Tidak. Menyikat gigi membantu mengurangi plak dan bakteri, tetapi tidak selalu menjangkau sela gigi dan area sulit. Sebaiknya, lengkapi dengan flossing (benang gigi) dan obat kumur agar bakteri penyebab gigi berlubang bisa dikontrol lebih efektif.
Gigi berlubang terjadi karena proses yang melibatkan bakteri di dalam mulut. Ada beberapa jenis bakteri penyebab gigi berlubang yang bisa aktif merusak gigi. Jika pertumbuhannya tidak terkendali, bakteri tersebut akan terus merusak lapisan gigi dan menyebabkan lubang pada gigi.
Di dalam mulut manusia terdapat beberapa jenis bakteri baik, ada bakteri baik dan ada bakteri yang berpotensi merusak. Sejumlah bakteri jahat tersebut dapat menghasilkan asam yang dapat mengikis enamel dan menimbulkan kerusakan gigi. Yuk, simak fakta lengkap seputar bakteri penyebab gigi berlubang!
Bakteri yang dapat menyebabkan gigi berlubang adalah mikroorganisme yang hidup dalam mulut dan memanfaatkan sisa makanan—terutama gula dan karbohidrat—sebagai sumber energi. Pada saat bakteri memetabolisme gula, mereka akan memproduksi asam yang merusak gigi.
Asam tersebut perlahan tapi pasti akan mengikis mineral pada enamel. Kalau tidak diimbangi dengan perawatan yang tepat, tekstur enamel akan melemah dan pada akhirnya membentuk lubang pada gigi. Bakteri apa saja penyebab gigi berlubang?
Yang satu ini adalah bakteri yang menjadi penyebab utama gigi berlubang. Bakteri ini bisa menempel dengan kuat pada permukaan gigi dan membentuk lapisan plak.
Pada saat seseorang mengonsumsi makanan atau minuman manis, Streptococcus mutans akan mengubah gula menjadi asam. Zat asam tersebut akan menurunkan pH di dalam mulut sehingga menyebabkan demineralisasi enamel gigi. Jika kondisi ini terjadi terus menerus, enamel akan terkikis dan membentuk lubang gigi.
Lactobacillus sering dikenal sebagai bakteri baik di dalam usus yang berperan untuk memelihara kesehatan pencernaan. Namun, jika bakteri ini berada di dalam mulut, mereka akan merusak gigi karena dapat memproduksi asam laktat yang akan menghancurkan mineral dalam gigi.
Bakteri ini biasa ditemukan pada gigi yang sudah rusak. Keberadaan Lactobacillus bisa menghasilkan asam tambahan yang justru akan memperparah kerusakan gigi. Kehadirannya sering dikaitkan dengan tahap lanjutan dari gigi berlubang yang sudah terbentuk.
Proses gigi berlubang terjadi secara bertahap. Di tahap awal, bakteri di dalam mulut menempel pada gigi dan perlahan membentuk plak—lapisan tipis yang terbentuk dari bakteri, air liur dan sisa makanan. Plak lebih mudah terbentuk jika kesehatan gigi tidak dijaga dengan baik.
Ketika seseorang mengonsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat, bakteri di dalam plak akan memfermentasi zat tersebut dan mengubahnya jadi asam. Zat asam tersebut akan menurunkan pH di dalam mulut. Jika pH terlalu rendah, mineral penting dalam enamel—kalsium dan fosfat—akan mudah larut dan membuat kondisi enamel jadi lebih lemah.
Ketika proses ini terjadi berulang kali dan tidak diimbangi dengan perawatan gigi yang benar, enamel akan mengalami demineralisasi secara permanen. Di awal kerusakan enamel, biasanya muncul bercak putih pada gigi. Lama-kelamaan, bagian tersebut dapat berubah menjadi lubang yang semakin besar dan berpotensi menyebabkan rasa sakit.
Bakteri penyebab gigi berlubang sebenarnya selalu ada di dalam mulut. Namun, beberapa faktor tertentu dapat membuat jumlahnya meningkat lebih cepat dan memperparah kerusakan gigi, seperti:
Gula adalah sumber energi utama bagi bakteri penyebab gigi berlubang. Semakin banyak mengonsumsi makanan tinggi gula, asam yang diproduksi bakteri tersebut juga akan semakin banyak.
Menyikat gigi adalah metode paling sederhana untuk mencegah penumpukan plak yang disebabkan bakteri. Jika plak menumpuk terlalu lama, risiko gigi berlubang akan meningkat.
Kondisi mulut yang kering akan membuat bakteri lebih mudah berkembang biak. Pasalnya, air liur berfungsi membantu membersihkan sisa makanan dan menetralkan asam di dalam mulut.
Gigi lubang yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan infeksi bakteri berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Dampak yang akan terjadi adalah:
Mencegah gigi berlubang sebenarnya tidak terlalu sulit jika dilakukan secara konsisten. Dengan menjaga kebersihan mulut dan menerapkan kebiasaan sehat, pertumbuhan bakteri penyebab gigi berlubang dapat dikendalikan. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:
Menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur dapat mencegah pembentukan plak sekaligus membersihkan sisa makanan yang disukai oleh bakteri. Gunakan pasta gigi Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang yang diperkaya dengan Micro Kalsium Aktif dan Pro-fluoride kompleks yang membantu melawan bakteri penyebab gigi berlubang dan memperbaiki lubang kecil tak kasat mata.
Lengkapi perawatan gigi dengan Pepsodent 4D Expert Clean Toothbrush yang dilengkapi dengan bulu sikat padat untuk membersihkan permukaan cekung gigi geraham dengan lebih baik, serta gum massager yang lembut untuk melancarkan sirkulasi darah.
Sikat gigi ini juga memiliki fitur pembersih lidah dan pipi untuk napas yang segar dengan leher sikat 3 sudut yang mampu menjangkau seluruh sudut mulut.
Mengonsumsi makanan manis tentu diperbolehkan, asalkan dengan porsi yang terkendali. Semakin banyak makanan manis yang Anda nikmati, maka semakin banyak asam yang diproduksi bakteri.
Kebiasaan berkumur setelah makan dapat membantu membersihkan sisa makanan yang menempel pada gigi.
Bakteri penyebab gigi berlubang merupakan bagian alami dari lingkungan di dalam mulut. Namun, jika jumlahnya tidak dikendalikan, bakteri tersebut dapat menghasilkan asam yang merusak enamel dan memicu terbentuknya lubang pada gigi.
Oleh karena itu, penting untuk memilih pasta gigi dan sikat gigi yang tepat untuk menghindari penumpukan bakteri penyebab gigi berlubang. Sebagai solusi, Anda bisa menggunakan rangkaian pasta gigi Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang yang diperkaya dengan Micro Kalsium Aktif dan Pro-fluoride kompleks untuk membantu melawan bakteri penyebab gigi berlubang dan memperbaiki lubang kecil tak kasat mata serta sikat gigi Pepsodent 4D Expert Clean yang disertai dengan leher sikat 3 sudut untuk menjangkau seluruh sudut mulut dan memastikan kebersihan mulut tetap terjaga secara menyeluruh.
Tidak. Menyikat gigi membantu mengurangi plak dan bakteri, tetapi tidak selalu menjangkau sela gigi dan area sulit. Sebaiknya, lengkapi dengan flossing (benang gigi) dan obat kumur agar bakteri penyebab gigi berlubang bisa dikontrol lebih efektif.
Risiko gigi berlubang tidak hanya dipengaruhi gula. Faktor lain seperti bakteri di mulut, struktur gigi, produksi air liur, kebersihan gigi, dan kebiasaan makan juga berperan.
Bisa. Bakteri penyebab gigi berlubang dapat berpindah melalui air liur, misalnya saat berbagi sendok, sedotan, atau sikat gigi.