Efek samping veneer yang paling umum meliputi gigi jadi lebih sensitif terhadap makanan atau minuman panas dan dingin, warna gigi asli yang terlihat tidak merata, hingga risiko veneer retak atau lepas jika tidak dirawat dengan baik. Selain itu, pada beberapa jenis veneer, dokter perlu mengikis lapisan enamel gigi sehingga prosedur ini bersifat permanen dan tidak dapat dikembalikan seperti semula.
Banyak orang memilih veneer gigi untuk menutupi noda membandel, memperbaiki bentuk gigi, hingga membuat warna gigi terlihat lebih putih dan rapi. Meski hasilnya tampak menarik, penting untuk memahami bahwa prosedur ini juga memiliki risiko dan efek samping yang perlu diperhatikan. Lantas apa saja efek samping veneer gigi?
Sebelum membahas efek samping veneer gigi, Anda perlu mengetahui dulu seperti apa prosedurnya. Veneer gigi adalah lapisan tipis berbahan khusus yang dipasang pada permukaan depan gigi untuk memperbaiki penampilan.
Prosedur veneer umumnya diawali dengan konsultasi dan pemeriksaan kondisi gigi oleh dokter gigi. Setelah itu, dokter akan menyesuaikan bentuk dan warna veneer dengan kebutuhan Anda. Pada beberapa jenis veneer, lapisan enamel gigi perlu dikikis tipis agar veneer dapat menempel dengan baik.
Veneer gigi menawarkan berbagai manfaat, terutama dari sisi estetika, di antaranya:
Jenis-jenis veneer gigi yang umum digunakan antara lain:
Veneers porselen dibuat dari bahan keramik khusus yang menyerupai warna alami gigi. Jenis ini terkenal lebih kuat, tahan noda, dan memberikan hasil yang lebih natural. Tetapi, Anda membutuhkan beberapa kali kunjungan ke dokter gigi karena proses pembuatannya dilakukan di laboratorium.
Veneers komposit dibuat dari bahan resin komposit yang langsung diaplikasikan ke permukaan gigi. Jenis ini biasanya lebih terjangkau dan proses pemasangannya relatif cepat ketimbang veneers porselen. Namun, veneers komposit cenderung lebih mudah berubah warna dan tidak setahan lama veneer porselen.
Lumineers adalah jenis veneer yang sangat tipis sehingga dalam beberapa kasus tidak memerlukan banyak pengikisan enamel gigi. Karena lebih tipis, prosedurnya dianggap lebih minim invasif dibanding veneer biasa.
Jenis veneer palatal dipasang pada bagian belakang gigi dan umumnya digunakan untuk membantu memperbaiki kerusakan akibat gesekan atau erosi gigi.
Temporary veneers atau veneer sementara digunakan sebelum veneer permanen dipasang. Fungsinya untuk melindungi gigi sekaligus memberikan gambaran hasil akhir veneer.
Berikut beberapa keuntungan veneer gigi yang sering menjadi alasan banyak orang memilih prosedur ini:
Ketahanan veneer gigi bergantung pada jenis bahan yang digunakan dan cara perawatannya. Veneer komposit biasanya bertahan sekitar 4–8 tahun, sedangkan veneer porselen bertahan hingga 10–15 tahun atau lebih jika dirawat dengan baik. Tak hanya itu, menjaga kebersihan gigi dan menghindari kebiasaan buruk seperti menggigit benda keras dapat membantu memperpanjang usia veneer.
Meski memiliki banyak manfaat, veneer gigi juga memiliki beberapa efek samping yang perlu Anda ketahui sebelum menjalani prosedur ini. Efek samping veneer gigi di antaranya:
Salah satu efek samping veneer gigi yang paling umum. Sensitivitas gigi terjadi karena proses pemasangan veneer sering kali melibatkan pengikisan enamel. Alhasil, gigi bisa menjadi lebih sensitif terhadap makanan atau minuman panas dan dingin.
Jika veneer hanya dipasang pada beberapa gigi, warna gigi asli di sekitarnya bisa tampak berbeda. Veneer tidak dapat berubah warna seperti gigi alami sehingga perbedaan warna dapat terlihat seiring waktu.
Pada beberapa kasus, veneer bisa terasa kurang nyaman jika pemasangannya tidak presisi. Akibatnya, veneer yang tidak pas akan mengganggu gigitan atau menyebabkan iritasi pada gusi. Karena itu, penting memilih dokter gigi yang berpengalaman sehingga efek samping veneer gigi dapat diminimalisir.
Berbeda dengan gigi asli yang bisa diputihkan, warna veneer tidak dapat diubah setelah dipasang. Jika warna veneer sudah tidak sesuai, biasanya diperlukan penggantian veneer baru.
Meski cukup kuat, veneer tetap berisiko retak atau pecah jika terkena tekanan berlebihan. Kebiasaan menggigit es batu, membuka kemasan dengan gigi, atau bruxism (menggertakan gigi) dapat meningkatkan risiko kerusakan veneer.
Perawatan setelah veneer sangat penting agar hasilnya tetap awet dan nyaman digunakan. Berikut beberapa hal yang perlu Anda lakukan:
Mengetahui efek samping veneer gigi membuat sebagian orang waswas untuk melakukan prosedur tersebut. Namun, untungnya ada solusi praktis untuk memutihkan gigi tanpa veneer, seperti rutin menyikat gigi menggunakan rangkaian pasta gigi pemutih Pepsodent Ultra White.
Pepsodent Ultra White mampu memutihkan gigi 5 tingkat lebih putih dalam 7 hari serta memberikan perlindungan enamel yang diperbarui untuk senyum memukau setiap hari. Pasta gigi ini juga diformulasikan dengan Microwhitening-C yang mencerahkan sejak pemakaian pertama dan Blue-HAP yang memutihkan sekaligus memperbarui enamel barrier dan aman untuk gigi sensitif.
Kombinasi teknologi paten dari Pepsodent tersebut telah diuji secara klinis sehingga membuat Pepsodent Ultra White tetap aman untuk gigi sensitif. Agar hasil pembersihan lebih optimal, gunakan juga sikat gigi Pepsodent White Expert yang membantu membersihkan noda pada permukaan gigi secara aman dan cepat.
Selain melakukan perawatan gigi rutin dengan rangkaian Pepsodent Ultra White, tips berikut juga tak kalah pentingnya untuk diperhatikan:
Dengan tips di atas, Anda dapat menjaga kesehatan gigi tanpa harus melalui prosedur veneer dan berisiko mengalami efek samping veneer gigi. Mulailah merawat kesehatan gigi Anda dari sekarang agar senyum tetap percaya diri tanpa merusak kesehatan enamel gigi.
Aman jika dilakukan oleh dokter gigi profesional dan sesuai dengan kondisi kesehatan gigi pasien. Namun, prosedur ini tetap memiliki risiko seperti gigi sensitif atau kerusakan enamel jika tidak dirawat dengan baik.
Pemasangan veneer biasanya tidak terasa sakit karena dilakukan dengan bantuan anestesi lokal bila diperlukan. Setelah prosedur, sebagian orang mungkin mengalami rasa tidak nyaman atau sensitivitas ringan sementara waktu.