Perempuan Asia sedang mengamati gigi di cermin.

Remineralisasi: cara mengatasi gigi keropos

Tanpa Anda sadari, proses demineralisasi atau penipisan email gigi terjadi setiap hari. Proses demineralisasi sangat dipengaruhi oleh tinggi rendahnya kadar pH dalam air liur (saliva). Semakin rendah pH pada air liur Anda, semakin cepat pula ikatan hidroksiapatit pada email gigi terkikis.

Demineralisasi yang parah menyebabkan terbentuknya plak atau bintik putih pada gigi. Jika dibiarkan, bisa jadi penyebab gigi rapuh, juga berujung pada masalah mulut serius seperti gigi sensitif dan karies gigi . Jika Anda menemukan banyak bintik putih pada gigi, sebaiknya waspada karena keberadaan white spots merupakan salah satu pertanda gigi sensitif. 

Namun tak perlu khawatir, karena Anda bisa menghentikan proses demineralisasi dengan mengganti pasta gigi jadi yang mengandung fluoride . Kandungan fluoride berperan penting untuk menambal dan memperkuat lapisan email gigi, sehingga efektif mencegah gigi keropos dan mengurangi risiko terkena gigi sensitif. 

Apa Itu Remineralisasi Gigi?

Pada dasarnya, gigi dilindungi oleh lapisan putih bernama email. Lapisan terluar gigi ini terbuat dari kalsium dan fosfat, yang bertugas melindungi dentin dari paparan benda asing seperti makanan dan minuman. Jika lapisan email gigi terbuka, maka dentin yang berada di bawahnya (terhubung dengan pulpa berisi pembuluh darah dan saraf) akan membuat gigi Anda terasa nyeri saat makan dan minum. Inilah alasan Anda perlu melakukan remineralisasi untuk mencegah gigi keropos dan menjaga gigi senantiasa sehat dan kuat. 

Remineralisasi adalah proses penggantian kalsium dan fosfat (mineral) yang mulai terkikis pada email gigi. Hal ini penting dilakukan, agar email gigi tetap kuat saat berhadapan dengan bakteri, asam, dan gula yang ada dalam makanan. Remineralisasi juga penting untuk mencegah gigi keropos, sehingga Anda tak perlu khawatir merasa ngilu saat minum air dingin ataupun patah saat menggigit makanan keras.

Rasa ngilu menusuk akibat demineralisasi gigi memang menyebalkan, bahkan merusak mood dan mengganggu aktivitas Anda. Namun, perlu Anda pahami bahwa proses demineralisasi merupakan hal yang wajar dialami semua orang, berapapun usianya. Demineralisasi bisa dialami oleh lansia, remaja, hingga anak-anak.  

Untuk memperbaiki email gigi, remineralisasi bisa Anda lakukan lewat beberapa cara,yaitu menjaga pola makan tetap sehat dan seimbang, menjaga kebersihan mulut, dan menggosok gigi dengan Sensitive Mineral Expert by Pepsodent . Kandungan HAP, zinc , dan fluoride -nya melindungi gigi dari plak yang disebabkan oleh bakteri. Cara mengatasi gigi keropos yang paling mudah dilakukan!

Ciri-ciri Terjadinya Demineralisasi Gigi

Terkikisnya email dan berkurangnya mineral pada gigi disebabkan oleh faktor eksternal, seperti makanan dan minuman asam. Rasa ngilu akibat gigi sensitif jadi salah satu pertanda Anda sedang mengalami demineralisasi gigi.

Munculnya plak gigi  atau bintik putih pada gigi juga bisa menjadi sinyal awal demineralisasi gigi. Meski demikian, bintik putih pada gigi juga bisa menjadi indikasi terjadinya fluorosis , yaitu kadar fluoride yang berlebih pada gigi. Fluorosis sering dialami oleh pengguna kawat gigi.

Merasa tak nyaman saat menggosok gigi, atau terganggu oleh rasa ngilu saat mengkonsumsi makanan manis, panas, atau dingin? Kemungkinan besar, email gigi Anda telah terkikis dan mengekspos area dentin pada gigi. Untuk mengatasi masalah ini, segera rawat gigi dan perbaiki kebiasaan Anda. Ingin tahu cara mengatasi gigi keropos dan terhindar dari demineralisasi? Ikuti 4 langkah berikut ini.

4 Cara Mengatasi Gigi Keropos

1. Minum Air Putih yang Cukup

Untuk memulai proses remineralisasi, Anda perlu memahami bahwa saliva (air liur) berperan sebagai pelindung gigi. Di dalam air liur, terkandung fluoride , kalsium, dan fosfat yang bertugas menjaga keseimbangan pH atau tingkat keasaman dalam mulut Anda.

Sayangnya pola makan yang kurang sehat, atau gangguan kesehatan seperti xerostomia dan kekurangan kalsium bisa meningkatkan kadar pH dalam saliva. Saliva yang terlalu asam bisa mengikis email gigi, sehingga proses demineralisasi pun jadi momok yang mengintai hari-hari Anda.

Untuk menetralkan tingkat keasaman (pH) pada air liur Anda, usahakan untuk minum air putih yang cukup. Air putih membantu membersihkan mulut dan menyeimbangkan pH dalam rongga mulut. Cara mengatasi gigi keropos yang satu ini tak sulit untuk dilakukan, bukan?

2. Perbaiki Pola Makan

Sesungguhnya, tak sulit untuk menghentikan proses demineralisasi gigi. Untuk mencegah gigi rapuh, Anda bisa merangsang kelenjar parotis untuk memproduksi saliva ber-pH seimbang dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Ini dia daftar makanan yang baik untuk Anda konsumsi sehari-hari:

  • Telur
  • Keju dan produk dairy
  • Tahu 
  • Kacang polong
  • Sayur dan makanan berserat
  • Daging ayam dan unggas lainnya
  • Seafood

3. Pilih Sikat Gigi Berbulu lembut

Rajin menggosok gigi berguna untuk membunuh bakteri penyebab demineralisasi gigi. Namun, pastikan memilih sikat gigi berbulu lembut untuk membersihkan kotoran serta plak yang menempel, melindungi gigi sensitif , dan mencegah kerusakan pada gigi dan gusi. Anda juga bisa melakukan flossing untuk membersihkan sela gigi dari kotoran untuk mencegah penumpukan bakteri.

Menyikat gigi dengan kasar bisa melukai gusi dan menyebabkan penurunan (resesi) dan peradangan gusi. Selain itu, kebiasaan buruk ini juga mengikis email gigi secara perlahan, sehingga jadi penyebab gigi rapuh yang perlu Anda hindari.

4. Pilih Pasta Gigi Ber- fluoride

Sekali hilang, posisi email gigi tidak bisa digantikan oleh apapun. Namun Anda bisa melakukan remineralisasi lewat langkah sederhana, dimulai dari mengganti pasta gigi dengan Sensitive Mineral Expert by Pepsodent - Sensitivity Treatment .

Pasta gigi yang mengandung Active Remin Complex yang bisa mengembalikan mineral alami gigi. Untuk memastikan kondisi gigi Anda, pergilah ke dokter gigi untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan rutin. Gigi sehat, hari-hari pun berjalan lancar dan menyenangkan.

Bagikan ini

AddThis is disabled because of cookie consent