Gusi geraham belakang bengkak membuat semuanya terasa tidak enak. Makan jadi tidak nyaman, buka mulut terasa berat, bahkan kadang nyerinya menjalar sampai kepala. Banyak orang mengira ini masalah sepele. Padahal, gusi geraham belakang bengkak sering kali jadi sinyal awal dari masalah yang lebih serius.
Jawaban singkatnya adalah iya. Area geraham, terutama geraham paling belakang adalah zona rawan. Letaknya paling ujung, sulit dijangkau sikat gigi, dan sering jadi tempat sisa makanan bersembunyi. Di sinilah bakteri paling betah berkembang.
Selain itu, banyak orang baru menyadari masalah saat rasa sakit sudah muncul. Padahal, pembengkakan gusi biasanya tidak terjadi dalam semalam. Ada proses pelan-pelan yang sering luput dari perhatian.
Sebelum membahas penyebabnya, ada satu hal penting yang perlu Anda pahami. Pembengkakan adalah reaksi alami tubuh saat ada tekanan, iritasi, atau infeksi di area tersebut. Masalahnya, karena letaknya tersembunyi dan sulit dilihat langsung, banyak orang baru menyadarinya saat rasa nyeri sudah cukup mengganggu. Lalu, apa saja penyebabnya?
Gigi bungsu tumbuh paling akhir, biasanya saat rahang sudah penuh. Karena tumbuh terakhir, gigi ini sering kekurangan ruang untuk tumbuh dengan normal.
Saat gigi bungsu mendorong gusi dari bawah, tekanan ini memicu pembengkakan dan rasa nyeri. Kondisinya bisa makin parah jika gigi hanya tumbuh sebagian. Gusi di sekitarnya pun jadi mudah iritasi dan rentan mengalami infeksi.
Perikoronitis adalah peradangan gusi di sekitar gigi yang sedang tumbuh, dan paling sering menyerang area gigi bungsu. Ketika sebagian gigi tertutup gusi, celah kecil yang sulit dibersihkan terbentuk. Sisa makanan dan bakteri pun menumpuk di sana.
Awalnya mungkin hanya terasa tidak nyaman. Tapi, lama-kelamaan bisa berkembang menjadi nyeri hebat. Lebih parahnya lagi, banyak orang baru sadar saat infeksinya sudah cukup parah.
Impaksi terjadi ketika gigi tidak bisa tumbuh sempurna karena terhalang gigi lain atau tulang rahang. Posisi gigi bisa miring, bahkan terpendam di dalam gusi. Kondisi ini menciptakan area yang sulit dijangkau sikat gigi.
Kondisi ini menyebabkan bakteri mudah berkembang hingga memicu peradangan. Pada tahap tertentu, impaksi bahkan bisa memicu nyeri berulang dan infeksi kronis.
Tidak semua pembengkakan di area geraham belakang berkaitan dengan gigi bungsu. Kebiasaan membersihkan gigi yang kurang optimal juga punya peran yang cukup besar.
Area belakang mulut sering kali terlewat saat menyikat gigi. Jadi, plak menumpuk lebih cepat. Plak yang dibiarkan akan memicu gingivitis yang ditandai dengan gusi merah, bengkak, dan mudah berdarah.
Gusi bengkak di gigi geraham paling belakang tidak harus selalu ditangani dengan tindakan medis berat. Ada langkah-langkah sederhana yang bisa Anda lakukan untuk meredakan keluhan sekaligus mencegahnya bertambah parah. Berikut beberapa caranya:
Menyikat gigi dua kali sehari memang terdengar klise. Tapi untuk mengatasi gusi belakang bengkak, kuncinya ada pada caranya.
Untuk menjangkau gigi geraham bagian belakang, gunakan sikat gigi berbulu lembut dan arahkan ujung sikat secara perlahan ke bagian belakang mulut. Jangan terburu-buru. Membersihkan dengan tekanan terlalu kuat justru bisa memperparah iritasi gusi.
Berkumur bukan sekadar pelengkap setelah menyikat gigi. Larutan antiseptik seperti air garam hangat dapat membantu meredakan peradangan ringan dan menghambat pertumbuhan bakteri.
Selain air garam, obat kumur antiseptik bebas alkohol juga bisa jadi pilihan untuk menjaga kebersihan area yang sulit dijangkau. Pastikan saja untuk melakukannya secara rutin, terutama saat gusi sedang terasa sensitif.
Jika pembengkakan disertai nyeri yang mengganggu, kompres dingin dari luar pipi bisa membantu. Kompres dingin bisa mengurangi aliran darah ke area yang meradang sehingga pembengkakan dan rasa sakit sedikit mereda. Meski sifatnya sementara, cara ini cukup efektif untuk membuat Anda merasa lebih nyaman.
Obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen bisa digunakan jika rasa sakit sudah sulit ditahan. Obat ini membantu mengurangi peradangan dan nyeri. Tapi ingat, ini bukan solusi utama.
Obat pereda nyeri hanya membantu meredakan gejala, bukan mengatasi sumber masalahnya. Jika nyeri terus kembali setelah efek obat hilang, itu tanda Anda perlu mengambil langkah lain yang lebih serius.
Jika gusi bengkak di gigi geraham paling belakang tidak kunjung membaik dalam beberapa hari, segera periksakan diri ke dokter gigi. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah ada infeksi, impaksi gigi, atau masalah lain yang membutuhkan penanganan khusus.
Mencegah dan mengatasi masalah gusi tidak selalu rumit. Mulailah dengan menyikat gigi secara rutin dua kali sehari menggunakan pasta gigi yang memang dirancang khusus untuk merawat gusi.
Pasta gigi seperti Pepsodent Gum Expert dengan formulasi Active Zinc + Vitamin E membantu meningkatkan kesehatan gusi sekaligus mengurangi peradangan, termasuk di area geraham belakang yang rawan bermasalah. Selain membersihkan, pasta gigi ini juga mampu memberi perlindungan ekstra pada jaringan gusi.
Untuk Anda yang memiliki gusi sensitif, memilih sikat gigi yang tepat juga bisa membuat perbedaan besar. Anda bisa menggunakan Pepsodent Nanosoft Sensitive. Sikat gigi ini dibuat dengan bulu sikat 20 kali lebih lembut dan ketebalan 0,01 mm yang dirancang untuk membersihkan gigi dan gusi secara maksimal tanpa menambah iritasi. Dengan kebiasaan yang tepat dan produk perawatan yang sesuai, masalah gusi bengkak bisa saja dihindari.
Baru! Pasta Gigi Pepsodent Gum Expert Fresh 100% Terbukti Jaga Gusi Rekat Pada Gigi dengan Sensasi Lebih Segar!