Gigi patah ngilu bisa terjadi pasca mengalami benturan, mengonsumsi makanan bertekstur keras, hingga gigi yang rapuh karena kerusakan. Rasa ngilu yang muncul disebabkan oleh adanya rangsangan pada dentin yang terbuka dan terhubung langsung dengan saraf gigi akibat enamel gigi yang rusak.
Gigi patah tak hanya sekadar mengganggu penampilan, tapi juga bisa menimbulkan rasa ngilu yang tak tertahankan. Jika tidak segera ditangani secara tepat, gigi ngilu karena patah ini bisa terasa semakin sakit, bahkan bisa memicu kondisi kesehatan gigi lainnya.
Gigi patah ngilu terjadi karena lapisan pelindung gigi (enamel) mengalami kerusakan sehingga bagian dentin yang menutup saraf gigi terbuka. Dentin memiliki saluran kecil yang terhubung langsung ke saraf gigi, sehingga saat mendapat rasangan dari makanan dan minuman yang dikonsumsi, maka Anda akan merasa nyeri atau ngilu.
Semakin dalam patahan gigi terjadi, semakin besar pula kemungkinan rasa ngilu muncul dan bertahan lebih lama.
Bukan hanya rasa ngilu saja yang ditimbulkan oleh gigi patah, tetapi ada berbagai gejala lain yang menandakan adanya kerusakan pada jaringan gigi atau saraf di dalamnya. Berikut adalah gejala yang menyertai gigi patah ngilu:
Gigi yang patah dan menyebabkan sensasi ngilu harus segera ditangani. Pasalnya, jika tidak ditangani dengan baik, gigi patah ngilu dapat menimbulkan risiko-risiko ini:
Celah pada gigi patah memudahkan bakteri masuk ke bagian dalam gigi dan mencapai saraf. Jika infeksi terjadi, penderitanya akan merasa nyeri yang lebih hebat dan berdenyut. Apabila infeksi semakin parah, abses yang berisi nanah bisa terbentuk di sekitar akar gigi.
Gigi yang sudah patah akan lebih mudah mengalami retakan tambahan jika Anda tetap menggunakannya untuk mengunyah makanan keras. Kerusakan yang awalnya kecil bisa meluas sampai ke akar gigi.
Rasa ngilu akibat gigi patah bisa menyebabkan rasa tidak nyaman saat menyantap makanan. Selain itu, posisi gigi yang rusak juga bisa memengaruhi cara berbicara
Kerusakan gigi patah yang dibiarkan begitu saja tanpa penanganan yang tepat akan membuat struktur gigi semakin melemah sampai akhirnya gigi tersebut tidak bisa pertahankan lagi. Dalam beberapa kasus, gigi harus dicabut karena infeksi atau patahan sudah tergolong parah.
Sisa makanan dan bakteri bisa menumpuk pada area gigi patah yang sulit dibersihkan. Kondisi ini dapat memicu peradangan gusi di sekitarnya. Jika kondisi tersebut semakin parah, peradangan bisa berkembang menjadi infeksi.
Gigi patah akibat kecelakaan mungkin tidak bisa dicegah. Namun, Anda masih bisa mencegah terjadinya gigi patah karena kebiasaan buruk dengan sejumlah cara berikut ini:
Kebiasaan membuka tutup botol dengan gigi atau mengunyah es batu dan makanan keras lain akan meningkatkan risiko gigi patah dan retak. Tekanan berlebih pada gigi akan merusak enamel.
Beberapa olahraga tertentu memiliki risiko benturan cukup tinggi di area mulut. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menggunakan mouthguard untuk melindungi gigi dari benturan. Pelindung ini bekerja dengan meredam tekanan saat terjadi benturan sehingga risiko gigi patah atau retak dapat diminimalkan.
Menyikat gigi dua kali sehari dan membersihkan sela gigi membantu mencegah kerusakan akibat plak dan bakteri. Gigi yang sehat memiliki struktur lebih kuat sehingga tidak mudah patah. Pastikan juga untuk memilih rangkaian pasta gigi dan sikat gigi yang tepat untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut secara maksimal. Gunakan pasta gigi dengan kandungan fluoride dan mineral HAP yang dapat memperkuat lapisan enamel gigi.
Jika Anda mengalami gigi patah yang menyebabkan rasa ngilu, segeralah ke dokter gigi untuk mendapat penanganan medis yang tepat. Jenis perawatan gigi patah bisa berbeda-beda sesuai dengan tingkat keparahannya. Inilah beberapa penanganan medis untuk mengatasi gigi patah:
Penambalan gigi dilakukan untuk mengatasi patahan yang masih tergolong kecil dan tidak mengenai saraf. Dokter akan menggunakan bahan khusus untuk menutup bagian gigi yang rusak agar bentuk dan fungsinya kembali normal. Tambalan juga membantu melindungi dentin terbuka sehingga rasa ngilu dapat berkurang secara bertahap.
Ini merupakan prosedur untuk memperbaiki tampilan gigi yang patah ringan, terutama jika gigi yang patah berada di bagian depan. Lapisan tipis berbahan porselen atau komposit ditempelkan pada permukaan gigi agar terlihat lebih rapi.
Crown atau mahkota gigi biasanya dipasang pada gigi yang mengalami patah cukup besar. Mahkota buatan ini berfungsi menutupi seluruh bagian gigi agar lebih kuat dan terlindungi. Selain mengurangi rasa ngilu, crown juga membantu mengembalikan fungsi kunyah dan menjaga bentuk gigi tetap stabil.
Apabila gigi patah sudah mencapai saraf dan menyebabkan nyeri hebat, perawatan saluran akar adalah cara terbaik untuk menanganinya. Pertama-tama, dokter akan membersihkan jaringan saraf yang rusak, lalu menutup saluran akar agar tidak terinfeksi kembali.
Prosedur pencabutan gigi hanya akan dilakukan jika kondisi gigi patah sudah sangat rusak dan tidak dapat dipertahankan. Setelah gigi dicabut, dokter akan menyarankan pemasangan gigi pengganti agar Anda tetap bisa mengunyah makanan secara optimal.
Sebelum mendapatkan penanganan yang tepat, gigi yang patah cenderung menjadi gigi sensitif dan terasa ngilu. Cara mengatasi gigi patah yang terasa ngilu bisa diatasi dengan menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif seperti Pepsodent Sensitive Expert. Pasta gigi ini mengandung mineral HAP yang dapat meredakan gigi ngilu dalam waktu 30 detik.
Selain itu, pasta gigi ini juga dilengkapi dengan kandungan Zinc dan Fluoride yang akan memberikan perlindungan dari plak dan bakteri penyebab gigi berlubang.
Lakukan sikat gigi secara perlahan dan gunakan sikat gigi berbulu halus agar tidak melukai gigi dan gusi. Rekomendasi sikat gigi terbaik yang bisa digunakan saat gigi sedang ngilu adalah Pepsodent Nanosoft Sensitive Toothbrush yang dilengkapi dengan bulu sikat yang 20x lebih lembut, sehingga lebih aman untuk gigi sensitif tanpa memicu rasa ngilu.
Rekomendasi lainnya, Anda bisa menggunakan sikat gigi elektrik Pepsodent Provibe yang memiliki mode sensitive dengan 30.000 getaran per menit. Dengan begitu, proses menyikat gigi sensitif jadi lebih aman dan nyaman tanpa memicu adanya rasa ngilu pada gigi.
Tidak, sensasi ngilu yang terasa pada gigi patah sangat bergantung pada seberapa dalam patahan tersebut mengenai lapisan gigi. Jika gigi patah mengenai lapisan tengah gigi (dentin), maka risiko rasa ngilu semakin besar karena terbukanya saluran saraf gigi.
Gigi patah tidak harus dicabut jika akar dan saraf gigi masih sehat dan aman. Namun, pencabutan gigi diperlukan jika patahan sangat dalam hingga mencapai akar gigi atau gusi, atau jika terjadi infeksi parah.