuh dengan normal, maka gigi tersebut harus dicabut.
Prosedur operasi ini menggunakan anestesi lokal dan di beberapa kasus dapat melibatkan operasi bedah kecil. Setelah gigi bungsu dicabut, biasanya keluhan akan berangsung pulih.
Perikoronitis terjadi ketika jaringan gusi di sekitar gigi bungsu yang belum tumbuh sempurna mengalami peradangan akibat penumpukan bakteri dan sisa makanan. Kondisi ini bisa berkembang dari sekadar tidak nyaman menjadi nyeri hebat, bengkak, bahkan infeksi. Supaya tidak sampai separah itu, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan secara konsisten.
Area geraham belakang di mana tempat gigi bungsu tumbuh umumnya sulit dijangkau oleh sikat gigi biasa. Untuk menjangkau dan membersihkan area tersebut, diperlukan penggunaan sikat gigi dengan desain yang memiliki leher tiga sudut seperti Pepsodent Gum Expert Toothbrush. Selain memiliki desain kepala yang mampu menjangkau area gigi yang paling dalam, sikat gigi ini juga memiliki bulu yang lembut sehingga aman untuk gusi. Area gigi bungsu yang tertutup gusi pun jadi lebih sehat dan terjaga kebersihannya.
Pastikan Anda menyikat gigi sebanyak dua kali sehari atau setelah makan dengan gerakan memutar lembut ke arah gusi supaya plak terangkat secara optimal.
Selain memakai sikat gigi yang dapat menjangkau sela-sela sulit, penting juga untuk memilih pasta gigi yang tepat untuk memelihara kesehatan gigi dan gusi dengan lebih maksimal. Hal ini dilakukan agar area gigi dan gusi tetap bersih dan terhindar dari penumpukan plak dan bakteri. Agar gusi tetap sehat dan terhindar dari peradangan, Anda bisa menggunakan pasta gigi Pepsodent Gum Expert yang sangat aman dipakai untuk gusi yang sedang mengalami peradangan sekaligus menjaga kesehatan gusi secara menyeluruh.
Sikat gigi memang dirancang untuk membersihkan gigi secara menyeluruh, namun terkadang area sela-sela gigi tidak dapat terjangkau sepenuhnya oleh sikat gigi. Lakukan pembersihan sela-sela gigi dengan benang gigi (flossing) atau sikat interdental setidaknya sekali sehari. Fokuskan pembersihan ini di area gigi belakang yang sering terlewat. Cara ini dapat mengurangi risiko peradangan gusi.
Setelah makan memang lebih baik jika kita menyikat gigi. Akan tetapi, kalau Anda tidak sempat menyikat gigi, biasakan untuk berkumur dengan air. Tujuannya untuk membersihkan sisa makanan yang menempel pada gigi. Anda juga bisa menggunakan obat kumur antiseptik jika gusi sedang mengalami peradangan.
Saat gusi di sekitar gigi bungsu mulai terasa tidak nyaman, hindari mengunyah makanan keras atau lengket di sisi tersebut. Tekanan berlebih dapat memperparah peradangan dan menyebabkan luka pada jaringan gusi yang sensitif.
Pemeriksaan gigi setiap enam bulan sekali membantu mendeteksi potensi impaksi atau tanda awal perikoronitis sebelum gejalanya memburuk. Dokter dapat membersihkan area sulit atau merekomendasikan tindakan lebih lanjut jika diperlukan.
Jika mulai terasa nyeri ringan, gusi bengkak, atau muncul bau mulut yang tidak biasa, jangan diabaikan. Penanganan sejak dini, baik dengan perawatan profesional maupun obat yang diresepkan dokter, dapat mencegah infeksi berkembang menjadi lebih serius.
Menjaga kebersihan gigi dan gusi secara konsisten adalah kunci utama mencegah perikoronitis yang parah. Dengan perawatan yang tepat dan pemeriksaan rutin, risiko radang di sekitar gigi bungsu bisa diminimalkan. Salah satu cara mudahnya adalah dengan menggunakan pasta gigi yang tepat.
Kandungan seperti Active Zinc dan vitamin E dalam pasta gigi dapat membantu mengurangi munculnya peradangan pada gusi dan membantu menjaga kesehatan gusi.
Yuk, lebih aware dalam memahami penyebab, gejala, dan cara mengatasi gigi bungsu yang tertutup gusi. Gunakan juga pasta gigi Pepsodent Gum Expert serta sikat gigi Pepsodent Gum Expert supaya gigi dan gusi menjadi lebih bersih serta terhindar dari risiko peradangan.
FAQ
Apakah gigi bungsu yang tertutup gusi harus selalu dicabut?
Tidak selalu. Kalau gigi bungsu tertutup gusi itu tidak menimbulkan nyeri, infeksi, atau kerusakan pada gigi sebelahnya, maka Anda hanya perlu merawat gigi tersebut dengan perawatan sederhana serta rutin kontrol ke dokter gigi setiap enam bulan sekali.
Apa perbedaan antara gusi bengkak biasa dengan infeksi gigi bungsu?
Gusi bengkak biasa umumnya ringan dan membaik dengan kebersihan mulut yang baik. Infeksi gigi bungsu (perikoronitis) biasanya disertai nyeri hebat, sulit membuka mulut, bau mulut, demam, atau bengkak hingga ke pipi dan rahang.
Berapa lama masa pemulihan setelah operasi gigi bungsu?
Umumnya 3–7 hari untuk kembali beraktivitas normal. Bengkak dan nyeri biasanya membaik dalam beberapa hari pertama.
Artikel telah ditinjau secara medis oleh drg. Nanditha Puspadewi.
Baru! Pasta Gigi Pepsodent Gum Expert Fresh 100% Terbukti Jaga Gusi Rekat Pada Gigi dengan Sensasi Lebih Segar!