Meski tampak sepele, sariawan di gusi bengkak bisa membuat aktivitas terganggu. Makan salah, ngomong juga terasa sakit. Tapi, tahukah Anda bahwa sariawan di gusi bisa jadi tanda tubuh sedang memberi sinyal tertentu?
Sariawan di gusi bisa terjadi karena ada sesuatu yang tidak seimbang di dalam tubuh Anda. Tapi, apa sebenarnya penyebab gusi bengkak dan sariawan? Berikut beberapa di antaranya:
Banyak orang tidak sadar kalau sariawan bisa muncul hanya karena konsumsi makanan tertentu. Makanan pedas, asin, asam, atau jenis tertentu seperti kacang dan cokelat bisa memicu iritasi pada jaringan gusi. Tidak hanya itu, penggunaan pasta gigi atau obat kumur yang mengandung sodium lauryl sulfate (SLS) juga bisa memperparah iritasi, apalagi kalau Anda punya mulut yang sensitif.
Kebersihan mulut yang kurang terjaga bisa meningkatkan risiko infeksi. Kondisi ini sering dikenal sebagai gingivostomatitis, yakni peradangan yang disebabkan oleh virus atau bakteri yang menyerang jaringan di sekitar gusi. Selain itu, jamur Candida albicans juga bisa berkembang di mulut, terutama jika daya tahan tubuh sedang menurun. Jamur inilah yang sering memicu sariawan dan nyeri.
Jika Anda mengidap diabetes dan kadar gula darah tidak terkontrol, risiko sariawan akan meningkat tajam. Gula yang tinggi dalam air liur bisa membuat jamur Candida tumbuh subur. Selain itu, sistem imun yang melemah akibat diabetes juga membuat tubuh sulit melawan infeksi di mulut. Jadi, bukan hal aneh jika penderita diabetes sering mengeluhkan sariawan di gusi bengkak atau di bagian dalam pipi.
Perubahan hormon juga punya peran besar dalam memicu sariawan, terutama pada wanita. Saat menstruasi, hamil, atau menopause, kadar hormon progesteron meningkat dan memengaruhi sirkulasi darah di gusi. Akibatnya, gusi jadi lebih sensitif, mudah berdarah, dan lebih rentan mengalami gusi bengkak dan sariawan.
Tubuh yang kekurangan nutrisi penting seperti vitamin B12, B3, C, zat besi, asam folat, atau zinc juga rentan terkena sariawan. Nutrisi-nutrisi ini berperan penting dalam menjaga kesehatan jaringan mulut dan mempercepat penyembuhan luka. Kalau Anda sering sariawan padahal sudah menjaga kebersihan mulut, mungkin tubuh Anda sedang kekurangan nutrisi-nutrisi tersebut.
Sariawan bisa muncul hanya karena gusi atau bagian dalam pipi tergigit tanpa sengaja, atau karena menggosok gigi terlalu keras. Pengguna kawat gigi dan gigi palsu juga lebih berisiko karena gesekan yang terjadi secara terus-menerus bisa menyebabkan luka kecil yang kemudian berubah jadi sariawan.
Luka kecil ini awalnya terasa biasa saja. Tapi jika dibiarkan, luka tersebut bisa berkembang menjadi sariawan.
Kalau sariawan tak kunjung sembuh lebih dari dua minggu, ini bisa menjadi sinyal adanya penyakit lain yang lebih serius. Beberapa kondisi seperti lupus, penyakit celiac, sindrom Behcet, hingga kanker mulut bisa menunjukkan gejala awal berupa luka sariawan yang sulit hilang. Karena itu, jangan anggap remeh jika sariawan muncul terus-menerus tanpa sebab yang jelas.
Mencegah sariawan di gusi bisa dilakukan dengan memperhatikan kebiasaan sehari-hari. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:
Rajin menyikat gigi dua kali sehari dengan sikat berbulu lembut, membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi, dan berkumur dengan air bersih atau obat kumur ringan dapat membantu mengurangi penumpukan bakteri yang memicu gusi bengkak dan sariawan.
Tubuh yang kekurangan vitamin B12, B3, C, zat besi, atau zinc lebih rentan mengalami luka di gusi. Mengonsumsi makanan bergizi atau suplemen sesuai anjuran dokter bisa membantu menjaga daya tahan tubuh dan mencegah sariawan gusi bengkak.
Menyikat terlalu keras atau terburu-buru justru bisa merusak gusi dan memicu gusi bengkak dan sariawan. Karena itu, gosok gigi dengan gerakan lembut, perlahan, dan pastikan seluruh bagian mulut terjangkau.
Sariawan di gusi memang bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, rasa nyeri yang muncul sering membuat Anda kesulitan makan, minum, atau bahkan berbicara. Agar sariawan tidak lagi mengganggu, berikut cara mengatasinya:
Saat gusi sedang bermasalah, sebaiknya hindari makanan pedas, asam, atau keras. Sebagai gantinya, pilih makanan lembut yang mudah dikunyah dan tidak melukai gusi.
Meski sedang mengalami sariawan, menjaga kebersihan mulut tetap penting. Gunakan sikat berbulu lembut dan lakukan gerakan menyikat secara perlahan. Perhatikan pula pasta gigi yang Anda gunakan. Hindari produk yang mengandung sodium lauryl sulfate (SLS) karena senyawa ini dapat memicu iritasi dan membuat sariawan di gusi bengkak semakin parah.
Air garam hangat bisa menjadi cara alami untuk meredakan nyeri dan peradangan akibat sariawan. Cobalah berkumur beberapa kali sehari untuk membantu luka di gusi cepat mengempis. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan obat kumur yang mengandung bahan aktif seperti fluocinonide, bensokain, atau hidrogen peroksida. Produk ini membantu mengurangi rasa sakit sekaligus mempercepat proses penyembuhan.
Sariawan di gusi memang menyebalkan. Meski begitu, jangan biarkan rasa nyeri itu mengganggu aktivitas Anda. Kunci untuk mencegah dan mengatasi masalah pada gusi sebenarnya sederhana, yakni rutin merawat kebersihan mulut dengan cara yang tepat.
Sikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi khusus untuk merawat gusi, seperti Pepsodent Gum Expert yang mengandung Active Zinc + Vitamin E dapat membantu meningkatkan kesehatan gusi sekaligus mengurangi peradangan.
Selain itu, pilih sikat gigi yang lembut untuk menjaga gusi sensitif Anda. Pepsodent Nanosoft Sensitive dengan bulu sikat 0.01mm yang 20x lebih lembut dirancang khusus untuk membersihkan gigi dan gusi tanpa menimbulkan iritasi. Dengan kebiasaan sederhana tapi konsisten, gusi tetap sehat dan sariawan pun berkurang
Baru! Pasta Gigi Pepsodent Gum Expert Fresh 100% Terbukti Jaga Gusi Rekat Pada Gigi dengan Sensasi Lebih Segar!