Gusi robek, mendengarnya saja sudah terdengar mengerikan. Apalagi jika sampai mengalaminya sendiri. Banyak orang mulai bertanya-tanya.
Apakah ini kondisi serius, apakah bisa sembuh sendiri, atau justru ada masalah lain di dalam mulut? Kekhawatiran ini wajar. Karena bagaimanapun juga, luka di gusi jelas bisa mengganggu aktivitas jika tidak segera ditangani.
Banyak yang mengaitkan masalah gigi robek dengan tumbuhnya gigi geraham. Fenomena gusi sobek gigi geraham tumbuh memang sering terjadi. Namun di samping itu, ada beberapa penyebab lain yang juga perlu dipahami.
Ini termasuk penyebab yang paling sering terjadi. Makanan keras, tajam, atau terlalu renyah seperti keripik, tulang kecil, atau kerupuk bisa melukai gusi, terutama jika mengenai area gusi belakang. Biasanya, ini terjadi karena posisi mengunyah yang salah atau karena makan terlalu tergesa-gesa.
Banyak orang berpikir menyikat gigi itu harus kuat agar bersih total. Padahal, gusi itu jaringan yang lembut. Jika sikat ditekan terlalu kencang atau digerakkan dengan kasar, gusi bisa teriritasi, bahkan robek. Apalagi kalau sikat gigi yang digunakan berbulu keras atau sudah mulai mekar.
Ini juga sering menjadi penyebab gusi sobek, terutama pada geraham bungsu. Saat gigi geraham tumbuh tidak sempurna atau miring, gusi di sekitarnya bisa tertarik, terjepit, atau sering bergesekan dengan makanan. Akibatnya, gusi mudah luka dan terasa nyeri.
Saat gusi mengalami peradangan, kondisinya akan menjadi lebih sensitif. Sedikit gesekan saja bisa menyebabkan luka. Radang gusi juga bisa membuat jaringan gusi lebih mudah berdarah. Jika kebersihan mulut tidak dijaga dengan baik, proses penyembuhannya bahkan jadi lebih lambat.
Luka di gusi tidak selalu berbentuk robekan besar. Sariawan yang muncul di area gusi juga bisa terasa seperti gusi robek karena rasa perih yang sangat mengganggu. Biasanya, ini disebabkan oleh daya tahan tubuh yang menurun, stres, atau kebersihan mulut yang kurang optimal.
Kurangnya vitamin, terutama vitamin C dan K bisa membuat gusi jadi lebih rapuh. Apalagi jika ditambah kebiasaan merokok atau konsumsi alkohol yang berlebihan. Keduanya bisa memperlambat proses pemulihan gusi dan membuat luka lebih mudah terjadi.
Gusi robek apakah bisa sembuh? Saat mengalami masalah ini, jangan panik dan jangan menyepelekannya. Meski terlihat sepele, perawatan yang tepat bisa mempercepat penyembuhan dan mencegah luka semakin parah. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan.
Selama gusi masih luka, sebaiknya hindari makanan keras, pedas, asam, dan terlalu panas. Jenis makanan ini bisa memperparah iritasi dan membuat luka terasa lebih perih. Pilih makanan yang teksturnya lembut agar gusi tidak terus dipaksa bekerja saat proses penyembuhan.
Air garam adalah solusi sederhana tapi cukup efektif. Berkumur menggunakan air garam hangat bisa membantu membersihkan sisa makanan, mengurangi bakteri, dan meredakan peradangan pada gusi. Lakukan ini sebanyak 2–3 kali sehari, terutama setelah makan agar area luka tetap bersih.
Jika gusi robek disertai nyeri atau bengkak, kompres dengan es untuk membantu meredakan rasa nyeri. Tempelkan kompres di bagian luar pipi, tepat di area gusi yang terasa sakit. Cara ini bisa membantu mengurangi pembengkakan dan membuat rasa nyeri lebih terkendali.
Luka di gusi bukan alasan untuk berhenti menyikat gigi. Agar tidak terjadi infeksi yang lebih parah, kebersihan mulut harus tetap dijaga. Hanya saja, gunakan sikat gigi berbulu halus dan sikat dengan tekanan ringan, terutama di sekitar area gusi yang robek.
Obat kumur antiseptik bisa membantu membunuh bakteri penyebab infeksi. Namun, pastikan Anda memilih obat kumur yang tidak mengandung alkohol agar tidak menimbulkan rasa perih berlebihan.
Proses penyembuhan gusi sangat dipengaruhi oleh nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Karena itu, perbanyak konsumsi buah dan sayur yang mengandung vitamin C dan K untuk membantu regenerasi jaringan gusi. Selain itu, minum air putih yang cukup agar mulut tidak kering.
Jika setelah beberapa hari luka tidak kunjung membaik, sebaiknya Anda segera periksa ke dokter gigi. Ini harus dilakukan, terutama jika penyebabnya karena gigi geraham tumbuh. Dalam kondisi seperti ini, biasanya ada penanganan khusus yang harus segera dilakukan.
Gusi jelas tidak tiba-tiba bermasalah. Semua itu terjadi karena ada kebiasaan kecil di baliknya. Karena itu, fokus pada perawatan rutin jauh lebih penting daripada sekadar mengobati saat sudah terasa sakit.
Mulailah dengan yang paling dasar, yakni menyikat gigi secara rutin dua kali sehari dengan lembut. Menggunakan pasta gigi khusus perawatan gusi seperti Pepsodent Gum Expert dengan formulasi Active Zinc + Vitamin E jelas akan sangat membantu menjaga kesehatan gusi dan mengurangi peradangan. Jadi, gusi tidak mudah luka.
Sikat gigi yang Anda pilih juga punya pengaruh besar. Gusi sensitif membutuhkan bulu sikat yang sangat halus agar tetap bersih tanpa menyebabkan iritasi. Untuk yang satu ini, Pepsodent Nanosoft Sensitive dengan bulu 0.01 mm yang 20 kali lebih lembut bisa membantu membersihkan gigi dan gusi secara optimal tanpa menyakiti jaringan gusi.
Selalu ingat. Asal dirawat dengan benar dan dilakukan secara konsisten, masalah gusi pasti bisa diatasi.
Baru! Pasta Gigi Pepsodent Gum Expert Fresh 100% Terbukti Jaga Gusi Rekat Pada Gigi dengan Sensasi Lebih Segar!