Ketahui Penyebab Gusi Bengkak Saat Hamil

Gusi Sering Berdarah? Sudahkah Kamu Menyikat Gigi dengan Tepat?

Gusi berdarah adalah masalah gusi yang paling umum terjadi. Biasanya masalah ini tidak berbahaya dan mudah diatasi, salah satunya dengan pasta gigi untuk gusi berdarah. Namun gusi berdarah juga bisa menjadi indikasi masalah kesehatan yang lebih serius. Apa yang menyebabkan gusi berdarah terus? Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Gusi berdarah bisa disebabkan oleh berbagai hal, di antaranya:

1. Kekurangan vitamin C dan K

Gusi berdarah tidak cuma terjadi akibat masalah kesehatan pada gigi dan mulut. Kalau kamu kekurangan vitamin C dan vitamin K, gusi berdarah bisa jadi salah satu gejalanya. Jadi, pastikan asupan nutrisi vitamin C dari makanan seperti brokoli, strawberry, jeruk, dll, dan asupan nutrisi vitamin K dari makanan seperti bayam, kale, kacang kedelai, dll.

2. Gingivitis

Plak yang menumpuk pada tepi gusi akan menyebabkan peradangan gusi (gingivitis). Ciri-ciri gusi yang mengalami gingivitis adalah bengkak, kemerahan, bentuk membulat, dan mudah berdarah. Menyikat gigi secara rutin dengan cara yang benar, melengkapi kebiasaan menyikat gigi dengan berkumur dan flossing dengan benang gigi, serta kunjungan rutin ke dokter gigi adalah beberapa cara untuk mencegah gingivitis.

3. Periodontitis

Pada dasarnya, Periodontitis merupakan peradangan pada area pendukung gigi. Periodontitis dapat diawali oleh gingivitis yang berkepanjangan dan tidak diatasi. Apabila periodontitis tidak diatasi, keluhan yang sering muncul adalah rasa sakit saat mengunyah, gigi goyah. dan gigi tanggal. (Source: Reddy. T., et al, 2020, Gingival bleeding, European Journal of Molecular & Clinical Medicine, 7(2): 6649-6654.)

4. Menyikat gigi terlalu keras

Gusi berdarah juga bisa terjadi bila kamu menyikat gigi terlalu keras atau menggunakan sikat gigi yang terlalu keras. Jadi, pemilihan sikat gigi yang tepat dan cara menyikat gigi yang benar juga merupakan cara mencegah masalah gusi berdarah.

***

Menyikat gigi secara rutin, setidaknya 2 kali sehari, merupakan langkah paling sederhana untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut dan termasuk langkah untuk menjaga agar gusi tidak berdarah. 

Tapi kebiasaan menyikat gigi ini juga harus dilengkapi dengan langkah-langkah yang akan membantu kamu mencegah masalah gusi berdarah, di antaranya:

1. Gunakan sikat gigi dengan bulu sikat lembut

Bulu sikat yang terlalu kasar bisa membuat gusi terluka dan berdarah. Jadi, pilihlah sikat gigi yang lembut. Gantilah juga sikat gigimu yang sudah mulai rusak secara rutin untuk menjaga kesehatan gigi dan mulutmu.

2. Pilih sikat gigi dengan kepala sikat kecil

Kepala sikat gigi yang terlalu besar membuatmu sulit menjangkau seluruh bagian mulut. Pilihlah kepala sikat gigi yang kecil untuk membersihkan gigi secara lebih menyeluruh.

3. Berkumur dengan cairan pembersih gigi dan mulut

Cairan pembersih gigi dan mulut membantu meminimalisir pembentukan plak dalam mulut. Bila plak tidak terbentuk, resiko gingivitis dan gusi berdarah pun bisa dikurangi. Masalah bau mulut juga bisa dihindari.

4. Gosok gigi secara perlahan

Menyikat gigi dengan benar bukan berarti gigi harus disikat dengan keras, lho. Kebiasaan menyikat gigi terlalu keras justru bisa mengikis email gigi dan membuat gusi berdarah. Pastikan seluruh permukaan gigi disikat dengan lembut namun menyeluruh agar plak dan kotoran yang menempel pada gigi telah dibersihkan dengan baik.

5. Posisikan sikat gigi dengan tepat

Genggam sikat gigi, lalu letakkan bulu sikat gigi pada permukaan gigi dekat tepi gusi dengan posisi sikat agak miring membentuk sudut 45°. Jadi, kamu tidak menempelkan keseluruhan permukaan bulu sikat di gigi.

6. Sikat dengan gerakan yang tepat

Mulailah menyikat gigi dari sisi depan gigi di salah satu sisi mulut. Mulailah dengan gerakan melingkar berlawanan jarum jam selama 20 detik untuk setiap bagian. Gerakan melingkar ini berfungsi agar bulu sikat dapat membersihkan plak yang terselip di celah gigi dan gusi.

Setelah sisi depan dibersihkan, sikatlah gigi bagian belakang, sisi atas dan bawah, dengan gerakan maju mundur secara perlahan. Pastikan semua permukaan gigi sudah disikat, sehingga plak atau sisa makanan yang menempel di gigi bisa hilang.

Bagian gigi yang kerap terlewat untuk disikat adalah sisi dalam gigi seri, baik atas maupun bawah. Untuk menyikat bagian gigi ini, kamu harus memegang sikat gigi secara vertikal. Gunakan ujung kepala sikat gigi untuk menyikat dengan gerakan ke atas dan bawah. Pastikan sikat gigi yang digunakan dapat mempermudahmu mencapai bagian belakang gigi.

***

Bila kamu mencari sikat gigi terbaik untuk mencegah masalah gusi berdarah, Sikat Gigi Pepsodent Nanosoft Sensitive perlu kamu coba. Dengan bulu sikat tipis 0.01 mm, bulu sikat ekstra lembut ini mampu membersihkan sela-sela gigi dengan maksimal tanpa melukai gusi. Leher sikatnya yang berlekuk 3 juga dapat membantu dalam menjangkau bagian belakang gigi*.

Untuk mencegah masalah gusi berdarah, kebiasaan menyikat gigi secara rutin sebaiknya dibarengi dengan cara dan alat yang tepat. Langkah ini mungkin terlihat sederhana, tapi efektif.

 

Artikel telah ditinjau oleh drg.Nanditha Puspadewi 

 

Sumber:

  • https://www.healthline.com/health/how-to-stop-bleeding-gums

  • https://itjen.kemdikbud.go.id/covid19/mengapa-gusi-sering-berdarah-saat-sikat-gigi/

  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/324613#_noHeaderPrefixedContent

  • https://www.tanyapepsodent.com/tips-kesehatan-gigi/kesehatan-gusi-dan-mulut/gusi-berdarah-enam-penyebab-paling-umum.html

  • https://www.webmd.com/oral-health/bleeding-gums-other-conditions