Gigi ngilu butuh asupan vitamin A, B Kompleks, C, D, E serta mineral kalsium dan fosfor untuk memperkuat enamel gigi dan meredakan masalah gusi sehingga sensitivitas gigi berkurang.
Vitamin untuk gigi ngilu dan mineral yang penting untuk mengatasi sensitivitas gigi dan gusi, adalah vitamin A, B Kompleks, C, D, E serta kalsium dan fosfor. Asupan vitamin dan mineral tersebut sangat esensial untuk memperkuat lapisan enamel gigi serta mencegah gangguan kesehatan gusi yang jadi penyebab gigi ngilu.
Gigi ngilu merupakan gangguan tidak terduga yang dapat memengaruhi suasana hati dan kenyamanan diri. Mencari tahu tentang penyebab gigi ngilu tidaklah cukup jika tidak mengetahui cara mengatasinya. Cara mengatasi gigi ngilu secara efektif juga bisa mencegah gangguan tersebut agar tidak terjadi berulang kali. Salah satu upaya tersebut adalah mengonsumsi vitamin dan mineral yang bisa membantu gigi ngilu secara teratur.
Gigi yang sensitivitasnya meningkat biasanya ditandai dengan rasa ngilu atau nyeri tajam. Rasa ngilu ini dapat muncul secara tiba-tiba atau dipicu oleh konsumsi makanan maupun minuman. Sensitivitas gigi yang meningkat ini umumnya disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:
Konsumsi vitamin dan mineral adalah salah satu cara efektif yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah gigi ngilu. Beberapa jenis mineral dan vitamin untuk gigi ngilu yang harus ada dalam asupan nutrisi harian, yaitu:
Selama ini vitamin A dikenal sarat khasiat untuk mata. Namun, ternyata vitamin ini juga baik untuk membantu mengatasi gigi ngilu karena memiliki manfaat sebagai berikut:
Vitamin buat gigi ngilu ini dapat diperoleh dari bermacam-macam bahan makanan, seperti wortel, hati, telur, ikan laut, dan sayuran hijau.
Asupan vitamin B kompleks berfungsi mendukung pertumbuhan sel serta sirkulasi darah pada seluruh bagian tubuh, termasuk gusi. Penelitian kesehatan menunjukkan bahwa kekurangan vitamin B9 bisa meningkatkan risiko periodontitis dan kekurangan vitamin B12 membuat anak-anak lebih berisiko mengidap penyakit gusi. Banyak sekali bahan makanan yang menjadi sumber alami vitamin gigi ini, antara lain sayuran hijau, ayam, ikan, daging merah, telur, kacang-kacangan, susu dan produk olahannya.
Konsumsi vitamin C dalam jumlah cukup berguna untuk menstimulasi tubuh memproduksi kolagen yang penting bagi pembentukan jaringan gusi. Di samping itu, vitamin C juga berperan sebagai antioksidan yang membantu mengurangi risiko kerusakan jaringan tubuh akibat radikal bebas. Kekurangan vitamin C dapat menimbulkan sejumlah gejala, berupa gigi ngilu serta gusi bengkak dan meradang. Asupan vitamin C bisa diperoleh dari buah-buahan, seperti kiwi, jeruk, jambu biji, mangga, stroberi, dan lainnya.
Manfaat vitamin D untuk kesehatan gigi memang tak perlu diragukan lagi. Jenis vitamin ini mendukung penyerapan mineral esensial bagi tulang dan gigi, yaitu kalsium dan fosfor. Itulah sebabnya kekurangan vitamin D dapat memperbesar risiko gangguan kesehatan gigi dan mulut, seperti gigi berlubang, sensitivitas gigi meningkat, serta radang gusi. Sebagian besar asupan vitamin D yang dibutuhkan tubuh bisa diperoleh dari sinar matahari, yaitu sekitar 80%. Sementara itu, sisanya dapat diperoleh dari asupan makanan bernutrisi, seperti ikan laut, kuning telur, jamur, serta susu dan produk olahannya (seperti keju dan yogurt).
Vitamin ini bukan sekadar bermanfaat bagi kulit dan rambut, melainkan juga untuk gusi. Asupan vitamin E membantu mencegah peradangan gusi serta mempercepat penyembuhan luka. Bahan makanan sumber vitamin E sangat beragam, antara lain alpukat, minyak nabati, kacang-kacangan, dan ikan berlemak (seperti tuna dan salmon).
Fungsi kalsium bukan sekadar memperkuat tulang, tetapi juga melindungi kesehatan gigi dan gusi. Asupan mineral yang satu ini sangat penting sebagai penyusun lapisan enamel serta mendukung proses remineralisasi gigi. Kalsium bisa diperoleh dengan mengonsumsi susu, ikan laut, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.
Selain kalsium, fosfor juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan gigi. Asupan fosfor berfungsi memperkuat enamel gigi sekaligus menjaga kesehatan gusi. Gigi yang kekurangan fosfor lebih rentan mengalami keropos yang gejalanya diawali dengan rasa ngilu. Jenis mineral ini bisa didapat dengan mengonsumsi beragam makanan, seperti daging merah, daging unggas, boga bahari, susu, dan kacang-kacangan.
Pemenuhan kebutuhan mineral dan vitamin untuk gigi ngilu harus diimbangi dengan upaya konkret lain, salah satunya yaitu menggunakan pasta gigi yang dirancang khusus untuk gigi sensitif. Sekarang, Pasta Gigi Pepsodent Gum Expert hadir sebagai solusi untuk masalah gusi yang menyebabkan sensitivitas gigi meningkat.
Kandungan pasta gigi Pepsodent ini diperkaya Active Zinc + Vitamin E, yang efektif meningkatkan kesehatan gusi dan menjaga gusi merekat lebih baik pada gigi. Risiko peradangan gusi dan pembentukan plak pada gusi akan berkurang jika Anda menyikat gigi dengan Pasta Gigi Pepsodent Gum Expert.
Untuk hasil terbaik, pastikan proses menyikat gigi berlangsung nyaman dengan Sikat Gigi Pepsodent Nanosoft Sensitive Soft.
Bulu sikatnya didesain khusus agar 20x lebih lembut untuk membersihkan gigi dan gusi sensitif. Saatnya mengandalkan rangkaian produk Pepsodent untuk mengatasi gigi ngilu dan gangguan kesehatan gusi agar nyaman beraktivitas kapan saja dan di mana saja.
Selain itu, ada juga pilihan sikat gigi elektrik Pepsodent Provibe yang dilengkapi dengan sensitive mode dengan 33.000 getaran per menit sehingga 8x lebih efektif menghilangkan plak pada gigi dan aman serta lembut untuk gusi.
Pilihan pasta gigi dan sikat gigi yang nyaman dan tepat akan membuat perawatan gigi sensitif jadi makin aman. Dengan begitu, Anda bisa terbebas dari masalah gigi ngilu.
Artikel telah ditinjau secara medis oleh drg. Nanditha Puspadewi.
Gigi ngilu butuh asupan vitamin A, B Kompleks, C, D, E serta mineral kalsium dan fosfor untuk memperkuat enamel gigi dan meredakan masalah gusi sehingga sensitivitas gigi berkurang.