Gusi bengkak warna putih jelas bukan hal yang biasa. Kondisi ini seringkali diikuti rasa tidak nyaman, bahkan nyeri yang cukup menyakitkan. Saat dihadapkan pada kondisi seperti ini, pertanyaan mulai muncul dalam benak Anda. Apakah ini hal yang biasa atau justru merupakan tanda bahaya?
Benjolan putih di gusi bisa terjadi karena beberapa alasan. Beberapa alasan mungkin terdengar tidak begitu mengkhawatirkan. Meski begitu, bukan berarti Anda bisa meremehkan. Berikut beberapa penyebab kenapa gusi bengkak warna putih:
Kalau tubuh kekurangan sel darah merah sehat, otomatis suplai oksigen ke seluruh jaringan ikut berkurang, termasuk ke gusi. Akibatnya, warna gusi bisa berubah jadi lebih pucat atau keputihan. Kondisi ini biasanya terjadi karena kekurangan zat besi atau vitamin B12. Jadi, kalau gusi terlihat lebih putih dari biasanya dan Anda sering merasa lelah, bisa jadi tubuh sedang butuh nutrisi tambahan.
Ini adalah salah satu penyebab paling umum gusi membengkak dan berubah warna. Biasanya, penumpukan plak dan bakteri di garis gusi membuat jaringan gusi meradang, terasa nyeri, bahkan mudah berdarah. Kalau dibiarkan, radang gusi bisa berkembang jadi infeksi yang lebih serius dan berisiko membuat gigi goyang.
Sariawan memang kecil, tapi rasanya jelas sangat mengganggu. Luka kecil berwarna putih dengan pinggiran kemerahan ini kadang muncul di gusi dan membuat susah makan. Biasanya, kondisi ini sembuh sendiri dalam beberapa hari. Tapi kalau lebih dari dua minggu tidak kunjung hilang, sebaiknya periksa ke dokter untuk memastikan bukan tanda infeksi yang lebih serius.
Kalau benjolan di gusi terasa nyut-nyutan, berisi nanah, dan membuat mulut bau tidak sedap, kemungkinan besar itu abses gusi. Kondisi ini muncul karena infeksi bakteri yang membentuk kantung nanah di jaringan gusi. Jika mengalami ini, jangan tunggu pecah sendiri. Abses harus segera ditangani dokter agar infeksi tidak menyebar ke area lain.
Pernah punya kebiasaan menggigit bibir atau pipi bagian dalam? Kebiasaan itu bisa memicu mukokel, yaitu benjolan berisi cairan yang kadang muncul di gusi. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan bisa hilang sendiri. Tapi kalau benjolan semakin besar atau terasa nyeri, sebaiknya diperiksa agar tak berkembang jadi infeksi.
Kalau Anda merokok atau sering mengunyah tembakau, waspadai munculnya leukoplakia, atau bercak putih tebal yang menempel di gusi atau dinding mulut. Meski umumnya jinak, dalam beberapa kasus kondisi ini bisa menjadi tanda prakanker. Karena itu, jangan ragu untuk memeriksakan diri jika bercak tak kunjung hilang.
Meski jarang, benjolan putih di gusi bisa juga menjadi tanda kanker mulut. Ciri-cirinya adalah bercak putih, merah, atau benjolan kecil yang tidak sembuh-sembuh. Karena gejalanya sering samar, sebaiknya lakukan pemeriksaan segera setelah menemukan perubahan aneh di area mulut.
Sebenarnya tidak ada cara khusus untuk menjaga kesehatan gusi. Anda bisa melakukannya dengan cara-cara sederhana. Untuk lebih jelasnya, berikut cara mengatasi gusi bengkak warna putih:
Menyikat gigi dua kali sehari memang penting. Tapi cara menyikatnya jauh lebih menentukan hasil.
Gunakan metode Bass 45°, yaitu dengan memposisikan sikat pada sudut 45 derajat di antara gigi dan gusi. Gerakkan perlahan dengan pola melingkar kecil agar bulu sikat bisa membersihkan plak di sela gigi sekaligus memijat gusi. Hindari menyikat terlalu keras, karena justru bisa melukai jaringan gusi.
Tidak semua pasta gigi memiliki kandungan yang baik untuk gusi. Pilih pasta gigi dengan zinc trihydrate untuk melawan bakteri penyebab plak dan peradangan, serta vitamin E yang membantu regenerasi jaringan dan menjaga kelembapan gusi. Kombinasi dua bahan ini efektif untuk menjaga gusi tetap sehat dan mempercepat pemulihan jika sudah terlanjur bengkak.
Biasakan periksa gigi setiap enam bulan sekali. Dokter bisa mendeteksi tanda-tanda awal peradangan, infeksi, atau perubahan warna pada gusi sebelum berkembang menjadi masalah serius. Jika Anda sudah mengalami gusi bengkak atau bercak putih, pemeriksaan profesional adalah langkah terbaik untuk mengetahui penyebab pastinya.
Gusi yang sehat juga butuh nutrisi. Untuk itu, perbanyak konsumsi makanan kaya zat besi, vitamin C, dan vitamin B12 untuk membantu pembentukan sel darah merah dan menjaga daya tahan jaringan gusi. Selain itu, minum air putih yang cukup juga akan sangat membantu menjaga kelembapan mulut dan mencegah bakteri berkembang biak.
Setiap perubahan pada gusi adalah sinyal bahwa tubuh sedang butuh perhatian lebih. Jika gusi belakang bengkak warna putih, jangan tunggu sampai parah. Untuk mencegah dan mengatasi masalah tersebut, rawat gusi Anda dengan cara menyikat gigi secara rutin dua kali sehari menggunakan pasta gigi dan sikat gigi yang tepat.
Gunakan Pepsodent Gum Expert dengan formulasi Active Zinc + Vitamin E yang mampu membantu mengurangi peradangan serta menjaga jaringan gusi tetap sehat dan lembap. Lengkapi juga dengan sikat gigi Pepsodent Nanosoft Sensitive yang memiliki bulu sikat ultra lembut 0.01mm. Bulu sikatnya 20 kali lebih lembut dibanding sikat biasa dan dirancang khusus untuk membersihkan gigi dan gusi sensitif tanpa melukai jaringan halus di sekitarnya.
Baru! Pasta Gigi Pepsodent Gum Expert Fresh 100% Terbukti Jaga Gusi Rekat Pada Gigi dengan Sensasi Lebih Segar!