Banyak orang ingin memiliki gigi putih bersih. Namun bagi mereka yang sudah bergumul dengan gigi kuning sejak kecil, mewujudkan keinginan ini mungkin terasa mustahil. Meski pesimis, dalam hati kecilnya orang-orang ini ingin impian kecilnya bisa terwujud. Pertanyaannya, apakah mungkin?
Gigi yang tampak kuning sejak kecil biasanya bukan karena satu hal saja. Ada beberapa faktor yang bisa jadi penyebabnya. Berikut beberapa di antaranya:
Fluoride memang membantu melindungi enamel. Tapi kalau penggunaannya berlebihan saat gigi masih berkembang, dampaknya justru akan berkebalikan.
Anak yang terlalu sering memakai pasta gigi fluoride, menelan pasta gigi, atau tinggal di daerah air minum dengan kadar fluoride tinggi bisa saja mengalami fluorosis. Kondisi ini bisa membuat enamel tampak berbintik atau berwarna kekuningan, dan biasanya akan bertahan sampai dewasa.
Beberapa obat, terutama antibiotik golongan tetrasiklin bisa memengaruhi warna gigi anak jika dikonsumsi ketika gigi permanen sedang terbentuk. Inilah yang kemudian membuat warna gigi berubah menjadi kekuningan atau kecokelatan, dan efeknya bersifat permanen. Bahkan meski sudah rajin menyikat gigi, masalah ini tidak juga bisa teratasi.
Cedera pada gigi susu atau gigi yang sedang tumbuh bisa mengganggu pembentukan enamel. Enamel yang tidak terbentuk sempurna biasanya lebih tipis atau lebih rapuh. Biasanya, ini ditandai dengan warna dentin yang kekuningan lebih mudah terlihat. Selain cedera, beberapa kondisi kesehatan seperti kekurangan kalsium atau gangguan metabolisme juga bisa memengaruhi kualitas enamel anak.
Masalah gigi lebih sering disebabkan karena kebiasaan buruk yang terus menumpuk. Masalah gigi kuning juga sama. Ini bisa terjadi karena kebiasaan berikut ini:
Teh, susu cokelat, minuman manis, atau makanan mengandung pewarna bisa meninggalkan noda pada gigi yang masih rapuh dan mudah menyerap warna. Jika dibarengi dengan kebiasaan jarang berkumur atau menyikat gigi setelah makan, efeknya jelas jauh lebih terasa. Lama-kelamaan, warna pekat pada makanan atau minuman ini terserap ke dalam pori enamel hingga membuat gigi terlihat kuning.
Saat kecil, banyak anak yang belum paham cara menyikat gigi dengan benar atau belum punya kebiasaan membersihkan gigi secara rutin. Akibatnya, plak dan tartar menumpuk sedikit demi sedikit. Tumpukan ini bisa membuat gigi tampak kuning, kusam, dan sulit dibersihkan meski sudah dewasa dan mulai lebih rajin merawat gigi.
Jika ditanya apakah gigi yang kuning sejak kecil bisa diperbaiki, jawabannya tergantung penyebabnya. Kalau penyebabnya berasal dari luar, seperti plak, noda dari makanan/minuman, atau kebiasaan buruk, kesempatan itu masih ada. Namun kalau warnanya sudah melekat sejak terbentuknya gigi, misalnya karena faktor genetik, fluorosis, atau akibat antibiotik, maka hasilnya cenderung terbatas. Meski demikian, secara umum gigi kuning bisa diatasi dengan cara-cara berikut ini:
Kombinasi soda kue dan hidrogen peroksida sudah lama dikenal sebagai metode murah dan mudah untuk membantu memutihkan gigi. Caranya, campurkan satu sendok makan soda kue dengan dua sendok makan hidrogen peroksida hingga berbentuk pasta. Setelah itu, oleskan perlahan ke permukaan gigi, lalu bilas sampai benar-benar bersih.
Jika dilakukan rutin selama kurang lebih enam minggu, metode ini bisa membantu mengurangi gigi kuning. Namun meski tergolong aman, pastikan Anda tidak menggunakannya secara berlebihan dan selalu bilas mulut setelahnya.
Kandungan air dalam buah dan sayur tertentu seperti mentimun, semangka, atau seledri bisa membantu membersihkan sisa makanan di gigi. Selain itu, buah dan sayur yang renyah juga mampu merangsang produksi air liur yang berfungsi sebagai pembersih alami.
Vitamin C juga berperan besar dalam menjaga kesehatan gusi dan mengurangi pembentukan plak. Anda bisa mengonsumsi pepaya, nanas, dan jenis buah lain yang tinggi vitamin C untuk membantu menjaga tampilan gigi tetap cerah.
Kulit jeruk atau lemon mengandung senyawa d-limonene dan asam sitrat yang bisa membantu memudarkan noda di permukaan gigi. Caranya cukup sederhana, yakni gosokkan kulit buah pada permukaan gigi selama dua menit, lalu bilas dan sikat gigi seperti biasa.
Meski begitu, Anda perlu ekstra hati-hati karena asam yang terlalu kuat bisa mengikis enamel, terutama jika gigi Anda sensitif. Kalau setelah mencoba metode ini gigi terasa ngilu, sebaiknya hentikan penggunaannya dan pilih cara lain yang lebih lembut.
Memutihkan gigi yang kuning sejak kecil memang butuh proses. Meski sulit, bukan berarti mustahil. Kuncinya ada pada konsistensi dan pemilihan produk perawatan yang tepat. Kalau Anda ingin hasil yang lebih cepat terlihat, Anda bisa mulai dengan beralih ke Pepsodent Ultra White Ultimate Bright.
Pasta gigi ini mampu menghapus noda sekaligus membantu memutihkan dan memperbaiki enamel berkat Microwhitening-C dan Blue-HAP di dalamnya. Teknologi ini sudah terbukti secara klinis dan aman untuk gigi sensitif. Jadi, Anda bisa menggunakannya setiap hari tanpa merasa khawatir.
Agar hasilnya lebih optimal, padukan dengan Pepsodent Nanosoft Clean, sikat gigi dengan bulu super lembut 0.01 mm yang mampu menjangkau sela-sela gigi tanpa membuat gigi ngilu. Perpaduan keduanya bisa jadi langkah efektif untuk mendapatkan senyum lebih cerah.