Penyebab gigi berlubang biasanya terjadi akibat terkikisnya lapisan pelindung terluar gigi (enamel) oleh asam yang dihasilkan dari bakteri di dalam mulut. Bakteri tersebut berkembang dari sisa-sisa makanan yang tidak dibersihkan dan membentuk plak yang menempel pada gigi.
Gigi berlubang tak selalu menimbulkan gejala yang mengganggu. Apabila lubangnya masih sangat kecil, umumnya Anda tidak akan merasa nyeri atau ngilu. Namun, lubang di gigi bisa membesar seiring berjalannya waktu. Lantas, apa penyebab gigi berlubang? Yuk, cari tahu lebih lanjut beserta dengan cara untuk mengobatinya!
Penyebab gigi berlubang tidak terjadi secara instan. Ada proses panjang yang dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari, kondisi mulut, dan pola makan. Awal mula gigi berlubang disebabkan oleh tumpukan plak yang berada di permukaan gigi. Plak merupakan lapisan lengket yang terbentuk dari sisa makanan, bakteri, dan air liur.
Ketika seseorang sering mengonsumsi makanan dan minuman manis, bakteri di dalam plak akan mengubah gula menjadi asam yang dapat merusak lapisan enamel gigi. Asam yang melekat pada gigi akan mengikis enamel, lapisan terluar gigi yang berfungsi untuk melindungi bagian dalam gigi.
Apabila proses pengikisan enamel terjadi terus menerus, enamel melemah dan akan muncul lubang kecil yang sering kali belum terasa sakit. Ketika kerusakan sudah mencapai lapisan dentin dan saraf gigi, rasa nyeri biasanya akan muncul. Di tahap ini, gigi akan jadi lebih sensitif sehingga terasa sakit saat Anda mengonsumsi makanan dan minuman panas, dingin, manis, atau asam.
Jika tidak segera ditangani, infeksi pada gigi berlubang dapat menyebar hingga ke akar gigi dan menyebabkan pembengkakan atau abses.
Tanpa disadari, ada sejumlah kebiasaan yang ternyata menjadi penyebab gigi berlubang. Jika kebiasaan ini dilakukan terus menerus, bakteri akan berkembang semakin cepat dan menyebabkan gigi berlubang. Inilah kebiasaan sehari-hari yang ternyata dapat memicu lubang pada gigi:
Sisa makanan di gigi bisa menjadi tempat favorit bakteri untuk berkembang biak. Jika gigi tidak dibersihkan secara rutin, plak akan menumpuk dan menghasilkan asam yang merusak enamel gigi. Idealnya, sikatlah gigi dua kali sehari, yakni setelah sarapan dan sebelum tidur di malam hari.
Permen, cokelat, kue, soda, dan minuman manis lainnya mengandung gula tinggi yang disukai bakteri. Semakin sering Anda mengonsumsi gula, maka semakin banyak asam yang diproduksi di dalam mulut. Zat asam akan mengikis enamel gigi dan mempercepat pertumbuhan bakteri penyebab gigi berlubang.
Flossing adalah cara yang baik untuk membersihkan sisa makanan di sela gigi yang tak terjangkau oleh sikat gigi. Apabila Anda jarang menggunakan benang gigi atau dental floss untuk flossing, sisa makanan akan menumpuk dan bisa menyebabkan plak atau lubang di gigi.
Selain karena kebiasaan sehari-hari, penyebab gigi berlubang juga bisa disebabkan oleh kondisi tertentu. Sebagai contoh, kondisi mulut yang terlalu kering atau produksi air liur yang terlalu sedikit. Perlu diketahui, air liur bermanfaat membersihkan sisa makanan dan menetralkan asam di dalam mulut. Ketika mulut terlalu kering, bakteri akan lebih mudah berkembang.
Tak hanya itu saja, susunan gigi yang tidak rata atau bertumpuk juga meningkatkan risiko gigi berlubang lantaran sisa makanan lebih mudah terselip dan sulit dibersihkan. Selain itu, enamel gigi yang tipis atau lemah membuat gigi lebih rentan mengalami kerusakan.
Gigi berlubang yang tidak ditangani secara tepat tak hanya menyebabkan rasa nyeri, tetapi juga memicu berbagai masalah lain. Berikut adalah dampak jika gigi berlubang tidak segera diobati:
Nyeri gigi yang semakin parah: Lubang kecil di gigi dapat membesar hingga menyentuh saraf gigi. Ketika kondisi ini terjadi, rasa nyeri menjadi lebih intens.
Infeksi dan abses gigi: Bakteri yang masuk ke bagian dalam gigi dapat menyebabkan infeksi hingga terbentuk abses atau kantung nanah. Kondisi ini biasanya ditandai dengan pembengkakan, demam, dan rasa nyeri berdenyut.
Bau mulut: Penumpukan bakteri dan sisa makanan di area gigi berlubang bisa menyebabkan bau mulut tidak sedap.
Gigi menjadi rapuh atau tanggal: Kerusakan yang terus berkembang membuat struktur gigi semakin lemah. Akibatnya, gigi lebih mudah retak atau patah saat digunakan mengunyah makanan keras. Jika kerusakan dan infeksi sudah sangat parah, pencabutan gigi mungkin menjadi satu-satunya pilihan.
Cara mengatasi gigi berlubang disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Semakin cepat ditangani, maka semakin besar peluang untuk mempertahankan gigi. Berikut adalah metode yang biasa dilakukan untuk menangani gigi berlubang:
Prosedur ini dilakukan untuk menutup lubang akibat kerusakan pada enamel atau dentin gigi. Penambalan gigi dapat menghentikan perkembangan lubang sekaligus mengembalikan fungsi utama gigi agar tetap nyaman saat mengunyah makanan.
Perawatan saluran akar dilakukan jika kerusakan gigi sudah mencapai saraf atau pulpa gigi. Dokter akan membersihkan jaringan yang terinfeksi, lalu menutup kembali saluran akar agar bakteri tidak masuk lagi.
Crown gigi digunakan untuk melindungi gigi yang sudah rapuh atau rusak cukup besar. Mahkota buatan ini dipasang menutupi seluruh permukaan gigi agar bentuk dan kekuatannya kembali normal.
Apabila kerusakan yang diakibatkan lubang gigi bertambah parah dan membuat gigi tidak diselamatkan, pencabutan adalah solusi yang paling tepat. Setelah dicabut, dokter biasanya menyarankan penggunaan gigi palsu atau implan agar fungsi mengunyah tetap baik dan susunan gigi tidak bergeser.
Sejatinya, gigi berlubang bisa dihindari jika Anda merawat kesehatan gigi dan mulut dengan baik. Salah satu cara mencegah gigi berlubang adalah dengan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi yang mengandung flouride.
Sebagai rekomendasi, pasta gigi Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang dapat menjadi pilihan yang tepat untuk mencegah gigi berlubang. Dengan Formula Double action yang diperkaya dengan Mikro Kalsium Aktif dan Pro-fluoride kompleks, pasta gigi ini dua kali lebih efektif dalam memperbaiki lubang kecil tak kasat mata sebelum berkembang menjadi gigi berlubang.
Sebagai rekomendasi, pasta gigi Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang dapat menjadi pilihan yang tepat untuk mencegah gigi berlubang. Dengan Formula Double action yang diperkaya dengan Mikro Kalsium Aktif dan Pro-fluoride kompleks, pasta gigi ini dua kali lebih efektif dalam memperbaiki lubang kecil tak kasat mata sebelum berkembang menjadi gigi berlubang.
Gigi berlubang umumnya tidak bisa sembuh sendiri. Jika dibiarkan, lubang pada gigi dapat semakin besar dan menimbulkan nyeri atau infeksi sehingga perlu ditangani oleh dokter gigi.
Proses terbentuknya gigi berlubang bisa berlangsung dalam beberapa bulan hingga tahun, tergantung pada tingkat kebersihan mulut, pola makan, dan kondisi gigi masing-masing. Jarang menyikat gigi dan mengonsumsi makanan manis yang berlebihan dapat mempercepat kerusakan gigi.
Menyikat gigi penting untuk membantu mencegah gigi berlubang, tetapi sebaiknya disertai kebiasaan lain seperti membatasi makanan manis, menggunakan pasta gigi berfluoride, dan rutin memeriksakan gigi ke dokter agar risiko gigi berlubang bisa lebih terkontrol.