Bagi banyak orang, rasa nyeri berdenyut akibat gigi berlubang sering kali diikuti oleh sebuah pertanyaan yang mengganggu pikiran. Kekhawatiran akan biaya perawatan dan prosedur yang rumit bercampur dengan harapan. Dan mungkin saja, ada harapan akan ada cara yang lebih alami untuk mengatasi masalah ini. Di tengah kebingungan itu, muncul satu pertanyaan mendasar yang kerap dicari jawabannya, yakni apakah gigi berlubang bisa tumbuh lagi?
Jika gigi berlubang dicabut apakah bisa tumbuh lagi? Pada dasarnya, pertumbuhan gigi permanen manusia telah selesai saat masa remaja awal hingga awal dewasa. Bahkan, pertumbuhan gigi permanen secara umum berhenti sekitar usia 21 tahun.
Mengacu pada fakta tersebut, jika ada gigi tanggal atau dicabut, kemungkinan muncul gigi baru secara alami sangatlah kecil. Jadi, kalau Anda berusia di atas dua puluh sekian dan bertanya “apakah gigi berlubang bisa tumbuh lagi”, jawabannya mulai terlihat dari sini. Sangat kecil kemungkinannya, terutama jika itu adalah gigi permanen.
Memahami mengapa pertanyaan "apakah gigi berlubang bisa tumbuh lagi" memiliki jawaban yang kompleks, dan mengharuskan Anda untuk mundur selangkah dan mengenal dua pemeran utama dalam kehidupan mulut, yakni gigi susu dan gigi permanen. Sebagian dari kebingungan ini sering berawal dari pengalaman masa kecil, di mana gigi yang goyah dan tanggal digantikan oleh gigi baru. Pengalaman inilah yang kadang menimbulkan anggapan bahwa semua gigi memiliki kemampuan regenerasi yang sama. Namun pada kenyataannya, gigi susu dan gigi permanen itu sangat berbeda.
Gigi ini biasanya mulai tumbuh saat bayi berusia sekitar enam bulan dan lengkap pada usia dua sampai tiga tahun. Totalnya ada 20 gigi susu dan mereka punya peran penting untuk menjaga jalan bagi gigi permanen yang akan tumbuh di bawahnya.
Tapi seiring bertambahnya usia, gigi susu akan mulai goyah dan tanggal satu per satu. Kondisi ini biasanya dimulai pada usia enam tahun. Saat gigi susu tanggal, tubuh akan secara alami menggantinya dengan gigi permanen. Itulah sebabnya, anak-anak masih bisa “menumbuhkan” gigi baru ketika giginya tanggal.
Gigi ini muncul menggantikan gigi susu dan mulai tumbuh dari usia enam tahun hingga sekitar remaja akhir. Jumlahnya lebih banyak, yaitu 32 gigi termasuk gigi geraham bungsu.
Berbeda dengan gigi susu, gigi permanen tidak memiliki cadangan lagi di bawahnya. Jadi begitu gigi permanen rusak parah, berlubang dalam, atau bahkan dicabut, tidak akan ada gigi baru yang tumbuh menggantikannya.
Setelah melihat penjabaran sebelumnya, jawaban dari pertanyaan ini cukup jelas. Untuk gigi permanen, jawabannya adalah tidak. Jika gigi permanen sudah rusak, gigi tersebut tidak akan tumbuh kembali secara alami. Ini karena tidak ada gigi pengganti setelah gigi permanen, dan jaringan pendukung sudah tidak memungkinkan regenerasi gigi baru.
Tentu saja, kasusnya bisa saja berbeda jika yang berlubang atau tanggal adalah gigi susu pada anak-anak. Dalam kondisi ini, masih ada harapan gigi berlubang tumbuh kembali.
Mengingat gigi permanen tidak bisa tumbuh lagi, Anda harus menjaganya dengan baik. Di samping mencari cara mengatasi gigi berlubang agar tidak sakit, Anda juga perlu mencegahnya dengan cara-cara berikut ini:
Kedengarannya sepele, tapi menyikat gigi dua kali sehari saat pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur adalah fondasi utama menjaga kesehatan mulut. Gunakan teknik yang lembut namun menyeluruh dan jangan terburu-buru.
Sikat gigi tidak selalu bisa menjangkau semua area, terutama bagian sempit di antara gigi. Di sinilah flossing punya peran penting. Dengan flossing setiap hari, Anda bisa mengangkat sisa makanan dan plak yang sering jadi awal munculnya lubang.
Banyak yang salah paham dan mengira obat kumur bisa menggantikan sikat gigi. Padahal, obat kumur ini lebih berfungsi sebagai sentuhan akhir untuk membantu membersihkan area yang tidak terjangkau sikat atau benang gigi, sekaligus menyegarkan napas.
Gula adalah bahan bakar bagi bakteri penyebab gigi berlubang. Semakin sering Anda makan atau minum manis tanpa membersihkan gigi, semakin banyak asam yang dihasilkan bakteri untuk mengikis enamel.
Kebanyakan orang baru ke dokter gigi saat sudah terasa sakit, padahal pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali bisa mencegah banyak masalah. Dengan pemeriksaan berkala, dokter bisa mendeteksi tanda-tanda awal gigi berlubang.
Setelah tahu cara mencegah dan mengatasi gigi berlubang, kini saatnya Anda benar-benar menerapkannya. Jangan tunggu sampai sakit baru bertindak. Mencegah selalu lebih mudah dan murah daripada mengobati.
Gunakan Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang dua kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur, untuk melawan kuman dan melindungi gigi dari lubang sejak dini. Pasta gigi ini dirancang khusus untuk membantu melawan kuman dan bakteri penyebab gigi berlubang, sekaligus memperkuat lapisan enamel agar gigi tetap kuat dan sehat.
Lengkapi juga dengan Pepsodent Nanosoft Clean, sikat gigi lembut dengan dua jenis bulu sikat tipis 0.01 mm yang mampu membersihkan sela-sela gigi secara optimal tanpa melukai gusi. Desainnya mampu menjangkau sela-sela gigi dan membersihkannya dengan lembut tapi efektif.
Langkah kecil seperti menggosok gigi secara rutin bisa jadi awal dari perubahan besar. Jadi, yuk mulai dari sekarang. Rawat gigi Anda sebelum terlambat.