Pernahkah Anda merasakan ngilu atau nyeri tajam pada gigi setelah menikmati makanan atau minuman panas, dingin, manis, atau asam? Sensasi tidak nyaman ini, yang sering disebut gigi sensitif, terjadi ketika lapisan email gigi menipis, membuat dentin (lapisan di bawah email) terpapar dan lebih peka terhadap rangsangan eksternal. Banyak orang tidak menyadari bahwa beberapa kebiasaan sehari-hari justru menjadi penyebab utama gigi sensitif. Mari kita kenali kebiasaan-kebiasaan tersebut agar Anda dapat menjaga kesehatan gigi dengan lebih baik.
- Menyikat Gigi Terlalu Keras
Banyak yang percaya menyikat gigi dengan kuat akan membersihkan lebih baik, namun kebiasaan ini justru dapat mengikis lapisan email gigi. Tekanan berlebihan saat menyikat gigi adalah salah satu penyebab umum gigi sensitif, karena membuat dentin lebih rentan terhadap rangsangan.
- Menggertakkan Gigi (Bruxism)
Menggertakkan gigi, baik saat stres maupun saat tidur (bruxism), dapat mempercepat pengikisan email gigi. Ketika email terkikis, dentin akan terbuka, menyebabkan gigi menjadi lebih sensitif terhadap perubahan suhu dan tekanan.
- Penggunaan Obat Kumur Berlebihan
Beberapa jenis obat kumur, terutama yang mengandung alkohol atau bahan kimia keras, dapat mengiritasi gusi dan memperburuk sensitivitas gigi jika digunakan secara berlebihan. Untuk kebersihan sela gigi, benang gigi (dental floss) seringkali menjadi alternatif yang lebih lembut dan efektif.
- Merokok
Merokok tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan umum, tetapi juga dapat memicu gigi sensitif. Zat kimia dalam rokok dapat menyebabkan penumpukan plak dan masalah gusi, seperti resesi gusi, yang pada akhirnya akan mengekspos akar gigi dan meningkatkan sensitivitas.
- Pemilihan Pasta Gigi yang Tidak Tepat
Beberapa pasta gigi dengan formula abrasif tinggi, seperti yang mengandung baking soda atau zat asam kuat, dapat mengikis email gigi seiring waktu. Pilihlah pasta gigi yang diformulasikan khusus untuk gigi sensitif atau yang mengandung fluoride untuk membantu memperkuat email gigi dan mengurangi ngilu.