8 Makanan yang Cocok Untuk Orang Sakit Gigi

3 Cara Mengatasi Gigi Ngilu secara Tepat

Pernahkah Anda mengalami gigi terasa ngilu? Gigi ngilu bisa dipicu oleh hal sederhana seperti makanan dan minuman yang terlalu dingin atau panas. Bila gigi ngilu berlangsung berkepanjangan, aktivitas sehari-hari dapat terganggu sehingga kualitas hidup bisa berkurang. Lalu bagaimana cara mengatasi gigi ngilu? Sebelum membahas cara mengatasi gigi ngilu, mari kita cari tahu tentang penyebab gigi ngilu terlebih dulu.

Apa Penyebab Gigi Ngilu?

 

JPEG - 01. Pepsodent February 2022 Sub Header.jpg

Rasa ngilu pada gigi diakibatkan oleh perubahan tekanan osmotik hasil dari pergerakan cairan pada lapisan dentin yang berisi ujung serabut saraf gigi. Hal ini dapat terjadi jika enamel yang melindungi gigi rusak atau menipis, sehingga dentin di bagian dalam gigi terekspos dan menjadi lebih sensitif pada rangsangan suhu, tekanan, dan kimiawi. Itulah sebabnya, saat gigi yang sensitif terkena panas, dingin, atau saat mengunyah makanan, ia akan terasa ngilu.

Lalu apa yang menyebabkan enamel gigi menjadi rusak atau menipis? 

Ada beberapa hal yang bisa jadi penyebabnya, yaitu:

1.       Menyikat gigi terlalu kencang atau kasar

2.       Menggunakan sikat gigi dengan bulu sikat yang terlalu keras

3.       Mengalami penyakit gusi atau radang gusi

4.       Plak gigi yang menumpuk

5.       Gigi berlubang atau patah

6.       Sering mengkonsumsi makanan dan minuman yang terlalu dingin, terlalu panas, asam, atau terlalu manis

3 Cara Mengatasi Gigi Ngilu secara Tepat

Bila masalah gigi ngilu sudah terjadi, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:

1.       Gunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif

Pasta gigi untuk gigi sensitif bisa jadi obat gigi ngilu berkat kandungan mineralnya yang membantu mengurangi rasa sakit dan ngilu. Seperti Pasta Gigi Sensitive Mineral Expert by Relief & Protect varian Original yang mengandung zinc, fluoride dan mineral HAP yang mengurangi rasa ngilu dalam waktu 30 detik*.

Selain itu, kandungan fluoride dalam Pasta Gigi Sensitive Mineral Expert by Relief & Protect tak hanya mengurangi rasa sakit, tapi juga membantu memperkuat enamel gigi. Cara pakainya juga sangat sederhana, yaitu dengan cara dioleskan langsung ke gigi sensitif dan juga rajin digunakan saat menyikat gigi 2x sehari.

2.       Hindari makanan yang menyebabkan gigi ngilu

Untuk mencegah gigi ngilu, hindari makanan yang bisa memicu kerusakan enamel gigi atau memicu perubahan tekanan osmotik pada gigi, misalnya makanan yang terlalu panas, terlalu dingin, atau terlalu asam. Bila gigi terasa ngilu setelah mengkonsumsi makanan tertentu, berkumurlah dengan air hangat.

3.       Sikat gigi dengan benar menggunakan peralatan yang tepat

Seperti yang telah disebutkan di atas, kebiasaan menyikat gigi dengan terlalu kencang dengan sikat gigi yang memiliki bulu terlalu keras dan kasar bisa menyebabkan lapisan enamel menjadi rusak dan menipis. Jadi, untuk mencegah dan mengatasi gigi ngilu, gunakan sikat gigi dengan bulu yang lembut dan sikatlah gigi dengan teknik menyikat gigi yang benar dan tidak terlalu kencang. Setelah mengkonsumsi makanan atau minuman yang manis maupun masam, sebaiknya Anda Tunggu sekitar setengah jam sebelum menyikat gigi untuk menghindari pengikisan enamel gigi.

Bila masalah gigi ngilu masih terus terjadi walaupun Anda sudah melakukan langkah-langkah di atas, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter gigi untuk menentukan langkah medis yang mungkin perlu dilakukan sebagai cara untuk mengatasi gigi ngilu terus menerus. Kamu dapat mendapat konsultasi secara gratis melalui program Tanya Dokter Gigi by Pepsodent.

Beberapa prosedur yang bisa dilakukan oleh dokter gigi untuk mengatasi gigi ngilu di antaranya adalah root canal/perawatan saluran akar gigi, bedah gusi, dan dental bonding. Dengan perawatan yang tepat, masalah gigi ngilu tidak akan mengganggu Anda lagi.

 *dengan pemakaian teratur sesuai petunjuk penggunaan.

 

Sumber:

  • https://hellosehat.com/gigi-mulut/penyebab-gigi-ngilu-sensitif/

  • https://www.tanyapepsodent.com/tips-kesehatan-gigi/gigi-sensitif/penyebab-gigi-ngilu-berkepanjangan.html

  • https://www.alodokter.com/cara-cepat-redakan-gigi-ngilu-di-rumah

  • https://hellosehat.com/gigi-mulut/gigi/gigi-ngilu-sensitif-harus-diobati/

  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/sensitive-teeth/faq-20057854

  • https://www.tanyapepsodent.com/tips-kesehatan-gigi/sakit-gigi-dan-kerusakan-gigi/cara-cepat-dan-tepat-atasi-gigi-ngilu.html

  • https://www.healthline.com/health/sensitive-teeth-home-remedy#treatment

2. Penyakit Gusi

Satu lagi masalah gigi yang kerap muncul akibat gigi berlubang adalah penyakit gusi. Penyakit ini biasanya ditandai dengan rasa nyeri, kemerahan dan pembengkakan  pada gusi. Inilah yang membuat gusi terlihat merah, bengkak, bahkan berdarah jika disikat. Jika tidak segera diatasi, penyakit gusi ini bisa menyebar ke gusi yang lain.

Penyakit gusi harus segera diatasi. Jika tidak, penyakit ini bisa berkembang menjadi periodontitis yang dapat menyebabkan gigi terlepas dari gusi. Itulah kenapa menggosok gigi dua kali sehari sangat dianjurkan.

3. Penyakit Jantung

Mungkin banyak yang tidak mengira kalau infeksi gigi berlubang bisa berkembang menjadi sejauh ini. Jika sakit gigi dibiarkan begitu saja, gigi berlubang bisa menjadi lebih parah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Menurut American Academy of Periodontology, korelasi antara penyakit gigi dan gusi dengan risiko penyakit jantung telah banyak diteliti. Saat gusi terinfeksi dan mengalami peradangan, bakteri dapat masuk ke dalam aliran darah dari pembuluh darah di dalam mulut dan memicu infeksi pada otot jantung. Kondisi ini disebut sebagai infective endocarditis.

Jika sudah seperti ini, diperlukan penanganan lebih lanjut oleh Dokter Spesialis Jantung. .

4. Stroke

Selain penyakit jantung, penelitian juga menunjukkan bahwa ada kaitan antara penyakit periodontal (penyakit gigi dan gusi) dengan stroke.

Kaitan  tersebut berdasarkan pada temuan masalah infeksi oral pada orang yang menderita cerebrovascular ischemia. Cerebrovascular ischemia merupakan kondisi di mana aliran darah ke otak tidak tercukupi. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab  terjadinya stroke.

Penyakit gigi berlubang tidak boleh dipandang sebelah mata. Meski terlihat sepele, gigi berlubang bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius, bahkan memicu penyakit yang berisiko menyebabkan kematian. Jika kamu punya masalah gigi berlubang, pastikan untuk segera ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Gigi berlubang dapat dicegah dengan rutin menggosok gigi. Minimal, gosok gigi dua kali sehari pada pagi setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. 

Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang merupakan pasta gigi yang dirancang dengan perlindungan maksimal 10x gigi lebih kuat*. Rutin  menggosok gigi dengan Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang, kamu bisa terhindar dari masalah gigi berlubang dan infeksi yang menyertainya.Gunakan juga benang gigi atau sikat interdental untuk membersihkan sela-sela gigi dan mouthwash sebagai penyempurna perawatan gigi. Jangan lupa periksakan gigi ke dokter minimal 6 bulan sekali untuk tahun kondisi kesehatan gigimu.

 

Artikel telah ditinjau oleh drg.Fatimah Rahmatya Gita Isjwara

 

Referensi:

  • https://hellosehat.com/gigi-mulut/gigi/bahaya-gigi-berlubang/ 

  • https://www.sehatq.com/artikel/bahaya-kesehatan-akibat-gigi-berlubang 

  • https://www.perio.org/consumer/gum-disease-and-heart-disease

Bagikan ini