Gusi berdarah saat puasa yang tertelan bersama air liur dengan sengaja dapat membatalkan puasa. Untuk menghindarinya, penting untuk mulai menjaga kebersihan mulut saat berpuasa.
Ketika sedang berpuasa, masalah mulut seperti bau mulut, bibir kering, sampai gusi berdarah bisa saja datang. Gusi berdarah saat puasa memang bikin panik. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari menyikat gigi terlalu keras sampai dengan tanda awal peradangan gusi.
Mari kenali lebih dalam seputar gusi berdarah serta hukumnya dalam ibadah puasa.
Gusi berdarah sebenarnya bukan merupakan kondisi yang muncul secara tiba-tiba. Biasanya kondisi ini pernah terjadi sebelumnya atau justru semakin parah lantaran saat puasa mulut jadi lebih kering dan sensitif. Beberapa penyebab umum gusi berdarah adalah:
Penggunaan sikat gigi yang bulunya kasar disertai dengan teknik menyikat yang terlalu keras bisa melukai jaringan gusi. Hal ini bisa menyebabkan pendarahan pada gusi. Kondisinya bisa jadi semakin parah saat kebersihan mulut kurang optimal.
Penumpukan plak yang berada di sekitar garis gusi bisa menyebabkan peradangan. Jika tidak segera dibersihkan, plak akan semakin mengeras dan menjadi karang gigi. Keberadaan karang gigi dapat membuat gusi bengkak dan lebih mudah berdarah.
Apabila kebersihan mulut tidak terjaga dengan baik, bakteri akan sangat rentan berkembang biak di dalamnya. Pertumbuhan bakteri di dalam mulut ini meningkatkan risiko gusi lebih mudah berdarah.
Pendarahan pada gusi ternyata bisa disebabkan karena tubuh kekurangan nutrisi tertentu. Adapun kekurangan Vitamin C dan Vitamin K bisa membuat gusi menjadi lebih rapuh dan mudah berdarah.
Jika radang gusi tidak ditangani, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi periodontitis yang merusak jaringan penyangga gigi.
Pertanyaan tentang gusi berdarah apakah membatalkan puasa mungkin terlintas di benak Anda. Secara umum, gusi berdarah tidak langsung membatalkan puasa. Namun yang perlu diperhatikan adalah apakah darah tersebut ikut tertelan dengan air liur atau tidak.
Berdasarkan penjelasan ulama Syekh Zakariya al-Anshari dalam kitab Asna al-Mathalib, ada beberapa prinsip yang bisa dipahami dalam poin-poin berikut ini:
Namun, ada pengecualian di mana jika pendarahan gusi terjadi terus menerus tanpa bisa dihindari, maka cukup keluarkan darah semampunya saja. Apabila ada sisa darah yang tidak bisa dihindari dan sengaja tertelan, maka itu bisa dimaafkan dan tidak membatalkan puasa.
Jadi, jika Anda mengalami gusi berdarah saat puasa dan sudah berusaha membuangnya tapi tidak sengaja tertelan sedikit, puasa Anda tetap sah. Akan tetapi, jika darah yang berasal dari pendarahan gusi itu sengaja ditelan, itu akan membatalkan puasa.
Kalau gusi berdarah sering muncul saat puasa, jangan panik. Segera lakukan beberapa perawatan agar kondisinya tidak bertambah parah. Berikut adalah beberapa cara mengatasi gusi berdarah saat puasa:
Menyikat gigi sebanyak dua kali sehari dan disertai flossing bisa membantu mengurangi plak yang jadi penyebab radang gusi.
Untuk hasil yang maksimal, gunakan rangkaian Pepsodent Gum Expert Toothbrush dan pasta gigi Pepsodent Gum Expert yang efektif menjaga kesehatan gusi serta mencegah gusi berdarah saat puasa.
Formulasi active zinc dan vitamin E dalam pasta gigi ini terbukti efektif menjaga gusi jadi lebih sehat dan kuat serta mengurangi pertumbuhan plak yang dapat memicu infeksi pada gusi.
Menggunakan sikat gigi yang bulunya kasar bisa melukai gusi, terlebih jika Anda menyikat gigi dengan teknik yang kurang tepat. Ganti sikat gigi Anda dengan yang bulunya lebih lembut agar aman untuk gusi.
Salah satu sikat gigi dengan bulu lembut yang bisa diandalkan adalah Pepsodent Gum Expert Toothbrush.
Sikat gigi khusus ini memiliki desain kepala kecil yang dirancang untuk membersihkan area gigi yang sulit dijangkau. Bulu sikatnya yang ultra-soft membuat proses sikat gigi pun terasa lebih nyaman dan aman tanpa melukai gusi.
Konsumsi makanan yang kaya akan Vitamin C dan Vitamin K dapat membantu memperkuat jaringan gusi, serta membantu proses pembekuan darah lebih cepat. Adapun makanan yang tinggi Vitamin C adalah jeruk, stroberi, kiwi, dan jambu biji. Sementara itu, makanan yang kaya akan Vitamin K adalah kale, kol, kubis, brokoli, dan buncis.
Air garam membantu menghambat pertumbuhan bakteri sekaligus menenangkan jaringan gusi yang meradang. Cara membuatnya:
Air garam bisa membantu mempercepat penyembuhan dan mengurangi risiko infeksi.
Obat kumur antibakteri dapat membantu membunuh bakteri dan mengurangi peradangan gusi. Beberapa kandungan umum seperti chlorhexidine atau hydrogen peroxide sering digunakan untuk membantu mengatasi gingivitis.
Ketika Anda mengalami gusi berdarah saat puasa, jangan panik. Segera buang darah tersebut dan lakukan perawatan setelah waktu buka puasa tiba. Selama darah tidak sengaja tertelan, umumnya puasa tetap sah.
Untuk menghindari gusi berdarah saat puasa, pastikan kebersihan gigi dan gusi tetap terjaga dengan rutin sikat gigi menggunakan pasta gigi Pepsodent Gum Expert yang menjaga gusi tetap sehat, kuat, serta terhindar dari keluhan gusi berdarah.
FAQ
Keluar darah dari gusi apakah membatalkan puasa?
Jika darah tertelan secara tidak sengaja, maka itu tidak membatalkan puasa. Namun, jika darah tertelan secara sengaja dan tidak ada usaha untuk segera mengeluarkan darah dari dalam mulut, sebagian ulama menganggap itu bisa membatalkan puasa.
Apakah puasa dapat menyebabkan gusi berdarah?
Puasa tidak menyebabkan gusi berdarah. Biasanya gusi berdarah karena radang gusi akibat plak bakteri, kebersihan mulut buruk, atau mulut kering yang memperparah iritasi gusi.
Air liur bercampur darah apakah membatalkan puasa?
Jika hanya sedikit dan tertelan tanpa sengaja, biasanya tidak membatalkan puasa. Namun jika darah banyak dan sengaja ditelan, sebagian pendapat menyatakan puasanya batal.
Artikel telah ditinjau secara medis oleh drg. Nanditha Puspadewi.