8 Makanan yang Cocok Untuk Orang Sakit Gigi

Bau Mulut Tak Sedap Bisa Jadi Gejala Halitosis, Kenali di Sini!

Penampilan menarik bukan sekadar tentang paras rupawan dan pakaian modis. Ada berbagai hal lainnya yang penting untuk mendukung penampilan, termasuk aroma mulut. Bau mulut atau halitosis adalah salah satu biang keladi penyebab minder yang membuat pengidapnya tidak percaya diri sewaktu beraktivitas dengan orang lain. 

Masalah bau mulut tersebut tentu harus mendapatkan penanganan serius supaya tak kunjung berlarut-larut. Kenali penyebab halitosis dan cara efektif untuk menghilangkannya sehingga Anda senantiasa terbebas dari gangguan kesehatan tersebut. 

Apa yang Dimaksud dengan Halitosis? 

Halitosis adalah istilah medis yang digunakan untuk menyebut bau mulut. Gangguan kesehatan mulut ini terjadi akibat kemunculan zat Volatile Sulfur Compound (VSCs), seperti hidrogen sulfida, dimetil sulfida, dan metil mercaptan. 

Jenis halitosis dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: 

  • Genuine halitosis: terjadi karena faktor patologis (misalnya karang gigi dan radang gusi) dan faktor fisiologis (misalnya mengonsumsi makanan dengan aroma menyengat, seperti bawang, petai, dan jengkol). 

  • Pseudohalitosis: bau yang dirasakan diri sendiri, tetapi tidak terdeteksi orang lain. 

  • Halitophobia: prasangka yang merasa bahwa mulut sendiri berbau meskipun orang lain justru tidak dapat mencium baunya.  

Bermacam-macam Penyebab Halitosis 

Jika ditinjau berdasarkan penyebabnya, halitosis adalah gangguan kesehatan mulut yang kompleks karena bisa terjadi karena beberapa hal berikut ini: 

  • Mulut kering: Keberadaan air liur dalam rongga mulut sangat esensial untuk membersihkan mulut secara alami. Kondisi mulut kering akibat produksi air liur menurun dapat memicu perkembangbiakan bakteri penyebab bau mulut, antara lain Porphyromonas gingivalis, Actinomyces odontolycus, dan Enterobacteriaceae. 

  • Kebersihan mulut kurang terjaga: keadaan mulut yang kotor bukan sekadar memicu bakteri penyebab gigi berlubang, melainkan juga bakteri penyebab bau mulut. Sisa-sisa makanan yang tertinggal di gigi adalah sumber makanan yang mendukung perkembangbiakan bakteri di mulut. Oleh sebab itu, kebersihan mulut yang kurang terjaga membuat risiko halitosis semakin besar.  

  • Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol: bukan rahasia lagi kalau merokok dan mengonsumsi alkohol dapat mendatangkan banyak dampak buruk bagi kesehatan gigi dan mulut. Dua aktivitas tersebut dapat mengurangi produksi air liur sehingga mulut jadi kering. Bahkan, zat-zat kimia dari rokok membuat bau mulut semakin tak sedap. Bila hal ini terjadi terus-menerus, maka risiko halitosis pun akan mengganggu kesehatan mulut. 

  • Konsumsi jenis makanan tertentu: beberapa jenis makanan, seperti aneka bawang, keju, petai, dan jengkol dapat menimbulkan bau menyengat pada mulut setelah disantap. Bau mulut akan berangsur-angsur parah bila sisa-sisa makanan tersebut tertinggal karena Anda tidak menyikat gigi secara menyeluruh. 

  • Pola makan: diet rendah karbohidrat membuat tubuh mendapatkan suplai energi dari cadangan lemak. Proses tersebut menghasilkan senyawa keton yang menimbulkan bau mulut tak sedap. 

  • Infeksi mulut: beberapa infeksi mulut seperti sariawan, radang gusi (gingivitis), periodontitis dan abses gigi (nanah di sekitar akar gigi) juga berisiko memicu halitosis.  

  • Konsumsi obat-obatan tertentu: obat yang berasal dari golongan antihistamin, antidepresan, dan diuretik menimbulkan efek samping berupa mulut kering yang turut memicu halitosis. Masalah halitosis akibat efek obat-obatan akan hilang bila konsumsi obat tersebut dihentikan. 

Cara Menghilangkan Halitosis 

Setelah mengetahui kalau halitosis adalah salah satu biang keladi pengganggu rasa percaya diri, tentu Anda bertekad mengatasinya sampai tuntas. Kenali dulu penyebab halitosis secara detail agar dapat menentukan langkah penanganan yang tepat. Beberapa cara menghilangkan halitosis yang bisa Anda lakukan dengan mudah adalah sebagai berikut: 

  • Mengatasi infeksi mulut secara serius: bau mulut yang disebabkan infeksi bisa diatasi dengan proses pengobatan. Cobalah berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mendapatkan solusi terbaik bagi masalah kesehatan tersebut. Kondisi mulut yang kembali sehat membuat Anda terbebas dari bau mulut tak sedap.  

  • Menghentikan konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok: kalau halitosis terjadi karena mengonsumsi alkohol dan merokok, maka sebaiknya Anda menghentikan dua kebiasaan tersebut. Kesehatan mulut akan berangsur-angsur pulih setelah berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol sehingga masalah bau mulut tak sedap pun tidak mengganggu lagi. 

  • Mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup: mulut kering yang memicu halitosis dapat ditanggulangi dengan cara mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup. Asupan air akan membantu menstimulasi produksi air liur secara alami. Rongga mulut yang memiliki pasokan air liur dalam jumlah akan terhindar dari kontaminasi bakteri penyebab bau mulut. 

  • Menghentikan konsumsi makanan penyebab bau mulut: masalah halitosis juga dapat diatasi dengan berhenti mengonsumsi makanan penyebab bau mulut. Sebagai gantinya, Anda disarankan mengonsumsi makanan dan minuman yang kaya kandungan air, serat, serta anti bakteri alami, seperti timun, apel, teh hijau, dan jahe. 

  • Menyikat gigi secara teratur: cara menghilangkan halitosis yang paling mudah karena dapat dilakukan sendiri di rumah adalah menyikat gigi secara teratur. Mulailah membiasakan diri menyikat gigi dua kali sehari, yaitu pagi hari setelah makan dan malam hari sebelum tidur. Gunakan pasta gigi berkualitas untuk memaksimalkan kebersihan gigi dan mulut, salah satunya yaitu Pasta Gigi Pepsodent Complete 8 Herbal. Kandungannya terdiri dari daun sirih yang dikenal sebagai anti bakterial alami agar gigi dan mulut tetap sehat. Pasta Gigi Pepsodent Complete 8 Herbal juga mengandung garam yang bermanfaat bagi mulut serta jeruk nipis yang membuat napas segar. Kandungan bahan-bahan alami dalam produk pasta gigi Pepsodent tersebut siap membantu merawat kesehatan gigi dan mulut sehingga mulut adem dan napas segar. 

  • Menggunakan obat kumur: lengkapi manfaat menyikat gigi secara teratur dengan menggunakan obat kumur secara rutin. Kini, Pepsodent mempersembahkan Obat Kumur Pepsodent Mouthwash Herbal Natural Anti Bakteri yang siap membantu membersihkan gigi dan mulut secara maksimal. Formulanya tidak mengandung alkohol sehingga halal dan nyaman di mulut. Penggunaan Obat Kumur Pepsodent Mouthwash Herbal Natural Anti Bakteri dapat membantu menyingkirkan sisa-sisa kotoran yang masih tertinggal usai menyikat gigi. 

  

Tak perlu berkecil hati bila Anda sedang mengalami halitosis sebab gangguan kesehatan mulut tersebut bisa diatasi sampai tuntas. Kembalikan napas segar Anda dengan menjalani pola hidup sehat serta menjaga kebersihan gigi dan mulut secara telaten. 

Jika Anda memiliki pertanyaan atau masalah terkait kesehatan gigi dan mulut, Pepsodent menyediakan konsultasi kesehatan gigi dan mulut GRATIS via ponsel. Tanyakan semua hal mengenai kesehatan gigi dan mulut pada dokter gigi melalui layanan konsultasi gratis kami dengan klik link berikut ini: http://bit.ly/Teledentistry-2023

Anda dapat memilih berkonsultasi langsung dengan Dokter Gigi saat online hour (08.00-21.00 WIB) atau dapatkan informasi kesehatan gigi dan mulut yang telah direkomendasikan oleh PDGI saat offline hour (21.00 – 08.00 WIB). 

Artikel telah ditinjau oleh drg. Nanditha Puspadewi 

 

Referensi: 

  • alodokter.com/bau-mulut-halitosis  
  • alomedika.com/penyakit/kesehatan-gigi-dan-mulut/halitosis  
  • halodoc.com/kesehatan/bau-mulut-halitosis  
  • hellosehat.com/gigi-mulut/gusi-mulut/bau-mulut/ 
  • primayahospital.com/gigi/bau-mulut/  
  • yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1465/halitosis-bau-mulut