Gigi Keropos menjadi salah satu keluhan umum yang terjadi pada anak-anak. Menurut survei, satu dari tiga anak menderita gigi keropos atau karies gigi. Penyakit gigi ini cukup destruktif karena dapat menyebabkan lubang, pembusukan hingga infeksi pada gigi. Gigi keropos bisa menjadi persoalan gigi yang penting untuk segera diatasi. Untuk itu, Anda harus mengenali tanda gigi keropos dan cara tepat dalam mencegahnya.
Beragam Penyebab Gigi Keropos pada Anak
- Tidak Menjaga Kebersihan Gigi. Sisa makanan yang tidak bersih menghasilkan plak pada gigi. Plak yang menempel pada gigi lambat laun menyerang email gigi dan menyebabkan karies gigi atau gigi keropos.
- Kebiasaan Menghisap Dot atau Menyusu Sebelum Tidur. Kebiasaan menghisap dot merupakan kebiasaan buruk yang dapat menimbulkan keropos pada gigi. Ketika tidur, sisa susu yang terdapat di mulut akan diolah oleh bakteri menjadi asam. Asam inilah yang menyebabkan gigi keropos.
- Konsumsi Gula yang Berlebihan pada Anak. Makanan yang mengandung banyak gula, seperti: permen, coklat dan eskrim, dilansir dari DentalFind menjadi salah satu faktor pengeroposan gigi.
- Cedera pada Gigi dan Gusi. Sebagai contoh anak Anda cedera pada bagian gusi saat bermain. Namun darahnya tidak keluar dan menggumpal di dalam gusi. Akhirnya penggumpalan tersebut memengaruhi warna gigi menjadi biru hingga kehitaman.
- Konsumsi Obat-obatan Tertentu. Beberapa jenis obat-obatan jika dikonsumsi oleh buah hati Anda dapat menyebabkan keropos gigi. Misalnya: obat yang mengandung zat besi dapat menimbulkan noda pada gigi anak. Lalu antibiotik tetrasiklin yang dikonsumsi selama proses kehamilan dan menyusui berpengaruh pada perubahan warna dan gigi keropos buah hati.
- Bawaan Lahir. Anak yang terlahir dalam kondisi kelebihan bilirubin dalam darahnya, berakibat pada warna gigi yang ikut berubah menjadi kehijauan atau kekuningan.
Apa Saja Tanda-tanda Gigi Keropos
Secara umum gigi keropos dapat dikenali dengan kondisi gigi yang berlubang, kehitaman, mahkota gigi susu yang tidak utuh, atau yang sudah tanggal. Jika gigi susu buah hati Anda keropos sebaiknya tidak dibiarkan berlarut-larut karena dapat menimbulkan masalah yang lebih serius.
Pada tingkatan yang lebih serius gigi keropos dapat ditandai dengan adanya rasa nyeri, infeksi dan pembekakan pada bagian mulut. Gigi susu yang keropos juga dapat menimbulkan gigi permanen tumbuh berjejal dan tidak rapi. Gigi susu yang tanggal sebelum pada waktunya, kehilangan perannya sebagai pemandu gigi permanen tumbuh sehingga menjadi tidak rapi.