Nyeri karena gigi berlubang pasti terasa menyiksa karena tak kunjung hilang, bahkan bisa semakin parah bila tidak diatasi. Namun setelah ditambal, rasa nyeri terkadang masih terasa. Bahkan, ada sensasi gigi ngilu setelah ditambal. Kenapa bisa seperti itu?
Berdasarkan metode yang digunakan, prosedur tambal gigi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
Area gigi yang rusak dan kotoran pada gigi berlubang dibersihkan lalu dokter akan langsung memasukkan bahan tambalan pada lubang tersebut. Jenis bahan tambalan yang lazim digunakan dalam proses ini adalah komposit.
Proses ini membutuhkan dua langkah karena lubang gigi terlalu besar sehingga bahan tambalan harus dicetak terlebih dahulu. Langkah pertama yaitu menambal gigi dengan bahan tambalan sementara. Selanjutnya, langkah kedua adalah melepas tambalan sementara dan memasang bahan tambalan yang telah dicetak. Jenis bahan tambalan yang digunakan dalam proses tambal gigi tak langsung adalah emas dan porselen.
Perlu dicatat, gigi ngilu setelah ditambal sebenarnya cukup umum terjadi. Meski penambalan dilakukan untuk memperbaiki kerusakan gigi, rasa nyeri atau sensasi ngilu terkadang muncul setelah prosedur. Untuk memahami kondisi ini, berikut beberapa penyebab gigi ngilu setelah ditambal:
Jika kerusakan gigi sudah cukup dalam hingga mendekati pulpa, yaitu jaringan saraf dan pembuluh darah di dalam gigi, penambalan bisa menimbulkan iritasi. Rasa ngilu yang muncul biasanya terasa tajam saat Anda mengunyah atau mengonsumsi makanan panas atau dingin.
Gigi memiliki respons biologis terhadap bahan tambalan, baik itu resin komposit atau amalgam. Setelah ditambal, jaringan pulpa bisa mengalami peradangan ringan yang menimbulkan sensitivitas sementara. Biasanya, gejala ini akan berkurang dalam beberapa hari setelah penambalan.
Beberapa orang memang memiliki gigi yang secara alami lebih sensitif. Prosedur tambal dapat memicu peningkatan sensitivitas ini, terutama saat terkena rangsangan suhu atau tekanan. Rasa ngilu yang muncul biasanya bersifat sementara dan akan mereda seiring waktu.
Meskipun jarang, ada kemungkinan Anda mengalami reaksi alergi terhadap bahan tambalan tertentu. Misalnya, alergi terhadap amalgam atau resin komposit dapat menimbulkan rasa ngilu atau ketidaknyamanan pada gigi yang ditambal. Jika Anda merasakan sensasi nyeri tidak wajar, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter gigi.
Tambalan yang retak, longgar, atau tidak menempel sempurna dapat mengekspos dentin atau bahkan pulpa. Kondisi ini sering memicu rasa ngilu dan memerlukan evaluasi ulang oleh dokter gigi untuk memperbaiki tambalan yang bermasalah.
Jika area gigi yang rusak tidak dibersihkan secara menyeluruh sebelum ditambal, sisa bakteri atau jaringan yang terinfeksi bisa tetap tertinggal. Hal ini bisa menyebabkan peradangan pada gigi dan menimbulkan rasa ngilu setelah proses penambalan.
Tambalan modern sering menggunakan bahan yang mengeras dengan sinar khusus. Proses penyinaran yang tidak tepat dapat membuat tambalan tidak mengeras dengan sempurna, hingga menyebabkan ketidakstabilan pada gigi dan menimbulkan sensasi nyeri.
Bahan tambalan yang kurang berkualitas atau teknik penambalan yang kurang tepat bisa menimbulkan masalah seperti kebocoran mikro. Kebocoran ini memungkinkan bakteri masuk dan memicu rasa ngilu yang mengganggu. Oleh karena itu, memilih dokter gigi yang berpengalaman dan menggunakan bahan berkualitas sangat penting.
Rasa ngilu setelah menambal gigi memang bisa membuat tidak nyaman. Meski biasanya kondisi ini bersifat sementara, tetap saja rasanya mengganggu. Jika Anda mengalaminya, berikut beberapa cara sederhana yang bisa membantu meredakan gigi ngilu setelah ditambal.
Saat gigi baru saja ditambal, saraf gigi biasanya masih sensitif terhadap perubahan suhu ekstrem. Untuk sementara waktu, hindari konsumsi es krim, kopi panas, atau makanan pedas. Biarkan gigi beradaptasi terlebih dahulu agar rasa ngilu tidak semakin parah.
Pilih pasta gigi yang diformulasikan khusus untuk gigi sensitif. Kandungan di dalamnya dapat membantu menenangkan saraf gigi dan mengurangi sensasi ngilu yang muncul.
Tekanan berlebihan saat menyikat gigi justru bisa memperparah iritasi. Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan lakukan gerakan memutar kecil. Dengan cara ini, kebersihan gigi tetap terjaga tanpa menimbulkan tekanan tambahan pada gigi yang baru ditambal.
Jika rasa ngilu terasa cukup mengganggu, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol. Namun, pastikan untuk mengikuti dosis yang dianjurkan dan tidak menggunakannya terlalu sering.
Mengompres pipi di sisi gigi yang terasa ngilu bisa membantu mengurangi peradangan dan rasa tidak nyaman. Bungkus beberapa es batu dengan kain bersih, lalu tempelkan selama beberapa saat.
Setelah tahu kenapa gigi ngilu setelah ditambal, kini saatnya Anda mengambil langkah untuk mencegah rasa tidak nyaman itu datang kembali. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan Pepsodent Sensitiv Expert Maxi Repair. Pasta gigi ini mengandung HAP mineral yang membantu membentuk lapisan kuat dan tahan lama di atas dentin, menutup lubang-lubang mikroskopis penyebab ngilu, serta mencegah rasa tidak nyaman muncul kembali.
Agar hasilnya semakin maksimal, padukan dengan sikat gigi Pepsodent Nanosoft Sensitive. Dengan bulu sikat ultra lembut berukuran hanya 0.01mm, sikat ini 20x lebih lembut di gusi dan mampu membersihkan area sensitif tanpa menyebabkan iritasi.
Berdasarkan metode yang digunakan, prosedur tambal gigi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
Pada umumnya, nyeri karena gigi berlubang akan hilang setelah ditambal. Hal tersebut dapat terjadi karena jalur saraf gigi tidak langsung bersentuhan dengan makanan dan minuman. Di samping itu, penambalan gigi juga turut menghentikan proses kerusakan gigi akibat kontaminasi bakteri sehingga nyeri berangsur-angsur hilang. Kamu patut berkonsultasi lagi dengan dokter gigi bila nyeri gigi berlubang tidak hilang beberapa minggu pasca penambalan gigi.
Jika nyeri karena gigi berlubang sudah teratasi, jangan malas melakukan kebiasaan baik untuk menjaga kesehatan gigi. Salah satu kebiasaan yang patut kamu lakukan secara konsisten adalah menyikat gigi dua kali sehari. Agar gigi selalu sehat dan terhindar dari risiko berlubang, gunakan pasta gigi Pepsodent Complete 8 Multi Protection.
Varian pasta gigi Pepsodent yang satu ini memberikan perlindungan menyeluruh pada gigi, lidah, gusi, dan pipi bagian dalam serta mengurangi 99% bakteri penyebab gigi berlubang. Menyikat gigi dengan pasta gigi Pepsodent Complete 8 Multi Protection akan melindungi gigi dari plak selama 18 jam, menjaga kesehatan gusi, mencegah gigi berlubang, merawat gigi sensitif, mengurangi karang gigi, melindungi email gigi, membuat nafas segar, dan membuat gigi putih alami.
Merawat gigi jadi lebih praktis dan menyenangkan bila kamu selalu mengandalkan produk pasta gigi Pepsodent yang tepat sesuai kebutuhanmu.
Artikel telah ditinjau oleh drg.Nanditha Puspadewi
Referensi: