Sikat gigi Anda dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Fluoride membantu memperkuat enamel gigi dan melindunginya dari serangan asam.
Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2018, gigi berlubang menjadi masalah kesehatan gigi terbanyak di Indonesia, mencapai 45,3%. Penting untuk memahami bahwa makanan dan minuman yang Anda konsumsi sangat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Asupan harian Anda adalah kunci untuk memahami apa yang menyebabkan gigi berlubang. Dengan mengenali jenis makanan penyebab gigi berlubang, Anda dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat.
Perlu diingat, makanan dan minuman tidak secara langsung menyebabkan gigi berlubang, melainkan menjadi faktor pemicu. Risiko gigi berlubang akan meningkat jika Anda tidak melakukan perawatan gigi yang tepat setelah mengonsumsi jenis makanan dan minuman ini. Berikut adalah beberapa di antaranya:
*berdasarkan kandungan maksimal fluoride untuk mencegah gigi berlubang yang diizinkan pada pasta gigi berbasis kapur
**berdasarkan uji lab 10 kali peningkatan kekuatan permukaan selama 21 hari vs Baseline.
Artikel telah ditinjau oleh drg.Fatimah Gita
Referensi:
Penumpukan jigong pada gigi tidak hanya menyebabkan bau mulut tidak sedap, tetapi juga membuat gigi terlihat menguning. Hal ini seringkali mengurangi rasa percaya diri saat berinteraksi.
Beberapa faktor dapat menyebabkan mulut berbau jigong, antara lain:
***
Selama bulan Ramadhan, Anda bisa menikmati promo beli 1 gratis 1 Pepsodent Complete 8 Herbal. Dengan membeli produk ini, Anda juga turut berbuat kebaikan karena 2,5% dari keuntungan akan didonasikan dalam program Sahur Amal untuk pendidikan dan makan sahur anak yatim piatu.
Lengkapi perlindungan gigi Anda dengan sikat gigi Pepsodent Nanosoft Clean yang efektif membersihkan 4 lapis plak di gigi. Nafas segar, puasa lancar!
* berdasarkan studi ilmiah, sikat gigi 2x sehari
Memahami jenis makanan penyebab gigi berlubang dan faktor pemicu bau mulut adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut yang optimal. Dengan menerapkan kebiasaan kebersihan mulut yang baik dan memilih asupan makanan yang tepat, Anda dapat secara efektif mencegah masalah gigi berlubang dan bau jigong. Senyum sehat dan napas segar akan meningkatkan kepercayaan diri Anda setiap hari.
Makanan utama penyebab gigi berlubang meliputi makanan tinggi sukrosa (gula), makanan bertekstur lengket atau lembek seperti permen kenyal dan buah kering, serta makanan dan minuman asam atau berkarbonasi seperti soda dan minuman energi.
Sukrosa, yang merupakan jenis gula, meninggalkan sisa di gigi yang menjadi makanan bagi bakteri. Bakteri ini kemudian menghasilkan asam yang dapat mengikis enamel gigi, menyebabkan gigi berlubang.
Ya, makanan lengket atau lembek cenderung lebih berbahaya karena mudah menempel di permukaan gigi dan sela-sela gigi. Ini memberikan waktu lebih lama bagi bakteri untuk memproses sisa makanan dan menghasilkan asam yang merusak gigi.
Jigong adalah penumpukan plak dan sisa makanan yang mengeras di gigi. Penumpukan ini menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, termasuk Streptococcus salivarius, yang menghasilkan senyawa sulfur penyebab bau mulut tidak sedap.
Untuk mencegah gigi berlubang, sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, batasi konsumsi makanan manis dan asam, gunakan dental floss, dan lakukan pemeriksaan gigi rutin ke dokter gigi.
Ya, makanan memiliki hubungan erat dengan bau mulut. Makanan beraroma kuat seperti bawang putih atau durian dapat meninggalkan senyawa penyebab bau. Selain itu, sisa makanan yang tidak dibersihkan dengan baik menjadi sumber bakteri penyebab bau jigong dan bau mulut.