Gigi kuning adalah perubahan warna alami gigi yang biasanya tidak diikuti keluhan berupa rasa sakit. Kendati demikian, cara mengatasi gigi kuning patut dilakukan secara konsisten agar warnanya kembali cerah untuk dukung rasa percaya diri.
Penampilan menarik bukan sekadar wajah rupawan, melainkan tentang kondisi tubuh yang bersih, terawat, dan terlihat selaras. Salah satu bagian tubuh yang sangat berpengaruh terhadap penampilan secara keseluruhan adalah gigi. Masalah sekecil apa pun yang terjadi pada gigi harus lekas ditangani agar tidak memengaruhi kesehatan dan penampilan, termasuk gigi kuning. Kenali penyebab gigi kuning serta cara mengatasinya dengan tepat agar warna gigi kembali cerah alami dan membuat Anda percaya diri.
Apa yang Dimaksud dengan Gigi Kuning?
Gigi kuning adalah tampilan gigi yang mengalami perubahan warna akibat noda sehingga tidak seputih warna aslinya, yaitu gigi tampak kuning atau oranye, bahkan bisa berubah jadi cokelat kehitaman bila tidak langsung ditangani secara serius. Perubahan warna gigi jadi kuning bisa terjadi pada satu, sebagian, atau seluruh gigi. Selain mengganggu kepercayaan diri, masalah gigi kuning bisa jadi tanda awal gangguan kesehatan lebih serius bila perubahan warnanya terjadi akibat enamel yang menipis.
Penyebab Utama Gigi Kuning
Beberapa hal yang menjadi penyebab gigi kuning adalah sebagai berikut:
- Kebersihan gigi kurang terjaga: salah satu biang keladi penyebab gigi kuning yang paling sering terjadi adalah kebersihan gigi yang kurang terjaga. Malas menyikat gigi atau cara menyikat gigi yang kurang tepat membuat noda tetap melekat pada gigi sehingga tampilannya tampak menguning dan kusam. Kebiasaan buruk ini juga memicu pembentukan plak dan karang gigi yang membuat warna gigi menguning. Itulah sebabnya cara dan durasi menyikat gigi yang benar sangat penting untuk membersihkan seluruh permukaan gigi supaya hasilnya optimal.
- Enamel gigi rusak: enamel gigi adalah lapisan paling luar berwarna putih yang berfungsi melindungi struktur alami gigi. Bila enamel rusak dan mengalami penipisan, maka lapisan dentin di bagian dalam yang warnanya lebih gelap akan terlihat jelas sehingga gigi tampak kuning. Banyak faktor yang jadi penyebab kerusakan enamel gigi, seperti kebiasaan menggemeretakkan gigi, asam lambung, konsumsi makanan atau minuman asam dan manis berlebihan, mulut kering, serta cara menyikat gigi yang keliru.
- Penyakit tertentu: gigi kuning bukan hanya bisa terjadi karena gangguan kesehatan gigi dan mulut, melainkan juga efek samping penyakit lainnya seperti gangguan liver, kekurangan kalsium, gangguan metabolisme tubuh, refluks asam lambung (Gartroesophageal Reflux Disease atau GERD), gangguan pola makan (anoreksia atau bulimia), dan penyakit celiac.
- Efek samping obat-obatan: golongan antibiotik tertentu seperti tetrasiklin dan doksisiklin dapat menimbulkan efek samping berupa perubahan warna gigi bila dikonsumsi anak-anak di bawah usia 8 tahun. Selain itu, jenis obat-obatan lainnya seperti obat anti hipertensi,anti psikotik, dan antihistamin juga berisiko menyebabkan gigi kuning.
- Cedera gigi: cedera yang disebabkan benturan keras juga bisa menjadi salah satu penyebab gigi kuning. Insiden ini dapat menyebabkan kematian saraf gigi, pendarahan internal, atau kerusakan dentin yang lambat laun membuat gigi jadi kuning.
- Kebiasaan lainnya: perubahan warna gigi jadi kuning juga dapat dipicu berbagai kebiasaan lain yang tidak disadari tetapi sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Kebiasaan Sehari-hari yang Memicu Perubahan Warna Gigi
Hingga kini masih banyak orang tidak menyadari kalau penyebab gigi kuning juga bisa terjadi karena sejumlah kebiasaan sehari-hari, yaitu:
- Konsumsi makanan dan minuman tertentu: ada beragam makanan dan minuman yang memicu perubahan warna gigi jika terlalu sering dikonsumsi. Salah satu yang paling populer adalah kopi dan teh yang kandungan tanin di dalamnya rentan menempel pada lapisan terluar gigi lalu menyebabkan warnanya menjadi kuning. Selain kopi dan teh, jenis makanan dan minuman penyebab gigi kuning lainnya, antara lain soda, wine, minuman berenergi, buah yang terlalu asam atau berwarna pekat, dan saus.
- Merokok atau menggunakan vape: kandungan nikotin dan tar dalam rokok maupun vape rentan menempel pada gigi dan terakumulasi sehingga menyebabkan perubahan warna. Inilah yang membuat perokok berat yang telah menjalani kebiasaan merokok selama bertahun-tahun cenderung memiliki gigi kuning.
- Menyikat gigi terlalu keras: banyak orang tidak sadar kalau menyikat gigi terlalu keras juga bisa jadi penyebab gigi kuning. Kebiasaan ini membuat lapisan enamel gigi rentan rusak akibat gerakan menyikat gigi yang terlalu kuat.
- Menggunakan obat kumur terlalu sering: obat kumur yang kandungan asamnya tinggi berisiko membuat mulut jadi kering bila digunakan terlalu sering. Hal ini menghambat produksi air liur sehingga kelembapan rongga mulut berkurang drastis dan noda lebih gampang menempel pada enamel gigi. Lebih parahnya lagi, rongga mulut yang kering juga meningkatkan risiko perkembangbiakan bakteri penyebab gigi berlubang.
- Menggemeretakkan gigi (bruxism): segelintir orang memiliki kebiasaan menggemeretakkan gigi ketika tidur yang dilakukan di luar kesadaran. Bila keadaan ini dibiarkan begitu saja, enamel gigi rentan terkikis hingga mengalami kerusakan yang membuat gigi kuning. Tak hanya itu, kerusakan enamel gigi juga dapat menimbulkan masalah lainnya, seperti gigi sensitif.
6 Cara Mencegah dan Menghilangkan Gigi Kuning
Jangan panik bila sedang mengalami masalah gigi kuning. Beberapa cara menghilangkan gigi kuning berikut ini dapat dilakukan untuk mengembalikan warna putih alami gigi:
- Sikat gigi setelah konsumsi makanan dan minuman penyebab gigi kuning: menyikat gigi minimal 30 menit setelah makan akan mengurangi paparan zat berwarna dari makanan dan minuman yang bisa menyebabkan perubahan warna pada permukaan gigi. Di samping itu, upaya pencegahan gigi kuning juga bisa dilakukan dengan minum menggunakan sedotan supaya jumlah minuman berwarna yang mengenai permukaan gigi tidak terlalu banyak.
- Menyikat gigi dengan cara yang benar: proses menyikat gigi yang benar dapat membantu mengatasi gigi kuning secara alami. Sebaiknya kamu menggunakan sikat gigi yang bulunya bertekstur lembut supaya tidak berisiko merusak lapisan enamel gigi. Lakukan gerakan memutar perlahan-lahan agar seluruh permukaan gigi dapat dibersihkan sampai tuntas. Kebiasaan baik ini harus dilakukan secara terus-menerus sehingga noda pada permukaan gigi lekas memudar.
- Menghentikan kebiasaan merokok atau menggunakan vape: cara menghilangkan gigi kuning yang juga tak kalah efektif adalah berhenti merokok atau menggunakan vape. Dengan demikian, gigi akan terbebas dari kontaminasi zat kimia dalam rokok atau vape sehingga warnanya bisa berangsur-angsur kembali putih bila diimbangi perawatan intensif.
- Mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung banyak air: kandungan air dalam buah dan sayur dapat membantu membersihkan permukaan gigi sekaligus menstimulasi produksi air liur sebagai bahan pembersih alami rongga mulut. Beberapa jenis buah dan sayur yang terkenal ampuh membantu mengembalikan warna putih alami gigi, antara lain timun, wortel, seledri, selada, dan kiwi.
- Melakukan oil pulling: oil pulling adalah tindakan berkumur menggunakan minyak nabati untuk membasmi plak penyebab kerusakan gigi sekaligus meredakan peradangan. Cara melakukannya sangat mudah karena Anda hanya perlu menyiapkan satu sendok makan minyak kelapa untuk berkumur selama kurang lebih 5 menit sebelum membilas rongga mulut dengan air bersih. Lakukan perawatan gigi alami ini secara rutin sebanyak satu kali sehari untuk mendapatkan hasil signifikan.
- Mengunjungi dokter gigi untuk konsultasi rutin: jika kamu tidak bisa melakukan cara memutihkan gigi kuning dengan perawatan mandiri, berarti kamu membutuhkan bantuan dokter gigi. Konsultasi rutin dengan dokter gigi akan membantumu mengatasi masalah kesehatan gigi sejak dini, termasuk soal urusan gigi kuning yang mengganggu penampilan serta cara mengatasi bruxism yang memicu kerusakan dan perubahan warna gigi.
Cara Memutihkan Gigi Kuning
Upaya mengembalikan warna putih alami gigi juga bisa dilakukan melalui dua cara ampuh ini:
1. Prosedur Perawatan yang Dilakukan Dokter Gigi
Ada sejumlah prosedur perawatan yang bisa dilakukan dokter gigi untuk memutihkan gigi kuning, antara lain:
- Scaling gigi: cara memutihkan gigi kuning ini sangat disarankan jika noda membandel terjadi akibat karang gigi.
- Bleaching gigi: dokter gigi kerap menyarankan tindakan bleaching bila gigi menguning karena faktor eksternal yang sulit diatasi, misalnya konsumsi makanan dan minuman tertentu dan kebiasaan merokok.
- Pemasangan mahkota gigi: kondisi mahkota gigi geraham yang rusak akibat lubang besar bisa diatasi dengan pemasangan mahkota agar struktur kembali utuh dan warnanya seperti sedia kala.
- Pemasangan veneer gigi: cara memutihkan gigi kuning ini sangat disarankan untuk sejumlah masalah gigi yang terjadi bersamaan, seperti gigi kuning yang tidak membaik pasca prosedur pemutihan, susunan gigi tidak rapi, ada celah gigi, serta keretakan gigi.
2. Penggunaan Pasta Gigi Pemutih yang Aman
Pasta gigi sekarang bukan hanya hadir sebagai produk pembersih yang bertujuan menjaga kesehatan gigi. Lebih dari itu, kini banyak pasta gigi yang diformulasikan secara khusus untuk mengatasi masalah gigi, termasuk gigi kuning yang mengganggu kepercayaan diri. Penggunaan pasta gigi pemutih dengan cara dan intensitas yang tepat dapat membantu mengembalikan warna putih alami gigi. Oleh sebab itu, Anda patut lebih cermat memilih pasta gigi yang tepat untuk mengatasi perubahan warna gigi.
Rekomendasi Pasta Gigi Kuning yang Efektif
Usaha memutihkan gigi secara alami sekarang dapat dilakukan secara mudah dengan dukungan Pasta Gigi Pepsodent Ultra White Ultimate Bright.