Anda mungkin merasa lega setelah berhasil mengatasi sakit gigi dan menyelesaikan prosedur penambalan. Namun meski sakit gigi mulai menghilang, muncul masalah baru. Gusi bengkak setelah tambal gigi.
Rasa khawatir pasti menghampiri. Apakah ini normal? Apakah prosedur penambalannya bermasalah? Lalu, apa sebenarnya yang membuat area di sekitar tambalan justru meradang, dan kapan Anda harus benar-benar khawatir?
Setelah tambal gigi, tubuh akan menyesuaikan diri dengan kondisi baru di rongga mulut. Jadi wajar jika Anda merasakan ada sesuatu yang tidak nyaman. Berikut beberapa efek yang muncul setelah tambal gigi:
Rasa ngilu saat makan atau minum sesuatu yang panas, dingin, atau manis sering muncul setelah tambal gigi. Biasanya, ini cuma berlangsung 1–2 minggu karena saraf gigi masih menyesuaikan diri. Tapi kalau rasa ngilunya sampai menjalar ke gigi lain, atau bertahan lebih dari dua minggu, bisa jadi ada masalah di lapisan dalam gigi.
Setelah tambal gigi, terkadang Anda akan merasakan nyeri ringan saat menggigit makanan atau ketika gigi yang ditambal bersentuhan dengan gigi lawan. Ini bisa terjadi karena tambalan sedikit lebih tinggi dari seharusnya, hingga membuat tekanan berlebih pada gigi. Biasanya dokter akan melakukan penyesuaian kecil pada permukaan tambalan agar gigitan terasa normal kembali.
Setelah tambal gigi, sebagian orang mengalami pembengkakan ringan pada gusi di sekitar area tambalan. Ini bisa terjadi karena iritasi saat prosedur, atau karena sisa bahan tambal yang mengenai jaringan gusi. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan akan mereda sendiri. Tapi jika pembengkakan semakin besar, muncul benjolan di gusi setelah tambal gigi, atau terasa nyeri hebat, bisa jadi ada peradangan yang perlu segera ditangani.
Meski jarang disadari, bahan tambalan tertentu juga bisa membuat gigi tampak lebih kusam atau sedikit berubah warna dari waktu ke waktu. Warna tambalan yang tidak sama dengan gigi asli juga kadang menimbulkan kesan tidak merata. Karena itu, pastikan Anda menjaga kebersihan mulut agar gigi tetap bersih.
Meski tambal dikenal sebagai prosedur yang aman, beberapa orang justru mengalami keluhan baru setelahnya. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Berikut beberapa penyebab gusi bengkak setelah tambal gigi:
Salah satu penyebab paling umum dari benjolan di gusi setelah tambal gigi adalah infeksi akibat bakteri yang masih tersisa di rongga gigi sebelum ditambal. Begitu tambalan dipasang, bakteri ini terperangkap di dalam dan mulai berkembang biak. Akibatnya, jaringan di sekitar akar gigi menjadi meradang dan menimbulkan abses.
Terkadang, pembengkakan gusi bisa disebabkan karena iritasi fisik selama prosedur tambal gigi. Misalnya, alat bor atau bahan tambal yang mengenai jaringan lunak di sekitar gigi bisa membuat gusi jadi kemerahan dan sedikit membengkak.
Pada sebagian orang, bahan tambal yang digunakan, terutama jenis logam seperti amalgam bisa memicu reaksi alergi. Biasanya ini ditandai dengan gatal, ruam di sekitar mulut, atau gusi terasa terbakar.
Ketika infeksi dari dalam gigi tidak segera ditangani, nanah bisa menumpuk di ujung akar gigi dan menekan jaringan gusi di sekitarnya. Inilah yang disebut abses gigi. Kondisi ini ditandai dengan nyeri berdenyut, rasa pahit di mulut, bahkan pembengkakan kelenjar di leher.
Jika setelah tambal gigi Anda justru mengalami gusi bengkak, jangan anggap sepele. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya:
Jika gusi bengkak, sebaiknya segera temui dokter gigi. Dokter biasanya akan membuka kembali bagian tambalan untuk memberi jalan keluarnya gas dan nanah yang terjebak akibat infeksi. Prosedur ini juga membantu mengurangi tekanan serta rasa nyeri pada gusi yang bengkak.
Setelah pemeriksaan, dokter akan meresepkan antibiotik untuk melawan bakteri penyebab infeksi. Pastikan Anda meminum antibiotik sampai habis, bahkan meski gejala mulai membaik. Menghentikan konsumsi obat terlalu cepat bisa membuat bakteri menjadi resisten dan infeksi berisiko kambuh lagi.
Jika kondisi gusi sudah membaik dan struktur gigi masih kuat, dokter mungkin akan melanjutkan ke tahap perawatan saraf gigi. Perawatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh sumber infeksi benar-benar bersih sebelum gigi ditambal ulang.
Dalam kasus yang lebih berat, infeksi bisa berkembang menjadi kista gigi. Kondisi ini tidak bisa diatasi dengan obat saja dan memerlukan tindakan pembedahan kecil untuk mengangkat kista agar tidak menyebar ke jaringan lain.
Gusi bengkak setelah tambal gigi memang bisa terasa menyakitkan. Untungnya, masalah ini bisa dicegah dengan perawatan gigi dan gusi yang konsisten setiap hari.
Mulailah dengan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi yang memang diformulasikan khusus untuk kesehatan gusi. Anda bisa menggunakan Pepsodent Gum Expert yang mengandung Active Zinc dan Vitamin E. Kombinasi ini efektif untuk menjaga kekuatan gusi, mengurangi peradangan, serta membantu mencegah munculnya masalah seperti gusi bengkak atau berdarah.
Untuk hasil yang lebih maksimal, padukan dengan sikat gigi Pepsodent Nanosoft Sensitive yang punya bulu sikat ultra lembut berdiameter hanya 0,01 mm. Desainnya dirancang khusus untuk membersihkan sela gigi dan area gusi sensitif tanpa menimbulkan rasa ngilu.
Baru! Pasta Gigi Pepsodent Gum Expert Fresh 100% Terbukti Jaga Gusi Rekat Pada Gigi dengan Sensasi Lebih Segar!