8 Makanan yang Cocok Untuk Orang Sakit Gigi

Cara Menghilangkan Rasa Ngilu Akibat Gigi Sensitif pada Gigi Geraham

Tiap gigi dari susunan gigi manusia memiliki fungsi masing-masing. Gigi geraham berfungsi mengunyah dan menggiling makanan, sehingga paling sering digunakan saat makan. Bila gigi geraham sakit, ngilu, atau bahkan berlubang, tentu pengalaman dan kenikmatan makan jadi terganggu. Untuk mencegah dan mengatasinya, mari simak beberapa cara menghilangkan ngilu pada gigi geraham berikut ini.

Penyebab Ngilu Pada Gigi Geraham

Karena bentuknya yang memiliki banyak lekuk dan ceruk, sisa makanan sangat mudah menempel di gigi geraham. Bila tidak dibersihkan secara menyeluruh, sisa makanan akan menumpuk dan menyebabkan gigi berlubang. Masalahnya, lubang pada gigi geraham yang letaknya di belakang, tentu sulit bagi kita untuk melihatnya. Lubang kecil pada gigi geraham juga tidak langsung menyebabkan rasa sakit dan bisa luput dari perhatian, terutama bila kita tidak rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi. Bila lubang pada gigi geraham semakin dalam, maka masalah gigi ngilu pun terjadi.

Selain sisa makanan yang menumpuk, penyebab rasa ngilu pada gigi geraham yang lain adalah penipisan enamel gigi atau demineralisasi. Sebenarnya proses demineralisasi ini terjadi setiap hari, tapi prosesnya jadi semakin cepat akibat beberapa hal seperti berkurangnya mineral gigi, kebiasaan menyikat gigi yang terlalu keras, serta sering mengkonsumsi makanan dan minuman yang terlalu asam. Bila demineralisasi terjadi dan enamel gigi semakin tipis, gigi pun mudah terasa ngilu.

Cara Mencegah Ngilu Pada Gigi Geraham

Melihat beberapa penyebab gigi ngilu yang telah disebutkan di atas, bisa disimpulkan beberapa cara menghilangkan gigi ngilu berikut ini:

1.       Bersihkan gigi secara menyeluruh

Gigi yang bersih akan bebas dari bakteri penyebab gigi berlubang dan mencegah gigi ngilu. Jadi, sikat gigi setidaknya 2 kali sehari secara menyeluruh untuk menghindari sisa makanan yang menempel dan menumpuk pada gigi, terutama di gigi geraham. Penggunaan dental floss alias benang gigi juga sangat membantu untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi.

2.       Konsultasi rutin dengan dokter gigi

Konsultasi rutin dengan dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali sangat penting agar gigi berlubang bisa ditemukan sejak dini dan segera diatasi sebelum menyebabkan masalah gigi lainnya. Konsultasi ke dokter adalah cara menghilangkan ngilu pada gigi berlubang yang bisa jadi andalan, karena dokter gigi tentu memiliki kemampuan terbaik untuk menemukan penyebab gigi berlubang dan cara terbaik untuk mengatasinya. Bila gigi ngilu sudah terjadi dan Anda belum memiliki waktu untuk ke dokter gigi, Anda juga bisa berkonsultasi online secara gratis melalui program Tanya Dokter Gigi by Pepsodent.

3.       Gunakan pasta gigi yang tepat untuk mengatasi demineralisasi gigi

Seperti yang telah disebutkan di atas, proses demineralisasi gigi terjadi setiap hari. Tapi Anda bisa mengatasinya menggunakan pasta gigi Pepsodent Sensitive Mineral Expert Sensitivity Treatment. Kandungan Active Remin Complex™ dalam pasta gigi ini membantu membentuk lapisan mineral alami gigi, sehingga mengatasi demineralisasi gigi penyebab gigi sensitif dan meredakan gigi yang ngilu, sekaligus mencegah rasa ngilu datang kembali*.

4.       Sikat gigi dengan cara yang tepat

Menyikat gigi dengan terlalu kencang juga bisa menyebabkan penipisan enamel gigi. Jadi, sikat gigi dengan perlahan-lahan dan hati-hati untuk menjaga lapisan gigi.

Gigi ngilu bisa jadi gejala dari masalah gigi yang lebih serius. Jadi, gigi ngilu tidak boleh dianggap sepele dan harus segera diatasi. Bila masalah gigi ngilu terus berlanjut walaupun Anda telah melakukan langkah-langkah sederhana yang disebutkan di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter gigi.

*dengan pemakaian teratur sesuai petunjuk penggunaan

Sumber:

  • https://www.tanyapepsodent.com/tips-kesehatan-gigi/konsultasi-dokter-gigi-dan-prosedur-perawatan-gigi/gigi-geraham-bungsu-inilah-masalah-dan-solusi-dari-pakarnya.html

  • https://hellosehat.com/gigi-mulut/penyebab-gigi-ngilu-sensitif/

  • https://www.tanyapepsodent.com/tips-kesehatan-gigi/gigi-sensitif/penyebab-gigi-ngilu-berkepanjangan.html

  • https://hellosehat.com/gigi-mulut/anatomi-gigi-dan-fungsinya/

 

  • https://www.tanyapepsodent.com/tips-kesehatan-gigi/kebersihan-gigi-dan-mulut-serta-panduan-menyikat-gigi/seluk-beluk-gigi-apa-itu-gigi-dan-fungsi-gigi.html
  • https://www.tanyapepsodent.com/tips-kesehatan-gigi/gigi-sensitif/remineralisasi-cara-mengatasi-gigi-keropos.htmlTiap

 

 

2. Penyakit Gusi

Satu lagi masalah gigi yang kerap muncul akibat gigi berlubang adalah penyakit gusi. Penyakit ini biasanya ditandai dengan rasa nyeri, kemerahan dan pembengkakan  pada gusi. Inilah yang membuat gusi terlihat merah, bengkak, bahkan berdarah jika disikat. Jika tidak segera diatasi, penyakit gusi ini bisa menyebar ke gusi yang lain.

Penyakit gusi harus segera diatasi. Jika tidak, penyakit ini bisa berkembang menjadi periodontitis yang dapat menyebabkan gigi terlepas dari gusi. Itulah kenapa menggosok gigi dua kali sehari sangat dianjurkan.

3. Penyakit Jantung

Mungkin banyak yang tidak mengira kalau infeksi gigi berlubang bisa berkembang menjadi sejauh ini. Jika sakit gigi dibiarkan begitu saja, gigi berlubang bisa menjadi lebih parah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Menurut American Academy of Periodontology, korelasi antara penyakit gigi dan gusi dengan risiko penyakit jantung telah banyak diteliti. Saat gusi terinfeksi dan mengalami peradangan, bakteri dapat masuk ke dalam aliran darah dari pembuluh darah di dalam mulut dan memicu infeksi pada otot jantung. Kondisi ini disebut sebagai infective endocarditis.

Jika sudah seperti ini, diperlukan penanganan lebih lanjut oleh Dokter Spesialis Jantung. .

4. Stroke

Selain penyakit jantung, penelitian juga menunjukkan bahwa ada kaitan antara penyakit periodontal (penyakit gigi dan gusi) dengan stroke.

Kaitan  tersebut berdasarkan pada temuan masalah infeksi oral pada orang yang menderita cerebrovascular ischemia. Cerebrovascular ischemia merupakan kondisi di mana aliran darah ke otak tidak tercukupi. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab  terjadinya stroke.

Penyakit gigi berlubang tidak boleh dipandang sebelah mata. Meski terlihat sepele, gigi berlubang bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius, bahkan memicu penyakit yang berisiko menyebabkan kematian. Jika kamu punya masalah gigi berlubang, pastikan untuk segera ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Gigi berlubang dapat dicegah dengan rutin menggosok gigi. Minimal, gosok gigi dua kali sehari pada pagi setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. 

Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang merupakan pasta gigi yang dirancang dengan perlindungan maksimal 10x gigi lebih kuat*. Rutin  menggosok gigi dengan Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang, kamu bisa terhindar dari masalah gigi berlubang dan infeksi yang menyertainya.Gunakan juga benang gigi atau sikat interdental untuk membersihkan sela-sela gigi dan mouthwash sebagai penyempurna perawatan gigi. Jangan lupa periksakan gigi ke dokter minimal 6 bulan sekali untuk tahun kondisi kesehatan gigimu.

 

Artikel telah ditinjau oleh drg.Fatimah Rahmatya Gita Isjwara

 

Referensi:

  • https://hellosehat.com/gigi-mulut/gigi/bahaya-gigi-berlubang/ 

  • https://www.sehatq.com/artikel/bahaya-kesehatan-akibat-gigi-berlubang 

  • https://www.perio.org/consumer/gum-disease-and-heart-disease

Bagikan ini