Kanker gusi adalah pertumbuhan sel-sel kanker berbentuk tumor ganas yang penyebabnya belum diketahui secara pasti. Risiko penyakit mulut ini meningkat karena berbagai faktor pencetus, seperti kebiasaan merokok, kebersihan mulut yang kurang terjaga, riwayat kanker gusi dalam keluarga, dan lainnya. Gejala awalnya mirip radang gusi biasa sehingga kerap diabaikan hingga menjadi lebih parah.
Luka pada gusi kerap disepelekan karena biasanya dianggap sebagai sariawan yang bisa sembuh dengan sendirinya. Padahal, bisa saja luka tersebut adalah gejala awal kanker gusi yang harus segera mendapatkan penanganan serius apabila tidak kunjung sembuh, muncul terus menerus, dan ukurannya makin membesar. Itulah sebabnya gangguan kesehatan sekecil apa pun pada gusi patut diatasi agar risiko kanker gusi dapat diminimalkan sejak dini.
Kanker gusi adalah suatu kondisi medis yang menunjukkan sel-sel kanker berupa tumor ganas pada gusi yang tumbuh secara tidak terkendali. Penyakit ini biasanya berawal dari jenis sel pembentuk lapisan permukaan mulut dan gusi yang dikenal dengan sebutan sel skuamosa. Oleh karena itu, ciri-ciri kanker gusi pada tahap awal sangat menyerupai gangguan gusi secara umum, misalnya sariawan.
Faktor Risiko dan Penyebab Utama Kanker Gusi
Hingga saat ini, penyebab utama pertumbuhan sel-sel gusi secara tidak normal yang memicu kanker gusi belum diketahui secara pasti. Namun, risiko kanker gusi meningkat drastis karena dipengaruhi beberapa faktor berikut ini:
Meskipun tidak memiliki gejala khas, ciri-ciri kanker gusi yang mirip penyakit mulut biasa ini kerap muncul dan dirasakan para pengidapnya:
Tahap diagnosis kanker gusi melibatkan sejumlah pemeriksaan sebagai berikut:
Pengobatan kanker gusi dapat dilakukan melalui beberapa cara ini berdasarkan stadium kanker yang terjadi, yaitu:
Menjaga kebersihan gigi dan gusi adalah salah satu upaya sederhana yang efektif meminimalkan risiko kanker gusi. Hal tersebut menginspirasi Pepsodent untuk menghadirkan Pasta Gigi Pepsodent Gum Expert yang bermanfaat bagi kesehatan gigi dan gusi.
Kandungannya terdiri dari formula Active Zinc + Vitamin E yang dapat menjaga kesehatan gusi dan menjaga gusi merekat lebih baik pada gigi.
Gunakan pasta gigi Pepsodent khusus gusi tersebut bersama dengan Pepsodent Gum Expert Tootbrush atau sikat gigi elektrik Pepsodent Provibe untuk hasil terbaik.
Sikat gigi Pepsodent Gum Expert didesain khusus dengan kepala sikat kecil yang tekanannya 4x lebih ringan pada gusi. Bulu sikatnya juga bertekstur lembut sehingga nyaman untuk gusi, terutama bagi siapa pun yang memiliki kondisi gusi sensitif.
Sedangkan pada sikat gigi elektrik Pepsodent Provibe dilengkapi dengan sensitive mode dengan 33.000 getaran per menit sehingga 8x lebih efektif menghilangkan plak pada gigi dan gusi serta menjaga kesehatan gusi dari peradangan maupun pendarahan.
Kombinasi produk perawatan gigi dari Pepsodent akan membuat perawatan gusi di rumah berlangsung nyaman dan efektif setiap saat.
Artikel telah ditinjau secara medis oleh drg. Nanditha Puspadewi.
Radang gusi bisa sembuh dalam hitungan hari, terutama jika kebersihan gigi dan gusi terjaga. Sementara itu, tanda awal kanker gusi terjadi lebih dari 2 minggu dengan perubahan fisik, misalnya kemunculan benjolan, gusi terasa makin nyeri, atau area luka gusi makin luas.
Gejala awal kanker gusi belum tentu berupa nyeri, tetapi bisa berupa kemunculan bercak merah atau putih yang tidak sakit sama sekali. Inilah yang membuat deteksi kanker gusi pada tahap awal terasa sangat sulit karena pasien belum merasakan ketidaknyamanan.
Cara terbaik mencegah kanker mulut bagi perokok aktif adalah berhenti merokok karena risiko penyakit tersebut akan turun drastis seiring berjalannya waktu.