Baru cabut gigi tapi perasaan justru was-was, apalagi sewaktu makan. Hal ini memang sering terjadi. Namun, rasa tidak nyaman saat lubang bekas cabut gigi kemasukan nasi memang tidak bisa dianggap sepele. Jika dibiarkan, sisa makanan ini bisa memicu infeksi atau kondisi dry socket yang membuat sakitnya jauh lebih intens.
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah, kapan boleh makan nasi setelah cabut gigi? Secara umum, Anda sudah bisa mulai makan sekitar satu jam setelah prosedur. Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak sampai terjadi komplikasi.
Setelah satu jam, Anda boleh melepas kasa yang menutupi area pencabutan. Tapi jangan langsung makan nasi atau makanan bertekstur keras dulu. Selama 24 jam pertama, pilih makanan yang lembut dan mudah ditelan, seperti bubur, sup yang tidak panas, atau telur orak-arik. Tujuannya di sini adalah untuk menjaga bekuan darah di dalam lubang bekas gigi agar tetap stabil.
Satu hal yang perlu diperhatikan, jangan mengonsumsi makanan atau minuman yang panas dalam beberapa jam pertama. Suhu panas bisa mengganggu atau bahkan melarutkan bekuan darah yang sedang terbentuk di area pencabutan.
Selain itu, hindari minum menggunakan sedotan selama 24 jam pertama. Gerakan mengisap dari sedotan dapat menghasilkan tekanan yang cukup kuat untuk mengangkat bekuan darah dari lubang bekas gigi. Jika bekuan ini lepas, risiko terjadinya dry socket atau kondisi nyeri hebat akan meningkat.
Saat makan nasi setelah cabut gigi dan ada sisa yang masuk ke lubang bekas cabut gigi, rasa tidak nyaman biasanya langsung terasa. Ada rasa mengganjal, ngilu, atau bahkan sedikit berdenyut. Meski terlihat sepele, kondisi ini sebenarnya tidak boleh dibiarkan. Sisa makanan yang tertinggal dapat menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang, sehingga meningkatkan risiko infeksi pada area luka.
Selain itu, jika Anda mencoba membersihkannya dengan cara yang salah dan tanpa disadari mengganggu bekuan darah, dry socket bisa terjadi. Dry socket ini akan menimbulkan nyeri yang tajam, menusuk, dan biasanya berlangsung lama. Akibatnya, proses penyembuhan pun jadi jauh lebih lambat.
Tidak hanya masalah nyeri, sisa makanan yang membusuk di dalam luka juga dapat menyebabkan bau mulut dan rasa tidak nyaman. Jika kondisi ini terus berlangsung, iritasi berkepanjangan pada jaringan sekitar lubang dapat memicu masalah pada gusi, bahkan berpotensi berkembang menjadi penyakit gusi.
Kunci membersihkan sisa makanan dari area bekas pencabutan gigi adalah jangan tergesa-gesa dan lakukan dengan cara yang lembut. Untuk lebih jelasnya, berikut langkah aman untuk melakukannya:
Air garam punya sifat yang membantu meredakan peradangan dan mengurangi jumlah bakteri. Cukup larutkan sedikit garam di air hangat, kemudian kumur pelan-pelan tanpa mengisap atau meniup terlalu kuat.
Sikat gigi tetap boleh dipakai. Hanya saja, fokusnya jangan langsung ke area bekas cabut. Bersihkan bagian gigi lain dulu seperti biasa, kemudian dekati area luka dengan sentuhan minimal. Pastikan sentuhan tersebut lebih ke menyapu ringan, bukan menekan atau menggosok.
Sebagai catatan, tidak semua orang perlu larutan antiseptik. Penggunaan yang berlebihan bisa saja mengganggu bakteri baik di mulut. Jadi, gunakan hanya jika dokter memang menyarankan.
Kalau memang disarankan menggunakan obat kumur, lakukan dengan lembut. Jangan berkumur terlalu keras.
Untuk area yang letaknya sulit dijangkau, water flosser bisa membantu. Namun, atur tekanannya dari rendah dulu. Jangan langsung gunakan tekanan tinggi karena bisa membuat bekuan darah terlepas dan akhirnya memicu dry socket.
Jika ada sisa makanan yang terasa membandel, Anda bisa menggunakan syringe khusus yang biasa diberikan oleh dokter gigi. Isi dengan air hangat atau larutan antiseptik ringan, kemudian arahkan aliran air secara perlahan ke bagian luka. Saat melakukannya, pastikan untuk mengontrol tekanannya agar tidak terlalu kuat.
Apakah boleh makan nasi setelah cabut gigi? Sekarang, Anda tentu sudah bisa menjawabnya sendiri. Satu hal yang pasti, lubang bekas cabut gigi tetap perlu dibersihkan untuk mendukung proses penyembuhan.
Anda bisa menggunakan Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang dua kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur untuk membantu melawan bakteri dan memberi perlindungan maksimal pada gigi. Saat menyikat gigi, pilih sikat yang lembut seperti Pepsodent Nanosoft Clean yang memiliki ujung bulu tipis 0.01mm sehingga dapat membersihkan gigi secara efektif tanpa memberikan tekanan berlebih pada area yang masih sensitif.
Perawatan yang sederhana ini sebenarnya sudah cukup untuk menjaga mulut tetap nyaman sambil menunggu luka pulih sepenuhnya. Namun apabila Anda merasakan nyeri yang semakin tajam, keluar aroma mulut yang tidak biasa, atau area bekas cabut terasa kosong seperti lubang terbuka, sebaiknya segera periksa ke dokter gigi.