Pernahkah Anda selesai menyikat gigi merasa mulut sudah segar tapi beberapa jam kemudian, ketika berbicara dengan teman atau kolega, mereka memberi kode atau Anda sendiri mencium napas yang sedikit memalukan? Ternyata, meski Anda sudah rajin menjaga kebersihan mulut, masalah seperti ini masih bisa muncul. Anda pun mulai skeptis. Kalau sudah sikat gigi tapi masih bau mulut, lalu apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya?
Bau mulut jelas bukan masalah yang muncul begitu saja. Ada beberapa hal yang memicunya. Berikut beberapa di antaranya:
Air liur sebenarnya punya tugas membilas sisa makanan, hingga menjaga agar gusi dan gigi tetap sehat. Ketika produksi air liur menurun, entah itu karena kurang minum, obat-obatan, atau tidur dengan mulut terbuka, bakteri penyebab bau punya lahan subur. Jadi jika mulut Anda kering, bau mulut bisa saja Anda alami, bahkan meski Anda sudah rajin menggosok gigi.
Menyikat gigi saja belum cukup. Jika masih ada sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi atau di permukaan lidah, semua itu bisa jadi tempat berkembangnya bakteri. Ketika bakteri ini memecah sisa makanan, di saat itulah mereka akan menghasilkan senyawa belerang yang memiliki aroma kuat.
Lubang gigi atau gusi yang bermasalah tidak hanya menyebabkan nyeri. Masalah ini juga bisa membuat bakteri penyebab bau mulut tumbuh subur. Saat kondisi ini tidak ditangani dengan baik, Anda bisa saja mengalami bau mulut meski sudah membersihkan gigi secara rutin.
Bukan cuma mulut yang jadi sumber masalah. Jika Anda memiliki refluks asam lambung, sinusitis, atau bahkan kondisi ginjal/hati tertentu, masalah bau mulut bisa saja muncul. Jadi kalau Anda merasa sudah sikat gigi tapi masih bau mulut, mungkin akar masalahnya ada di sini.
Dua kebiasaan ini bisa jadi sumber masalah bau mulut. Nikotin dan tar dalam rokok bisa menempel di jaringan mulut, lidah, serta gigi. Inilah yang kemudian meninggalkan aroma khas yang sulit dihilangkan bahkan dengan pasta gigi. Selain itu, rokok juga membuat mulut jadi kering dan memperparah kondisi bakteri penyebab bau.
Alkohol juga bekerja dengan cara serupa. Ia membuat rongga mulut jadi kering dan mengganggu keseimbangan bakteri baik di dalamnya. Jadi, jika Anda masih rutin merokok atau mengonsumsi alkohol, jangan heran kalau bau mulut belum juga hilang.
Setelah tahu penyebabnya, sekarang saatnya beralih ke solusi. Untungnya, kebanyakan masalah bau mulut bisa diatasi dengan langkah-langkah sederhana. Kuncinya ada pada konsistensi. Berikut caranya:
Banyak orang merasa sudah rajin sikat gigi, padahal cara menyikatnya belum benar. Gunakan sikat gigi berbulu lembut, gosok gigi selama minimal dua menit, dan jangan lupa bersihkan bagian lidah dan langit-langit mulut. Perlu dicatat, di situlah bakteri paling banyak bersembunyi.
Jika ingin hasil yang lebih maksimal, tambahkan flossing dan obat kumur antibakteri setelahnya. Kombinasi ini bisa membantu mengangkat sisa makanan yang tak terjangkau oleh sikat gigi biasa.
Mulut kering adalah salah satu penyebab bau mulut yang paling sering dijumpai. Karena itu, cukup minum air putih setiap hari akan selalu menjadi cara paling sederhana sekaligus ampuh untuk membantu mengatasi masalah ini.
Coba biasakan minum air setiap satu jam sekali. Anda juga bisa mengunyah permen karet bebas gula untuk membantu merangsang produksi air liur. Satu hal lagi, hindari terlalu sering minum kopi atau alkohol karena keduanya bisa membuat mulut makin kering.
Makanan dengan aroma kuat seperti bawang, petai, dan jengkol memang menggoda. Masalahnya, makanan seperti bisa memicu bau mulut. Sebagai gantinya, konsumsi buah dan sayur segar seperti apel, wortel, atau seledri. Teksturnya yang renyah bisa membantu membersihkan permukaan gigi dan merangsang air liur secara alami.
Merokok dan alkohol adalah dua hal yang hampir selalu jadi tersangka utama di balik napas tidak sedap. Nikotin, tar, dan zat kimia lainnya bisa menempel di jaringan mulut dan mengganggu keseimbangan bakteri.
Berhenti total mungkin tidak mudah. Tapi, Anda bisa mulai dengan menguranginya secara bertahap. Selain napas jadi segar, gigi pun akan tampak lebih bersih dan sehat.
Kadang, masalahnya tidak selalu pada sikat gigi Anda, melainkan pada kondisi gigi dan gusi yang memerlukan perawatan profesional. Gigi berlubang, infeksi gusi, atau karang gigi bisa jadi sumber bau yang tidak bisa diatasi hanya dengan sikat dan pasta gigi.
Pastikan Anda rutin periksa ke dokter gigi setiap enam bulan sekali. Selain menjaga kebersihan, cara ini bisa mencegah masalah yang lebih besar di kemudian hari.
Masalah “sudah sikat gigi tapi masih bau mulut” sering kali bukan soal kurang rajin, tapi karena cara dan produk yang digunakan belum tepat. Setelah tahu penyebabnya, kini saatnya Anda memilih perawatan yang benar agar napas tetap segar dan percaya diri kembali.
Gunakan Pepsodent Herbal dengan kandungan daun sirih sebagai anti kuman, jeruk nipis yang memberi sensasi adem dan napas segar hingga 18 jam, serta garam alami yang bantu menjaga kesehatan mulut. Lengkapi juga dengan Pepsodent Nanosoft Clean, sikat gigi lembut dengan bulu sikat super tipis 0.01 mm yang efektif membersihkan gigi hingga ke sela terdalam.
Dengan kombinasi keduanya, kebersihan gigi akan lebih terjaga. Lebih dari itu, napas pun lebih segar.